jurnalistik.co.id – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka membagikan hadiah kepada lima peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV Nasional di GOR Borarsi, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (20/6/2026) malam. Hadiah itu diberikan saat ia memulai pidatonya di lokasi kegiatan.
Di momen tersebut, Gibran meminta stafnya untuk memanggil lima perwakilan peserta agar maju ke depan. Ia menyampaikan bahwa hadiah sudah disiapkan, lalu mengarahkan proses agar setiap perwakilan dapat tampil dan berinteraksi langsung.
Kelima anak dari berbagai usia kemudian naik ke atas panggung. Setelah semuanya berada di depan, Gibran menanyakan nama serta asal mereka satu per satu. Percakapan berlangsung sederhana, namun memberi ruang agar para peserta bisa menunjukkan minat dan kemampuan mereka di hadapan Wapres.
Salah satu peserta memperkenalkan diri dengan nama Tenia. Ia menyampaikan bahwa Tenia duduk di kelas 4 SD dan berasal dari Manokwari. Tenia juga menceritakan bahwa ia menari tari-tari tifa, sebuah pengenalan yang langsung membuat suasana acara lebih hangat.
Gibran menanggapi cerita Tenia dengan pertanyaan untuk memastikan kesiapan dan keberanian peserta. Ia bertanya apakah Tenia bisa menari, sekaligus menyodorkan kemungkinan lain, yakni menampilkan permainan tifa. Respons Tenia kemudian menegaskan bahwa ia siap menunjukkan kemampuannya, sesuai arahan yang diberikan.
Tenia lantas menampilkan sebuah tarian sambil memukul tifa. Gibran terlihat memberi apresiasi setelah penampilan tersebut, termasuk dengan dorongan agar Tenia tidak merasa malu. Ia menyampaikan bahwa penampilan yang diberikan dinilai menarik, sehingga peserta merasa didukung untuk tampil percaya diri.
Setelah berdialog dengan kelima peserta, Gibran melanjutkan dengan pemberian hadiah. Ia memberikan tiga sepeda untuk anak-anak yang masih kecil, dengan penekanan pada kesempatan bagi mereka untuk memiliki dan mencoba sepeda yang disiapkan.
Dalam proses pemberian itu, Gibran menanyakan apakah anak-anak benar-benar ingin mendapatkan sepeda dan apakah mereka mampu mengendarainya. Jawaban para peserta kemudian menjadi bagian penting dalam interaksi tersebut—mereka menyatakan bisa dan siap, meski sepeda yang diberikan terlihat lebih besar.
Dengan rangkaian pertanyaan, penampilan singkat, hingga pemberian hadiah, momen Pesparawi XIV Nasional di Manokwari tersebut tidak hanya menjadi ajang penampilan, tetapi juga ruang pertemuan yang memberi pengalaman langsung bagi peserta. Interaksi yang terjadi di depan panggung memperlihatkan bahwa hadiah yang diberikan melekat pada dialog dan penguatan semangat bagi para peserta yang tampil pada malam itu.
Interaksi tersebut berlangsung bergantian antara arahan dan tanya jawab. Setelah lima peserta berdiri di depan, Wapres tidak hanya mendengar perkenalan, tetapi juga memberi ruang agar mereka menjawab dengan bahasa dan cara masing-masing, sehingga suasana terasa lebih akrab dan tidak sekadar seremoni.
Pada bagian awal pembicaraan, Gibran menanyakan identitas serta daerah asal para peserta satu per satu. Pola dialog seperti itu membuat momen penghormatan menjadi lebih personal. Para peserta pun tampak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan minat yang selama ini mereka latih, baik melalui cerita maupun ekspresi saat menjawab pertanyaan.
Saat Tenia tampil, perhatian penonton dan tamu di lokasi ikut terarah pada kemampuan yang ditunjukkan. Gibran tampak memberikan respons positif setelah penampilan selesai, sekaligus menguatkan agar Tenia tetap percaya diri. Arahan dan apresiasi yang disampaikan tersebut seolah menjadi bagian yang menyatu dengan rangkaian acara, dari percakapan hingga penampilan singkat.
Usai sesi tanya jawab dan aksi panggung, pemberian hadiah kemudian menjadi penutup yang tetap terhubung dengan dialog. Gibran menegaskan bahwa hadiah diberikan sebagai dukungan agar para peserta dapat mencoba dan merasakan langsung fasilitas yang disiapkan. Ia juga memastikan, melalui pertanyaan lanjutan, bahwa penerimaan hadiah disertai kemauan dan kesiapan untuk menggunakannya.












