Entertainment

Benny Blanco Diet Pizza 5 Hari, Berat Badan Turun: Apa Alasannya?

×

Benny Blanco Diet Pizza 5 Hari, Berat Badan Turun: Apa Alasannya?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Benny Blanco Turun Berat Badan Setelah 5 Hari Makan Pizza, Kok Bisa?

jurnalistik.co.id – Benny Blanco baru-baru ini membagikan percobaan yang cukup ekstrem: ia memilih mengonsumsi pizza saja selama lima hari untuk menguji teorinya sendiri tentang penurunan berat badan. Produser musik sekaligus pasangan Selena Gomez itu ingin membuktikan bahwa seseorang tetap bisa turun timbangan meski makan apa pun.

Pada awal eksperimen, Benny menyebut beratnya berada di 152,2 pound (sekitar 69 kilogram). Setelah lima hari menjalani pola makan tersebut, angka timbangan menunjukkan perubahan: beratnya tercatat 147,5 pound (sekitar 66,9 kilogram).

Dari hasil itu, Benny mengalami penurunan sebesar 4,7 pound atau sekitar 2,1 kilogram. Ia menilai temuan singkat tersebut cukup untuk menjelaskan bahwa timbangan bisa bergerak cepat dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Namun, perubahan angka pada timbangan dalam kurun singkat tidak selalu berarti seseorang benar-benar kehilangan lemak dalam jumlah yang sama. Mengacu pada penjelasan yang menyertai unggahannya, dinamika tubuh bisa membuat berat terlihat turun tanpa menjamin komposisi lemak ikut berkurang secepat itu.

Benny memulai eksperimen ini dengan target yang jelas, lalu mendokumentasikan prosesnya melalui video TikTok dan Instagram yang diunggah pada 19 Agustus 2026. Dalam unggahan itu, ia menceritakan detail porsi yang ia makan setiap hari serta kendala yang ia temui selama menjalankan aturan yang ia buat sendiri.

Untuk percobaan tersebut, Benny memilih pizza keju dengan kulit tipis berukuran besar dari Domino’s sebagai satu-satunya makanan yang dikonsumsinya. Dengan pilihan yang spesifik, ia berupaya membuat eksperimen tetap konsisten selama lima hari berturut-turut.

Pada hari pertama, Benny menunjukkan satu potong pizza yang akan dimakannya. Ia juga menjelaskan bahwa potongan itu merupakan seperenam belas dari seluruh pizza yang dapat ia konsumsi pada hari tersebut.

Meski demikian, eksperimen tidak selalu berjalan mulus. Memasuki hari kedua, Benny mendapati beberapa potong pizza yang disiapkannya ternyata sudah dimakan orang lain di tempat kerja.

Ia kemudian menyampaikan keluhannya dengan kalimat, “Saya baru saja kembali bekerja dan seseorang memakan sekitar delapan potong pizza saya,”. Dari kejadian itu, terlihat bahwa kontrol terhadap porsi bukan perkara sederhana ketika makanan berada di lingkungan yang juga bisa diakses orang lain.

Pada hari kedua yang sama, Benny juga pergi bersama Selena ke sebuah restoran di Los Angeles. Di tengah situasi itu, Benny tetap menjalankan komitmennya: ia membawa pizza untuk tetap mematuhi aturan yang ia tetapkan.

Setelah dua hari mencoba pola yang sama, Benny mulai merasakan kebosanan. Pada hari ketiga, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak lagi menikmati makanan yang sama setiap hari.

“Saya lelah dengan pizza. Saya membenci hidup saya,” ujar Benny. Kalimat tersebut menandai titik ketika semangat percobaan mulai bergeser, meskipun ia tetap melanjutkannya hingga hari kelima.

Benny memilih bertahan meski bosan. Ia tidak menghentikan eksperimen ketika mulai terasa berat, melainkan membawa rencana yang ia mulai dari hari pertama sampai tuntas pada hari terakhir.

Di hari kelima, ia bahkan menggunakan humor untuk menggambarkan pengalamannya selama lima hari tersebut. Menurutnya, ada momen ketika ia seperti kehilangan konteks tentang identitas dirinya di luar pizza.

Ia menyampaikan candaan, “Saya bahkan tidak ingat siapa diri saya sebagai manusia. Seperti, bagaimana kehidupan sebelum pizza?” Dalam cara itu, Benny menggambarkan betapa dominannya pizza dalam kesehariannya selama periode percobaan.

Setelah menyelesaikan eksperimen, Benny mengatakan dirinya merasa baik dan memiliki semangat baru. Ia juga kembali menimbang berat badannya di akhir periode lima hari, dengan hasil yang ia sebutkan konsisten dengan angka yang ia catat sejak awal.

Pada penimbangan akhir, Benny menyebut angkanya menunjukkan 147,5 pound (sekitar 66,9 kilogram). Dengan demikian, penurunan 4,7 pound yang ia laporkan menjadi rangkuman hasil dari lima hari yang dijalani secara ketat.

Meski begitu, inti dari unggahan Benny bukan sekadar angka turun, melainkan gagasan tentang bagaimana tubuh bisa merespons perubahan pola makan dalam waktu singkat. Ia mencoba menegaskan bahwa mengonsumsi satu jenis makanan dalam periode tertentu ternyata tetap bisa membuat berat badan bergerak, setidaknya pada skala.

Meski demikian, ia juga menyertakan pengingat bahwa interpretasi timbangan perlu hati-hati. Sebab, penurunan cepat pada berat belum tentu menggambarkan perubahan lemak secara langsung dengan proporsi yang sama.

Dengan dokumentasi hari demi hari—mulai dari pengaturan porsi di hari pertama, gangguan potongan pizza di hari kedua, hingga momen bosan yang ia akui di hari ketiga—eksperimen Benny Blanco menjadi cerita tentang konsistensi, batas kenyamanan, dan respons tubuh dalam periode yang relatif singkat.

Pada akhirnya, Benny menutup prosesnya dengan perasaan yang ia sebut lebih baik setelah menyelesaikan tantangan tersebut. Dan dari pengalaman yang ia jalani selama lima hari, ia membawa kesimpulan pribadi bahwa teori penurunan berat badan tetap bisa terjadi, meski bentuk makanannya tampak tidak biasa.