jurnalistik.co.id – Dewan Kriket Inggris dan Wales (ECB) menyimpulkan bahwa Ben Stokes dan Gus Atkinson dinyatakan “blameless for violent conduct” dalam insiden di sebuah klub malam London. Keputusan itu muncul setelah investigasi yang menilai adanya pelanggaran kewajiban kontraktual tim.
Dalam hasil pemeriksaan, Stokes dan Atkinson disebut melanggar “contractual obligations” yang mewajibkan pemain Inggris untuk senantiasa menjaga standar perilaku tertinggi serta bertindak demi kepentingan terbaik kriket Inggris. Namun, ECB menegaskan bahwa tidak ada kesalahan yang dialamatkan kepada keduanya terkait “violent conduct”.
Stokes, selaku kapten, dan Atkinson, petarung cepat (pace bowler), sempat dibuat tidak tersedia untuk pertandingan Test kedua Inggris yang berujung pada kekalahan dari Selandia Baru. Langkah itu diambil sambil menunggu penyelidikan atas rangkaian peristiwa yang terjadi setelah mereka merayakan kemenangan di Test pertama dua pekan sebelumnya.
Investigasi ECB menyebut Stokes dan Atkinson melewati larangan jam malam tim hingga melewati “midnight curfew”. Mereka juga dinyatakan hadir ketika seorang anggota staf keamanan dipukul oleh pemain rugby Saracens.
ECB kemudian menggelar sidang disiplin untuk menilai keterkaitan kedua pemain dengan insiden tersebut. Dalam temuan resminya, ECB menyatakan bahwa Stokes dan Atkinson “breached specific contractual obligations” yang mengharuskan pemain untuk menjaga standar perilaku tertinggi dan bertindak demi kepentingan terbaik kriket Inggris.
Atas pelanggaran kewajiban kontraktual itu, kedua pemain menerima peringatan tertulis. Tidak ada tindakan lanjutan yang ditambahkan pada keputusan mereka untuk absen dari Test kedua, yang sebelumnya diambil sambil menunggu proses pemeriksaan berjalan.
Meski sempat diproses disipliner, Stokes dan Atkinson tetap disebut masuk dalam skuad untuk Test penentu di Trent Bridge. Laga tersebut dijadwalkan dimulai pada hari Kamis, dan Stokes dipulihkan sebagai kapten untuk pertandingan yang menentukan tersebut.
ECB menempatkan keputusan ini berdampingan dengan penilaian terpisah dari Cricket Regulator. Dalam hasil penyelidikan independen itu, dinyatakan bahwa Stokes dan Atkinson “have no further case to answer”. Artinya, tidak ada perkara tambahan yang harus mereka hadapi berdasarkan temuan regulator.
Berkaitan dengan insiden di lokasi, anggota staf keamanan Inggris mengalami luka dan membutuhkan perhatian medis setelah dipukul oleh pemain Saracens, Totoa Avuaa. Menurut pernyataan ECB, Avuaa menyerang Atkinson dan juga penjaga keamanan tersebut.
ECB juga menyampaikan kalimat penegasan yang menjadi bagian inti dari putusan, yakni: “No blame should be attached to the players for violent conduct at the nightclub”. Pernyataan tersebut disertai rincian bahwa Stokes “was not involved in the altercation and did not witness either incident”.
Lebih lanjut, ECB menyebut evidensi yang mereka lihat menunjukkan bahwa Atkinson menjadi korban serangan yang tidak diprovokasi. Dalam penilaian ECB, Atkinson “did not retaliate on either occasion”. Dengan kata lain, tidak ada pembalasan kekerasan yang diindikasikan dilakukan oleh Atkinson pada kedua kesempatan yang dinilai dalam investigasi.
Dengan demikian, kasus ini berada pada dua lapis penilaian: adanya pelanggaran “contractual obligations” yang membuat keduanya dikenai peringatan tertulis, tetapi status “blameless for violent conduct” menutup kemungkinan kesalahan kekerasan diarahkan kepada Stokes dan Atkinson. Keputusan akhir itu juga membuka jalan bagi Stokes untuk kembali memimpin tim pada Test penentu di Trent Bridge.
Dalam putusan tersebut, ECB membuat pemisahan yang jelas antara penilaian disipliner internal dan penilaian terkait insiden kekerasan. Kedua pemain memang dinilai tidak memenuhi kewajiban perilaku tertentu sesuai standar yang diharapkan tim, tetapi kesimpulan akhir menegaskan bahwa tuduhan kekerasan tidak diarahkan kepada mereka.
ECB juga merangkum gambaran peristiwa berdasarkan bukti yang diperiksa: Stokes disebut tidak terlibat dalam keributan dan tidak menyaksikan jalannya dua kejadian yang sedang ditelusuri. Sementara itu, Atkinson digambarkan sebagai pihak yang menerima serangan tanpa melakukan pembalasan, dan staf keamanan yang terluka membutuhkan penanganan medis. Setelah rangkaian proses itu berakhir, Stokes kemudian tetap dapat kembali memimpin pada Test penentu di Trent Bridge.












