Olahraga

Bobotoh Padati Jalan Sekitar Gedung Sate untuk Konvoi Juara Persib

5
×

Bobotoh Padati Jalan Sekitar Gedung Sate untuk Konvoi Juara Persib

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Konvoi Juara Persib, Bobotoh Mulai Padati Jalan Sekitar Gedung Sate

jurnalistik.co.id – Gedung Sate menjadi titik awal konvoi Persib Bandung sebagai juara Super League musim 2025-2026. Karena halaman utama Gedung Sate sedang renovasi, titik awal pawai dipusatkan di parkir barat Gedung Sate.

Sejak pagi, antusiasme Bobotoh yang datang untuk mengawal konvoi itu terlihat tidak terbendung. Sedikit demi sedikit, jalan-jalan di sekitar Gedung Sate, seperti Jalan Cimandiri, Jalan Banda, dan Jalan Diponegori, mulai dipenuhi para pendukung Persib Bandung.

Kerumunan itu tidak hanya datang dari Kota Bandung. Bobotoh dari beberapa daerah di Jawa Barat juga tampak hadir untuk ikut menyaksikan dan mengawal arak-arakan juara Persib Bandung.

Datang dari Garut, mengecat tubuh sebagai bentuk kebanggaan

Salah satunya adalah Soma (53), yang datang jauh-jauh dari Garut hanya untuk mengikuti pawai Persib Bandung. Meski sudah berusia 53 tahun, ia tampak mengekspresikan kebanggaannya dengan atribut yang dikenakan, bahkan mengecat beberapa bagian tubuhnya.

“Saya datang dari kemarin ke Bandung, sengaja memang buat ikut konvoi,” ujar Soma kepada Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

Bagi Soma, momen ini terasa spesial karena Persib Bandung kembali mengukir hasil besar. Ia mengaku sempat tegang menunggu hasil laga terakhir Super League pada Sabtu, 23 Mei 2026, saat Persib bermain imbang dengan Persijap Jepara. Namun, rasa deg-degan itu berubah menjadi kegembiraan setelah Persib memastikan diri juara lagi.

“Kemarin deg-degan, Alhamdulillah tapi Persib bisa juara lagi. Mudah-mudahan tahun depan juara lagi,” katanya.

Kehadiran Bobotoh seperti Soma menunjukkan bahwa perayaan juara Persib bukan sekadar euforia sesaat. Bagi sebagian pendukung, konvoi ini adalah bentuk kebanggaan yang ingin mereka ikuti langsung dari titik awal hingga ruas-ruas jalan utama Kota Bandung.

Remaja 16 tahun datang sendiri dari Cibiru

Tak hanya orang tua, antusiasme juga terlihat dari kalangan remaja. Ananda Ferly, yang masih berusia 16 tahun, nekat datang sendiri ke Gedung Sate untuk melihat para pemain Persib Bandung diarak keliling Kota Bandung.

Ia berangkat dari Cibiru dan tiba di lokasi sejak pukul 05.00 WIB. Meski datang seorang diri, ia tetap bersemangat untuk ikut meramaikan perjalanan konvoi yang menjadi bagian dari perayaan gelar juara itu.

“Saya dari Cibiru sendiri. Sampai sini jam 05.00 WIB tadi. Insya Allah ikut konvoi sampai nanti ke Asia Afrika,” tandasnya.

Kehadiran Bobotoh sejak pagi menunjukkan betapa kuatnya daya tarik Persib Bandung di mata pendukungnya. Titik awal konvoi di Gedung Sate pun menjadi pusat perhatian, terutama karena lokasi tersebut biasanya menjadi salah satu penanda penting dalam perayaan besar di Kota Bandung.

Dengan area sekitar Gedung Sate yang mulai dipadati sejak pagi, suasana konvoi juara Persib Bandung berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para Bobotoh datang dengan berbagai cara, dari berbagai daerah, dan dengan satu tujuan yang sama: mengikuti perayaan juara tim kebanggaan mereka.

Di tengah padatnya jalan-jalan sekitar Gedung Sate, semangat para pendukung tetap terlihat jelas. Mereka menunggu momen ketika arak-arakan juara benar-benar dimulai, sembari terus memenuhi area yang menjadi titik awal pawai tersebut.

Konvoi juara ini pun menjadi penanda lain dari euforia Bobotoh setelah Persib Bandung memastikan gelar juara Super League musim 2025-2026. Bagi mereka yang hadir sejak subuh hingga pagi, momen itu layak diikuti langsung, bukan hanya disaksikan dari jauh.

Di lokasi itu, suasana tampak seperti titik temu bagi berbagai generasi Bobotoh yang membawa cara merayakan masing-masing, mulai dari mengenakan atribut serba biru hingga sekadar berdiri di tepi jalan untuk menyaksikan rombongan melintas. Meski keramaian terus bertambah, semangat mereka tetap tertuju pada satu hal yang sama, yakni menyambut momen juara Persib Bandung dengan penuh rasa bangga.

Perayaan di sekitar Gedung Sate juga memperlihatkan bahwa konvoi ini bukan hanya soal perjalanan para pemain, melainkan juga ruang bagi para pendukung untuk ikut menjadi bagian dari momen bersejarah itu. Dari pagi hingga arak-arakan dimulai, antusiasme yang mengalir di kawasan tersebut membuat titik awal pawai terasa hidup dan penuh warna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *