Politik & Parlemen

Demo Petani dan Pedagang di Patung Kuda, Dukung MBG Prabowo

×

Demo Petani dan Pedagang di Patung Kuda, Dukung MBG Prabowo

Sebarkan artikel ini
Petani dan Pedagang Demo di Patung Kuda, Dukung Program MBG Prabowo News 19 Juni 2026
Ilustrasi: Petani dan Pedagang Demo di Patung Kuda, Dukung Program MBG Prabowo

jurnalistik.co.id – Sejumlah massa yang mengatasnamakan petani dan pedagang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026). Mereka menyatakan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pantauan di lokasi menunjukkan massa berkumpul di Jalan Medan Merdeka Selatan arah Gambir pada pukul 09.10 WIB. Aksi berlangsung dengan pengumpulan massa yang mengisi area sekitar Patung Kuda sejak awal kedatangan.

Mayoritas peserta terlihat mengenakan kaus berwarna krem bertuliskan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Tani Merdeka Indonesia. Sejumlah peserta juga membawa bendera besar bergambar Presiden Prabowo Subianto dengan tulisan “Prabowo Subianto Presiden Rakyat” serta bendera bertuliskan “Tani Merdeka Indonesia”.

Di barisan depan, massa membentangkan spanduk bergambar Prabowo dengan tulisan “Terima Kasih Bapak Prabowo Subianto dari Para Pedagang”. Selain itu, peserta membawa beberapa poster yang memuat pesan-pesan seperti “Mahasiswa Bersama Prabowo”, “3 Juta Rumah untuk Rakyat, DPR Awasi”, “MBG Menyelamatkan Petani”, dan “Jangan Mau Diadu Domba”.

Dari atas mobil komando, orator menyampaikan ajakan agar masyarakat mendukung program MBG. Dalam kesempatan tersebut, orator menyatakan, “Kita demokrasi boleh, tapi jangan eksekusi,”.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan, petani merasakan manfaat dari program MBG karena hasil panen mereka kini lebih banyak terserap. Don menuturkan, “Bagaimana penyerapan hasil panennya ke MBG? Dan pedagang juga hari ini merasakan adalah stabilitas harga barang yang ada di pasar,”.

Menurut Don, program MBG tidak hanya berbentuk bantuan bibit dan sarana pertanian bagi petani. Ia menyebutkan bahwa hasil panen petani juga dibeli dan digunakan untuk mendukung program MBG.

Don menilai kondisi tersebut membuat para petani di daerah merasa puas. Ia mengatakan, “Nah ini hal ini yang membuat kami para petani yang ada di daerah ini merasa puas dan bangga sekali,”.

Don juga mengungkapkan bahwa petani saat ini lebih mudah mendapatkan pupuk. Ia menyatakan, “Pupuk hari ini sangat gampang kita dapat hari ini petani-petani yang ada di daerah. Jadi hari ini dukungan kami kepada Presiden Pak Prabowo Subianto, biar seluruh masyarakat tahu,”.

Dalam aksi yang berlangsung di Patung Kuda tersebut, pesan dukungan terhadap MBG juga disampaikan melalui atribut dan tulisan yang dibawa peserta. Melalui spanduk dan poster, para peserta menegaskan pandangan mereka terkait penyerapan hasil panen dan stabilitas harga di pasar.

Dalam pergerakan massa di sekitar Patung Kuda, ajakan untuk mendukung agenda pemerintah disampaikan berulang kali melalui pengorganisasian dari mobil komando. Pesan yang disampaikan menekankan agar masyarakat ikut mengawal program yang dinilai berdampak langsung, terutama melalui skema Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan kesejahteraan petani dan kondisi pasar.

Para perwakilan petani dan pedagang yang hadir juga menyoroti hubungan antara produksi di sentra pertanian dan kebutuhan penyerapan. Mereka menegaskan bahwa hasil panen tidak berhenti di tingkat produksi, melainkan dibahas sebagai bagian dari dukungan untuk program MBG, sehingga membantu meningkatkan serapan. Di sisi lain, peserta menyampaikan bahwa keberlanjutan penyerapan itu berimbas pada stabilitas harga barang yang diperdagangkan di pasar.

Rangkaian atribut yang dibawa peserta—mulai dari kaus bertuliskan asosiasi dan kelompok tani hingga bendera serta poster—dipakai untuk memperkuat seruan dukungan. Pesan-pesan yang muncul pada spanduk dan poster diarahkan pada pemaknaan bahwa MBG menjadi bagian dari upaya menyelamatkan petani, sekaligus menolak narasi yang dinilai memecah-belah. Melalui simbol dan tulisan tersebut, peserta ingin menunjukkan bahwa mereka memilih menyuarakan dukungan secara langsung di ruang publik.