jurnalistik.co.id – Instagram akan melakukan pembaruan pada identitas visualnya dalam waktu dekat, terutama pada bagian logo berbentuk tulisan (wordmark). Langkah ini muncul setelah desain lama dinilai sudah terasa ketinggalan zaman dan dipakai selama sekitar satu dekade.
Kabar tersebut disampaikan oleh Kepala Instagram, Adam Mosseri, melalui akun Instagram dan Threads pada Kamis (13/8/2026) malam waktu Indonesia. Dalam pengumumannya, Mosseri menggambarkan wordmark baru dengan penekanan bahwa tampilannya “lebih tajam dan modern”, sekaligus tetap mempertahankan referensi dari desain sebelumnya dengan kesan yang sederhana.
Dari pantauan awal, perubahan yang dilakukan tidak mengubah format dasar logo secara total. Logo Instagram masih mempertahankan susunan yang pada dasarnya serupa, namun font yang membentuk teks pada logo kini diganti sehingga tampilannya tampak berbeda dibanding edisi sebelumnya.
Menurut uraian yang beredar, gaya huruf pada logo baru Instagram dibuat menyerupai tulisan kursif. Beberapa lekukan pada huruf disebut menjadi lebih menonjol, termasuk pada huruf “s”, “r”, dan “g”.
Di ruang publik, bentuk huruf “r” juga memicu perhatian pengguna karena kemiripannya dengan karakter “z”. Sejumlah orang lalu melontarkan lelucon bahwa perubahan ini membuat nama Instagram terlihat seperti “Instagzam”, meski mereka tetap menilai merek Instagram sudah cukup dikenal sehingga pengenalan pengguna kemungkinan tidak banyak terdampak.
Selain respons humor, ada pula pengguna yang menyambut pembaruan tersebut. Banyak yang menilai logo baru terasa lebih segar dan memberikan kesan visual yang lebih modern dibanding versi yang telah lama digunakan.
Berdasarkan pantauan KompasTekno, logo baru ini sudah mulai muncul pada sebagian pengguna Instagram di Indonesia. Artinya, pembaruan wordmark tidak hanya sebatas pengumuman, tetapi juga sudah terlihat di tampilan akun pengguna.
Tak seperti perubahan identitas sebelumnya
Berita Terkait
Pembaruan kali ini juga disebut bukan kali pertama Instagram merombak tampilan mereknya. Instagram terakhir melakukan perubahan besar pada identitas visual pada tahun 2016.
Pada periode tersebut, perusahaan meninggalkan ikon kamera berwarna cokelat dengan garis pelangi. Setelah itu, mereka menggantinya dengan ikon bernuansa gradasi warna pink yang hingga kini masih digunakan.
Kali ini, ruang lingkup perubahan yang diumumkan terkait wordmark atau logo berbentuk tulisan. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi yang menyebut apakah Instagram juga akan memperbarui ikon aplikasi maupun elemen desain lainnya selain bagian wordmark.
Meta juga belum memberikan keterangan lanjutan mengenai kemungkinan pembaruan desain lain yang mengikuti perubahan wordmark tersebut. Dengan demikian, perubahan yang sudah dipastikan baru mencakup aspek teks pada logo, sementara detail kelanjutan identitas visual lainnya masih menunggu penjelasan dari pihak perusahaan.
Dengan mempertahankan susunan dasar logo, pembaruan yang diumumkan terlihat lebih bersifat penyegaran daripada pergantian total identitas. Perbedaan paling menonjol justru datang dari pemilihan huruf yang kini diganti, sehingga kesan yang muncul berubah tanpa harus mengubah konstruksi visual secara keseluruhan.
Reaksi publik pun beragam, namun tetap menunjukkan bahwa perubahan sekecil apa pun pada elemen merek mudah memancing perhatian. Di satu sisi, ada candaan dari pengguna yang menilai kemiripan bentuk huruf “r” dengan “z” membuat nama Instagram terdengar seperti “Instagzam”. Di sisi lain, sebagian orang menganggap pembaruan ini membuat tampilan merek lebih segar dan lebih relevan dengan tren visual yang lebih modern.
Jika dibandingkan dengan perubahan besar pada tahun 2016, Instagram saat itu melakukan perombakan yang terlihat lebih menyeluruh, termasuk penggantian ikon kamera. Pada pembaruan terbaru, arah yang disebutkan baru berfokus pada wordmark atau logo berbentuk tulisan, sehingga detail apakah elemen lain akan ikut disesuaikan masih belum terjawab.
Hingga saat ini, penjelasan yang tersedia memang menekankan bahwa pembaruan akan diterapkan dalam waktu dekat, sekaligus mengindikasikan sebagian pengguna di Indonesia sudah mulai melihat tampilan tersebut. Namun, tanpa keterangan lanjutan dari pihak Meta, jangkauan perubahan lanjutan di luar bagian teks logo tetap menjadi bagian yang ditunggu dari informasi resmi berikutnya.












