Bisnis & Ekonomi

Emiten Infrastruktur Telekomunikasi MORA Bukukan Laba Bersih Hampir Rp 516 Miliar, Naik 96,5% pada 2025

×

Emiten Infrastruktur Telekomunikasi MORA Bukukan Laba Bersih Hampir Rp 516 Miliar, Naik 96,5% pada 2025

Sebarkan artikel ini
Emiten Infrastruktur Telekomunikasi MORA Bukukan Laba Bersih Rp 516 Miliar, Melonjak 96,5 Persen Money 15 Juni 2026
Ilustrasi: Emiten Infrastruktur Telekomunikasi MORA Bukukan Laba Bersih Rp 516 Miliar, Melonjak 96,5 Persen

jurnalistik.co.id – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) membukukan laba bersih mendekati Rp 516 miliar pada 2025.

Laba bersih tersebut naik 96,5 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp 263 miliar.

Pada saat yang sama, MORA mencatat peningkatan kinerja keuangan. Pendapatan segmen retail tumbuh sekitar 21 persen menjadi sekitar Rp 1,3 triliun, sedangkan pendapatan wholesale meningkat menjadi sekitar Rp 876 miliar.

EBITDA perseroan tercatat sekitar Rp 2 triliun, atau meningkat sekitar 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Performa operasional akhir 2025

Direktur Utama dan Chief Executive Officer PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman, menyampaikan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan didukung oleh ekspansi jaringan fiber optic, peningkatan basis pelanggan, serta penguatan kapasitas infrastruktur digital.

“Pada akhir tahun 2025, MORA mencatat peningkatan kinerja operasional yang signifikan. Jumlah homepass tumbuh sekitar 36 persen menjadi lebih dari 1 juta homepass dibandingkan 788.000 homepass pada tahun sebelumnya,” kata Timotius dalam Paparan Publik Tahunan di Grand Hyatt, Jakarta (15/6/2026).

Sejalan dengan pertambahan jumlah homepass, jumlah pelanggan ritel juga mengalami peningkatan sekitar 46 persen menjadi lebih dari 330.000 pelanggan. Di sisi lain, pelanggan segmen enterprise tumbuh sekitar 44 persen menjadi lebih dari 17.000 pelanggan.

Timotius juga memaparkan perkembangan infrastruktur. “Ini mencerminkan keberhasilan strategi Perseroan dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional,” ujar dia.

Pada 31 Desember 2025, panjang jaringan fiber optic mencapai sekitar 58.000 kilometer. Kapasitas bandwidth meningkat sekitar 18 persen menjadi sekitar 38 Tbps.

Perseroan menjaga momentum pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX, serta penguatan kapasitas jaringan untuk menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas ritel maupun enterprise.

“Kami melihat kebutuhan konektivitas yang terus meningkat sebagai peluang jangka panjang yang akan terus kami optimalkan melalui investasi infrastruktur yang berkelanjutan,” ujar Timotius.

Penggabungan usaha dan dampaknya

Pada 22 April 2026, perseroan menyelesaikan proses penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik sebagai bagian dari langkah strategis untuk mendukung agenda penguatan ekosistem infrastruktur digital nasional.

Melalui penggabungan tersebut, perseroan membentuk platform infrastruktur fiber optic terintegrasi berskala besar. Penggabungan usaha ini juga diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, memperluas cakupan layanan, memperkuat daya saing perseroan, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan, karyawan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pada 30 April 2026, setelah efektifnya penggabungan, jumlah homepass gabungan perseroan meningkat signifikan menjadi lebih dari 12,7 juta homepass.

Panjang jaringan fiber optic untuk backbone dan access menjadi lebih dari 166.000 kilometer. Pada periode yang sama, pelanggan ritel gabungan mencapai lebih dari 2,6 juta pelanggan, sementara pelanggan enterprise menjadi lebih dari 17.000 pelanggan.

Kenaikan laba bersih yang mendekati Rp 516 miliar juga sejalan dengan penguatan metrik kinerja perusahaan yang terlihat dari peningkatan pendapatan segmen retail dan wholesale. Dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, perseroan melaporkan EBITDA sekitar Rp 2 triliun, yang menunjukkan bahwa ekspansi usaha dan konsolidasi operasional turut menjaga performa keuangan tetap positif.

Dari sisi aktivitas operasional, perseroan menekankan bahwa pertumbuhan basis konektivitas turut mendorong bertambahnya pelanggan ritel maupun enterprise. Jumlah homepass yang terus bertambah, diikuti peningkatan pelanggan ritel menjadi lebih dari 330.000 dan pelanggan enterprise lebih dari 17.000, menggambarkan perluasan cakupan layanan yang didukung pengembangan jaringan fiber optic serta peningkatan kapasitas bandwidth hingga sekitar 38 Tbps.

Setelah penggabungan usaha yang efektif pada 30 April 2026, capaian homepass gabungan meningkat menjadi lebih dari 12,7 juta. Pada periode yang sama, panjang jaringan fiber optic untuk backbone dan access bertambah menjadi lebih dari 166.000 kilometer, sementara jumlah pelanggan ritel gabungan mencapai lebih dari 2,6 juta dan pelanggan enterprise tetap di atas 17.000, memperlihatkan skala layanan yang lebih terintegrasi bagi segmen pelanggan yang dilayani.