Daerah

Durian Melimpah di Bangka Belitung, Pedagang Turunkan Harga

×

Durian Melimpah di Bangka Belitung, Pedagang Turunkan Harga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lagi Musim Durian di Bangka, Pedagang Banting Harga

jurnalistik.co.id – Bangka Belitung sedang memasuki masa panen durian. Di sejumlah titik keramaian, buah terlihat lebih sering berjejer di lapak, dan kondisi itu berdampak langsung pada harga yang ditawarkan pedagang.

Di Pasar Pagi Pangkalpinang, Arifin (43) mengatakan pasokan durian saat ini datang dari banyak kampung. “Ini lagi musimnya. Banyak buah masuk dari kampung-kampung,” ujarnya pada Sabtu (27/6/2026).

Arifin menilai harga yang berlaku berbeda jauh dibanding sebulan sebelumnya. Ia menyebut, “Sekarang Rp 100.000 dapat empat. Rata-rata per buah itu ukurannya lima ons atau setengah kilo,” katanya.

Menurut pengakuan Arifin, penurunan tersebut terjadi karena jumlah durian yang masuk ke pasar meningkat. Ia juga menyampaikan bahwa harga saat ini anjlok hingga hampir 50 persen dibanding harga jual pada hari biasanya.

Pedagang banting harga karena stok terus menumpuk

Pasokan yang mengalir tiap hari membuat sejumlah pedagang memilih menjual dengan harga lebih rendah. Junaidi (45), pedagang durian dari Simpang Rimba, Bangka Selatan, mengatakan stok di lapaknya bertambah dari waktu ke waktu seiring durian yang terus datang.

“Sekarang jual obral. Rp 100.000 ada yang empat ada yang lima buah. Bahkan beberapa buah sortiran ada yang dijual Rp 15.000 per buah,” ungkap Junaidi.

Baginya, tidak banyak pilihan selain menyesuaikan harga. Saat durian melimpah, pedagang perlu menghabiskan buah yang tersedia agar tidak menumpuk, sehingga praktik penawaran dengan potongan harga menjadi lebih terlihat di lapangan.

Junaidi juga memperkirakan puncak musim durian di Bangka akan berlangsung selama dua pekan. Pada periode tersebut, distribusi dari wilayah yang baru panen akan semakin terasa di pasaran.

Durian lokal mendominasi, pembeli memeriksa daging buah

Durian yang banyak dijajakan di pasaran umumnya berasal dari jenis durian lokal. Buahnya dikenal berwarna kuning, rasanya manis, dan memiliki aroma yang cukup menyengat.

Dalam proses membeli, beberapa pembeli tidak langsung mengambil keputusan setelah melihat tampilan luar. Pantauan di lapangan menunjukkan, calon pembeli melihat lebih dulu kondisi daging buah dengan membuka sedikit bagian kulit agar karakter isi duriannya bisa dinilai.

Situasi itu membuat aktivitas jual-beli berlangsung lebih cepat, tetapi tetap memberi ruang bagi pembeli untuk memastikan kualitas. Dengan cara tersebut, konsumen dapat menyesuaikan pilihan berdasarkan ukuran dan kondisi daging durian.

Lapak menjamur di pusat kota, penjualan berlangsung hingga malam

Kegiatan penjualan durian terlihat menyebar di berbagai ruas pusat kota hingga pinggiran. Pedagang dapat ditemui di area Jalan Sudirman, Jalan Soekarno-Hatta, serta Pasar Pagi.

Durian dijajakan sejak pagi hingga malam, mengikuti jam aktivitas masyarakat. Di beberapa lapak, pedagang juga menyediakan fasilitas makan di tempat lengkap dengan menu tambahan nasi ketan, sehingga durian bisa dinikmati langsung tanpa harus menunggu sampai di rumah.

Dengan melimpahnya buah, persaingan antarpedagang cenderung meningkat. Variasi harga yang disebutkan oleh para pedagang mencerminkan adanya perbedaan ukuran dan hasil sortiran, yang membuat durian tersedia dalam rentang pilihan bagi pembeli.

Pada beberapa hari ke depan, distribusi durian dari daerah yang baru panen diperkirakan mulai masuk lebih merata. Junaidi menyebut Kota Kapur dan Belinyu, Bangka, baru saja panen, sehingga pasokan dari wilayah tersebut akan mengalir ke pasaran.

Di tengah kondisi itu, harga yang turun menjadi sinyal utama bagi konsumen. Bagi pedagang, sementara itu, musim yang ramai sekaligus menjadi tantangan karena stok harus segera terserap.