jurnalistik.co.id – Pasar murah bersubsidi Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali digelar di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (2/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, ribuan warga menunggu antrean sejak pagi karena harga yang ditawarkan dinilai jauh lebih ringan dibanding harga pasar harian.
Kegiatan ini menjadi semacam “oase” ketika musim kemarau membuat kebutuhan pokok terasa makin berat bagi rumah tangga. Bagi warga setempat, paket yang dijual dengan skema subsidi menghadirkan kesempatan untuk memperoleh bahan pangan tanpa harus menambah beban belanja secara signifikan.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah ini dilakukan ketika daya beli masyarakat dinilai melemah. Ia menilai kenaikan harga bahan pokok tidak sebanding dengan pendapatan warga, sehingga pemerintah perlu hadir melalui intervensi pasar.
Di Desa Luwoo, panitia menyediakan sebanyak 2.000 paket bahan pokok. Setiap paket ditawarkan dengan harga Rp95 ribu, dengan komoditi pangan yang terdiri dari beras lima kilogram, rica seperempat kilogram, bawang merah setengah kilogram, telur 10 butir, minyak goreng satu liter, gula, serta ayam.
Menurut informasi dalam kegiatan, harga paket tersebut berada jauh di bawah harga pasar yang disebut mencapai sekitar Rp270 ribu untuk tujuh paket bahan pokok. Selisih harga yang lebar itulah yang membuat warga memandang kegiatan ini sebagai solusi cepat di tengah kondisi ekonomi yang menekan.
Vivin Ishak, salah satu warga Desa Luwoo, mengungkapkan rasa syukurnya setelah memperoleh kesempatan membeli kebutuhan dengan harga sangat terjangkau. Ia mengatakan, “Ya Allah pak, beras lima kilo saja mo beli di Indomaret sampe Rp97 ribu. Di sini hanya 25 ribu. Rica sekilo di pasar skarang so Rp130 ribu pak. Jadi torang bersyukur ada pasar murah ini. Terima kasih skali Pak Gubernur,” Ujar Vivin Ishak, salah satu warga setempat.
Antusiasme warga terlihat sejak pukul 06.30 pagi. Mereka berbondong-bondong datang untuk mengantre kupon, lalu bersiap saat giliran tiba dengan harapan bisa membawa pulang paket bahan pokok sesuai kebutuhan.
Meski matahari mulai menyengat, langkah warga untuk bertahan dalam antrean tidak surut. Keadaan itu memperlihatkan bahwa pasar murah bersubsidi bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan program yang benar-benar dinanti saat kondisi musim dan harga komoditas membuat belanja harian terasa lebih mahal.
Berita Terkait
Dalam sambutannya, Gusnar Ismail menegaskan tujuan program ini adalah menahan tekanan harga pada kebutuhan pokok. Ia menyatakan, “Makanya pemerintah mengambil langkah yang dinamakan intervensi pasar. Biasa ibu bapak beli tujuh paket bahan pokok ini Rp270 ribu bapak cukup bayar Rp95 ribu,” Ujar Gusnar.
Gusnar juga mengakui bahwa kegiatan pasar murah tidak mungkin sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan warga. Namun, menurut penilaiannya, kehadiran pemerintah tetap dibutuhkan sebagai dukungan langsung yang meringankan pengeluaran rumah tangga dalam periode tertentu.
Sehari sebelumnya, kegiatan serupa disebut telah dilakukan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Hal ini menunjukkan bahwa pasar murah bersubsidi tidak berhenti di satu titik, melainkan didorong untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan pada waktu yang berbeda.
Untuk rincian komoditi yang dijual, pasar murah tersebut mencantumkan harga per item. Beras lima kilogram dijual Rp25 ribu, sementara rica seperempat kilogram, bawang merah setengah kilogram, telur 10 butir, minyak goreng satu liter, dan gula masing-masing dihargai Rp10 ribu.
Selain itu, ayam dijual Rp20 ribu. Dengan pengaturan harga per komoditi tersebut, total paket bahan pokok disiapkan agar dapat dibayar masyarakat hanya dengan Rp95 ribu, sehingga lebih mudah dijangkau dibanding estimasi harga pasar yang disebut sekitar Rp270 ribu.
Bagi warga, perubahan biaya belanja dari kisaran Rp270 ribu menjadi Rp95 ribu menjadi perbedaan yang terasa langsung. Kondisi itu membuat banyak warga memaknai kegiatan ini sebagai langkah nyata saat harga-harga kebutuhan pokok melambung dan menguras daya beli.
Suasana di Desa Luwoo memperlihatkan bahwa ketika program subsidi dipadukan dengan penjadwalan yang tepat, warga dapat merencanakan belanja tanpa harus menunggu perubahan harga yang belum tentu terjadi cepat. Lewat intervensi pasar yang dilakukan Pemprov Gorontalo, kebutuhan dasar masyarakat mendapat ruang untuk dibeli dengan nominal yang lebih bersahabat.
Dengan demikian, pasar murah bersubsidi di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, pada Rabu (2/9/2026) tidak hanya menawarkan harga terjangkau, tetapi juga memberi sinyal bahwa perhatian pemerintah diarahkan pada kondisi ekonomi yang tengah berat. Keberadaan paket 2.000 bahan pokok seharga Rp95 ribu menjadi jawaban yang dirasakan warga sebagai “oase” pada musim kemarau.












