Olahraga

Dubes Meksiko: Tuan Rumah Piala Dunia Lebih dari Sekadar Sepak Bola

×

Dubes Meksiko: Tuan Rumah Piala Dunia Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Sebarkan artikel ini
Dubes Meksiko: Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Lebih dari Sekadar Sepak Bola Bola 19 Juni 2026
Ilustrasi: Dubes Meksiko: Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Lebih dari Sekadar Sepak Bola

jurnalistik.co.id – Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Francisco de la Torre Galindo, menyambut kemenangan perdana timnas Meksiko atas Afrika Selatan pada laga pembuka Piala Dunia 2026 dengan rasa antusias yang ia sebut memiliki makna besar bagi sepak bola Meksiko.

Dalam wawancara khusus bersama Kompas.com melalui program Sporty on ONR pada Rabu (17/6/2026), Francisco menyatakan hasil itu menjadi momen penting karena selama puluhan tahun Meksiko mengalami kesulitan meraih kemenangan pada laga pertama turnamen.

Ia menilai kemenangan tersebut juga membawa harapan baru bagi publik Meksiko menjelang perjalanan mereka di Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Francisco menyampaikan kegembiraannya dengan nada yang sangat personal. Ia mengatakan, “Kami sangat senang. Saya pikir Meksiko adalah tim nasional yang tampil paling banyak di laga pembuka tanpa pernah menang. Kami akhirnya menang,” ujar Francisco.

Ia menambahkan, “Saya pikir itu sangat bagus dan menjadi pertanda sangat baik bagi Meksiko. Kami sangat bangga terhadap tim.”

Menurut Francisco, kemenangan tersebut sekaligus mengubah catatan panjang tim di laga pembuka Piala Dunia. Meksiko, yang memulai kiprah sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, meraih kemenangan setelah pada laga pembuka turnamen sebelumnya mencatatkan lima kekalahan dan dua hasil imbang sejak edisi pertama pada 1930.

Francisco juga menilai hasil di laga pembuka itu turut menguatkan optimisme publik Meksiko terhadap peluang tim nasional mereka di turnamen.

Dalam konteks penyelenggaraan Piala Dunia, Francisco menekankan bahwa arti turnamen tidak berhenti pada pertandingan di lapangan. Ia menyebut ajang sepak bola terbesar dunia tersebut sebagai kesempatan bagi sebuah negara untuk memperkenalkan identitas, budaya, dan keramahan kepada masyarakat internasional.

“Semoga Indonesia suatu hari bisa merasakan menjadi tuan rumah Piala Dunia karena ini bukan hanya tentang hasil di lapangan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan negara kita kepada dunia,” kata Francisco.

Ia kemudian menggambarkan bagaimana sebuah negara tuan rumah dapat menyambut para tamu. Francisco menegaskan pentingnya suasana yang bisa dinikmati banyak orang, bukan hanya mereka yang datang langsung ke stadion.

“Bagaimana Anda menyambut tamu, bagaimana menciptakan suasana yang bisa dinikmati semua orang. Bukan hanya mereka yang datang ke stadion, tetapi juga orang-orang di jalanan, anak-anak di sekolah, semuanya menjadi bagian dari perayaan tersebut,” ujar Francisco.

Baginya, atmosfer yang terbentuk selama Piala Dunia menjadi pembeda yang membuat turnamen tidak bisa disamakan dengan ajang olahraga lainnya.

Ketika ditanya mengenai posisi sepak bola Meksiko dibandingkan dua tuan rumah lainnya, yaitu Amerika Serikat dan Kanada, Francisco menyatakan bahwa Meksiko masih memiliki rekam jejak terbaik di kawasan CONCACAF.

Francisco mengakui rivalitas Meksiko dengan Amerika Serikat semakin kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia juga memandang perkembangan seluruh negara di kawasan sebagai faktor yang ikut meningkatkan kualitas sepak bola regional.

“Kami telah menjadi nomor satu di wilayah CONCACAF selama bertahun-tahun. Memang ada rivalitas yang kompetitif dengan Amerika Serikat, tetapi semakin kuat kawasan kami, semakin baik pula perkembangan sepak bola CONCACAF secara keseluruhan,” ujarnya.

Francisco juga menempatkan pandangannya dalam kerangka bahwa persaingan yang ketat bisa mendorong kawasan menjadi lebih kuat. Dengan demikian, peningkatan kualitas yang terjadi di CONCACAF tidak hanya dirasakan oleh satu negara, tetapi bergerak bersama di level regional.

Dalam pemberitaan yang dimuat bersamaan dengan wawancara, pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan disebut berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, pada 11 Juni 2026.

Francisco menyambut hasil pertandingan itu sebagai landasan yang memperkuat arah perjalanan Meksiko di turnamen. Ia menggambarkannya sebagai pertanda baik dan alasan bagi rasa bangga terhadap tim nasional.

Dengan kemenangan di laga pembuka, Francisco memandang Meksiko dapat membawa momentum tersebut untuk membangun kepercayaan publik serta menegaskan identitas sepak bola mereka di panggung internasional.

Baginya, Piala Dunia memberi ruang bagi negara tuan rumah untuk memperlihatkan cara menyambut tamu dan merayakan momen besar secara luas. Dalam pandangannya, perayaan tidak hanya berlangsung di stadion, melainkan juga menyentuh aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk anak-anak di sekolah dan orang-orang di jalanan.

Melalui pernyataan-pernyataannya, Francisco menegaskan bahwa bagi Meksiko, kemenangan perdana di laga pembuka Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal angka atau hasil singkat, melainkan awal yang membawa makna historis dan harapan untuk langkah berikutnya.