jurnalistik.co.id – Gelombang pemadaman listrik atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menyisakan duka di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Empat karyawan toko aksesoris ponsel ditemukan tidak berdaya di dalam sebuah ruko di Indrapura. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan setelah sempat mendapat penanganan medis.
Peristiwa itu terjadi di ruko Indrapura ACC yang berada di Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, pada Sabtu (23/5/2026). Kejadian pertama kali terungkap sekitar pukul 12.30 WIB, ketika seorang rekan kerja datang untuk membuka toko, namun mendapati ruko masih tertutup rapat dan tidak ada respons dari dalam.
Sebelumnya, saksi bernama Dinda Selvira Manalu sempat mencoba menghubungi salah satu korban sejak pukul 08.00 WIB, tetapi panggilan itu tidak dijawab. Karena tidak ada tanda-tanda aktivitas di dalam ruko, pimpinan toko Edo Setiawan meminta bantuan warga untuk membuka paksa pintu. Setelah pintu berhasil didobrak, para korban ditemukan sudah tergeletak di dalam ruangan.
“Dan benar saja, pengawas toko dibantu warga mendobrak pintu dan menemukan para korban sudah tergeletak di dalam kamar,” ujar Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol.
Dua korban meninggal dunia
Dari empat korban yang ditemukan, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah RR (24), warga Kota Tebing Tinggi, dan AA (22), warga Kabupaten Serdang Bedagai. Sementara itu, dua korban lainnya, yakni M (22) dan DCA (17), berhasil diselamatkan.
Kedua korban yang selamat langsung dibawa ke RSUD Bidadari untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani penanganan medis, keduanya dilaporkan sudah dalam kondisi sehat.
Kasi Humas Polres Batu Bara, AKP P Tamba, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa dua korban meninggal dunia, sedangkan dua lainnya sudah membaik setelah dibawa ke rumah sakit.
“Saat ini dua korban dinyatakan meninggal dunia dan dua orang lagi sudah sehat setelah dilarikan ke RSUD Bidadari,” ujarnya.
Dugaan sementara mengarah ke asap genset
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden itu. Namun, dugaan sementara mengarah pada keracunan asap mesin genset yang digunakan saat listrik padam. Dalam kondisi ruangan tertutup tanpa ventilasi memadai, gas buangan genset dapat menjadi sangat berbahaya bagi manusia.
Meski penyebab pastinya belum dipastikan, aparat kepolisian menelusuri kemungkinan bahwa para korban menghirup asap beracun saat berada di dalam ruko. Jenis gas yang dihasilkan genset, seperti karbon monoksida, dikenal tidak berwarna dan tidak berbau sehingga sulit terdeteksi tanpa alat bantu.
“Kami saat ini masih menyelidiki penyebab tewasnya korban, dugaan sementara keracunan asap mesin genset,” kata AKP Rahmat.
Peristiwa ini terjadi di tengah padamnya listrik di sejumlah wilayah Sumatera yang membuat warga dan pelaku usaha harus mengandalkan genset untuk tetap beraktivitas. Dalam situasi seperti itu, penggunaan genset di ruang tertutup menjadi risiko serius jika tidak disertai pengamanan yang memadai.
Insiden di Batu Bara ini menambah panjang dampak dari blackout Sumatera yang sebelumnya juga memicu berbagai gangguan aktivitas masyarakat. Di tengah upaya pemulihan pasokan listrik, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan saat menggunakan genset harus benar-benar diperhatikan, terutama di ruang yang minim sirkulasi udara.
Peristiwa ini menunjukkan betapa berbahayanya situasi saat pasokan listrik terganggu dan aktivitas tetap dipaksakan berjalan dengan bantuan genset. Ketika ruangan tertutup dan udara tidak mengalir dengan baik, risiko paparan gas buang meningkat dan bisa berdampak fatal dalam waktu singkat. Karena itu, pemakaian genset seharusnya disertai kehati-hatian ekstra agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Di sisi lain, insiden tersebut juga meninggalkan trauma bagi rekan kerja dan warga yang ikut membantu membuka ruko. Mereka semula hanya curiga karena tidak ada respons dari dalam, namun justru menemukan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Hingga kini, kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab pasti, sementara keluarga korban harus menerima kabar duka di tengah situasi blackout yang belum sepenuhnya pulih.








