jurnalistik.co.id – Gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sigi dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), turut dirasakan hingga Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Di Mamuju, getaran dilaporkan terasa kuat, sementara warga di Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju Tengah merasakannya dengan intensitas yang sebanding.
Selain memicu kepanikan di tengah warga, guncangan ikut memengaruhi situasi di sejumlah fasilitas kesehatan di Mamuju.
Evakuasi pasien dan respons rumah sakit
Getaran gempa mendorong keluarga pasien dan tenaga medis di beberapa rumah sakit mengambil langkah antisipasi dengan mengevakuasi pasien keluar gedung.
Langkah itu diambil karena kekhawatiran bangunan mengalami kerusakan, terutama setelah suasana berubah menjadi cemas.
Momen evakuasi terekam dalam sejumlah video yang kemudian beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana di Rumah Sakit Regional Mamuju serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat sekitar pukul 11.30 Wita.
Evakuasi juga terjadi sebagai respons cepat terhadap getaran yang terasa beberapa detik.
Ardi, salah satu kerabat pasien di RSUD Sulbar, mengatakan keluarganya segera membawa pasien keluar gedung setelah merasakan guncangan yang cukup kuat.
Ia menilai keluarganya perlu bertindak seketika agar tidak menunggu sampai ada kepastian lanjutan terkait kondisi bangunan.
"Gempanya cukup kuat. Ada beberapa detik jadi kami khawatir kalau nanti terjadi apa-apa sampai kami pindahkan nenek ke tempat terbuka," ujar Ardi kepada Kompas.com, Selasa siang.
Menurut Ardi, getaran gempa berlangsung sekitar lima hingga enam detik dan membuat keluarga pasien khawatir akan potensi bahaya lanjutan.
Dengan durasi tersebut, keluarga pasien memilih memindahkan pasien ke lokasi terbuka sebagai langkah pencegahan.
Belum ada laporan kerusakan, warga diminta tetap waspada
Sampai saat kejadian ini diberitakan, belum ada laporan kerusakan akibat gempa dari kabupaten-kabupaten di Sulawesi Barat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa kondisi pascagempa masih aman terkendali.
"Untuk dampak dari pasca gempa ini, belum ada laporan dari BPBD kabupaten dan masyarakat. Untuk kondisi masih aman terkendali," kata Yasir kepada Kompas.com melalui WhatsApp.
Meski demikian, Yasir mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah maupun gedung.
Ia juga meminta warga tidak mudah mempercayai atau menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Yasir menegaskan informasi resmi terkait aktivitas kegempaan dan penanganan darurat hanya diperoleh melalui BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
"Masyarakat diharapkan tenang, saling membantu, dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Ikuti arahan petugas dan pantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah," ujar Yasir.
Himbauan tersebut dimaksudkan agar penanganan darurat berjalan tertib dan warga tidak terjebak kabar yang belum jelas sumbernya.
Di tengah situasi itu, evakuasi yang terjadi di lingkungan rumah sakit menjadi salah satu gambaran respons cepat ketika guncangan dirasakan kuat.
Warga di Mamuju dan daerah sekitar memilih berada di luar gedung sembari menunggu kepastian perkembangan, termasuk evaluasi kondisi bangunan dan informasi resmi pascagempa.
Dengan belum adanya laporan kerusakan hingga saat yang sama, otoritas terus mendorong masyarakat agar tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan memantau perkembangan melalui kanal resmi.
Setelah getaran berlalu, banyak warga tetap memilih berada di luar bangunan untuk sementara waktu. Pilihan itu muncul karena kebutuhan menunggu informasi lanjutan sekaligus memastikan langkah keselamatan berjalan sesuai arahan.
Di lingkungan rumah sakit, kekhawatiran terhadap kemungkinan kerusakan menjadi alasan utama respons cepat. Keluarga pasien dan tenaga medis mengambil tindakan antisipatif dengan memindahkan pasien ke area terbuka, agar risiko lanjutan bisa diminimalkan selama kondisi belum jelas.
Dalam perkembangan pascagempa, otoritas menekankan agar masyarakat tidak terpancing isu yang tidak terverifikasi. Warga diminta tetap tenang, saling membantu, dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga sambil mengikuti arahan petugas.
Selain itu, masyarakat juga diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah maupun gedung. Hingga informasi ini disampaikan, belum ada laporan kerusakan yang tercatat, namun imbauan kewaspadaan tetap menjadi bagian dari respons bersama.









