jurnalistik.co.id – DEPOK, Sabtu (27/6/2026) — Berbagai moda transportasi lawas menjadi daya tarik tersendiri di Historical Studio yang diresmikan dalam rangkaian Festival Heritage Depok Lama.
Koleksi yang dipajang mengajak pengunjung menelusuri perkembangan transportasi masyarakat Depok dari masa ke masa, lewat barang-barang yang tampil sebagai saksi perjalanan panjang perubahan mobilitas.
Sejumlah kendaraan klasik langsung memberi sambutan di halaman depan Historical Studio. Lokasinya berada di Sekretariat Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), Jalan Pemuda, Depok.
Di area ini, mobil klasik Fiat 1100 menjadi salah satu pemandangan yang paling menonjol. Mobil berwarna cokelat tersebut tampak terparkir rapi di depan museum mini, dengan desain membulat khas era lawas yang membuat bodinya terlihat tetap mengilap.
Kendaraan roda empat itu terlihat sebagai magnet utama bagi warga yang datang. Tidak sedikit pengunjung rela mengantre untuk berswafoto dengan latar mobil klasik tersebut.
Suasana heritage terasa semakin kuat karena di sekitar kendaraan ikut berdiri pramuwisata yang mengenakan gaun vintage bergaya Eropa tempo dulu. Perpaduan kendaraan klasik dan busana tersebut menghadirkan atmosfer retro yang mudah dirasakan pengunjung saat berada di lokasi.
Kendaraan klasik sebagai pemantik nostalgia
Di dalam museum, perjalanan pengunjung berlanjut dari era kendaraan roda empat ke masa kendaraan roda dua. Setiap sudut galeri disusun untuk menghadirkan kesinambungan cerita tentang bagaimana kendaraan berperan dalam kehidupan sehari-hari di Depok dari waktu ke waktu.
Pada bagian galeri, sebuah sepeda motor Honda klasik berwarna merah dengan aksen krom dipajang dalam kondisi yang masih terawat rapi. Sepeda motor tersebut menjadi representasi koleksi kendaraan antik yang menghadirkan kembali rupa transportasi masa lalu.
Di samping koleksi motor antik itu, sebuah skuter Vespa berwarna toska turut dipamerkan. Kehadiran skuter bergaya Vespa menambah variasi koleksi sehingga pengunjung dapat melihat bentuk dan karakter kendaraan dari periode yang berbeda.
Selain kendaraan bermotor, Historical Studio juga menampilkan sepeda kayu kuno. Koleksi ini memperkuat gagasan bahwa transportasi lawas tidak hanya berbicara tentang mesin, tetapi juga tentang alat gerak yang pernah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Sepeda kayu antik dipajang di area museum, sementara mobil Fiat 1100 berada lebih dekat dengan ruang luar. Penempatan yang saling berdekatan itu membuat pengunjung dapat membandingkan tahapan perkembangan transportasi dari yang sederhana hingga yang mulai menggunakan teknologi bermotor.
Jejak transportasi Depok dari masa ke masa
Di antara pengunjung, kendaraan roda dua tersebut memunculkan nostalgia tersendiri bagi sebagian orang. Mereka dapat merasakan kembali gambaran masa ketika kendaraan-kendaraan klasik masih hadir sebagai pemandangan yang familiar di lingkungan.
Koleksi motor antik yang dipamerkan juga memperlihatkan konteks waktu yang lebih spesifik. Kendaraan-kendaraan tersebut menggambarkan masa ketika kendaraan bermotor mulai menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat Depok, terutama pada pertengahan hingga akhir abad ke-20.
Melalui rangkaian koleksi itu, pengunjung diajak melihat bagaimana perubahan transportasi berjalan seiring kebutuhan masyarakat dalam bergerak. Tidak hanya dari sisi bentuk kendaraan, tetapi juga dari pergeseran fungsi kendaraan dalam keseharian.
Dengan demikian, Festival Heritage Depok Lama menghadirkan pengalaman yang tidak berhenti pada sekadar melihat benda koleksi. Di Historical Studio, pengunjung dapat menangkap jejak perjalanan panjang transportasi lawas—dari mobil klasik Fiat 1100, sepeda kayu kuno, hingga sepeda motor Honda klasik dan skuter Vespa—dalam satu ruang yang disiapkan untuk bernostalgia.
Resepsi yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) menunjukkan betapa koleksi-koleksi tersebut mampu memancing minat warga, baik melalui keindahan desain kendaraan maupun melalui suasana heritage yang dibangun di sekitar museum mini.









