Peristiwa

Pemerintah Tangani Dampak Gempa di Sulawesi Tengah: Langkah-Langkah yang Dilakukan

×

Pemerintah Tangani Dampak Gempa di Sulawesi Tengah: Langkah-Langkah yang Dilakukan

Sebarkan artikel ini
Sederet Langkah Pemerintah Tangani Dampak Gempa Sulteng News 18 Juni 2026
Ilustrasi: Sederet Langkah Pemerintah Tangani Dampak Gempa Sulteng

jurnalistik.co.id – Pemerintah bergerak cepat menangani dampak bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Upaya penanganan tersebut dilakukan menyusul terjadinya gempa pada Selasa (16/6/2026), termasuk di Kabupaten Parigi Moutong yang mengalami ambruknya rumah warga akibat dampak gempa.

Data yang dirilis Pusat Gempa Regional (PGR) 4 Sulawesi BMKG menyebutkan bahwa gempa utama berpusat pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Setelah gempa utama terjadi, BMKG melaporkan sedikitnya sembilan kali gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi, mulai dari 3,5 hingga 4,6.

Dalam konferensi pers Rabu (17/6/2026), Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari memastikan isu tsunami akibat gempa M 6,7 tersebut tidak menyebabkan terjadinya tsunami. Abdul Muhari menyampaikan, “Ini gempa darat, jadi gempa darat ini karena juga agak jauh di daratan tidak di pinggir laut jadi ini tidak berpotensi tsunami dan tidak ada tsunami yang terjadi kemarin di Palu,”.

Daerah paling terdampak dan pendataan korban

Abdul Muhari menjelaskan bahwa upaya penanganan darurat pascagempa masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Dari data terkini, Kabupaten Sigi disebut menjadi daerah dengan dampak paling besar di antara wilayah yang terdampak gempa.

Di Kabupaten Sigi, jumlah warga terdampak mencapai 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa. Pada aspek korban, tercatat 71 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.

Selain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga mengalami dampak kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan. Rumah-rumah yang terdampak meliputi 1.074 unit yang mengalami rusak ringan, 110 unit rumah rusak ringan, dan 30 unit yang rusak berat.

Abdul Muhari menegaskan bahwa proses respons kebencanaan masih berlangsung dan terus diperbarui. Ia menyatakan, “Hingga kini, pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan,”.

Untuk wilayah lain, jumlah korban luka di Kota Palu masih tercatat dua orang. Di Kabupaten Poso, satu warga dilaporkan mengalami luka-luka, sementara di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 kepala keluarga atau 40 jiwa yang terdampak.

Pemulihan layanan telekomunikasi oleh Komdigi

Selain penanganan dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur, pemerintah juga melakukan pemulihan layanan telekomunikasi yang terganggu akibat gempa. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan telah memulihkan 8 site BTS dari total 2.601 site di tiga kabupaten dan kota yang terdampak gangguan layanan telekomunikasi di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data terbaru Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Komdigi, terdapat sebanyak 29 site BTS dari total 2.601 site atau sebesar 1,04 persen di tiga kabupaten dan kota yang terdampak. Dari jumlah tersebut, Komdigi menyebutkan bahwa 8 site berhasil dipulihkan atau sekitar 27,59 persen dari total site terdampak.

Komdigi juga menyampaikan pembaruan yang mencakup capaian pemulihan. Dalam keterangan pers resmi, Komdigi menyatakan, “Dari jumlah tersebut, 8 site telah berhasil dipulihkan atau sekitar 27,59 persen dari total site terdampak,”.

Dengan rangkaian langkah penanganan darurat yang terus berlangsung, informasi korban dan kerusakan juga tetap diperbarui berdasarkan data terkini. Pada saat yang sama, upaya pemulihan telekomunikasi dilakukan untuk memastikan layanan komunikasi yang sempat terganggu dapat kembali berjalan, mendukung kebutuhan informasi dan koordinasi di wilayah terdampak.

Abdul Muhari menambahkan bahwa informasi mengenai dampak juga terus mengikuti perkembangan di lapangan. Pendataan mengenai warga terdampak, kategori korban luka ringan hingga luka berat, serta laporan kematian tetap menjadi bagian dari rangkaian respons kebencanaan yang diperbarui secara berkala.

Selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah juga mengupayakan agar koordinasi di wilayah terdampak tetap berjalan melalui layanan komunikasi. Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi mencatat gangguan terjadi pada sebagian site BTS, dan pemulihan dilakukan bertahap hingga layanan yang sempat terganggu dapat kembali dipakai.