jurnalistik.co.id – JAKARTA — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menjalankan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026). Ia hadir bersama putra sulungnya, Jan Ethes, dan keduanya terlihat berada di ruang utama masjid sejak pelaksanaan ibadah dimulai.
Dalam pantauan di lokasi, Gibran dan Jan Ethes sama-sama mengenakan baju koko berwarna hijau muda. Keduanya duduk di saf barisan pertama, sehingga kehadiran mereka terlihat langsung di tengah jamaah yang sudah lebih dulu memenuhi area salat.
Gibran tampak duduk bersebelahan dengan Jan Ethes dan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Susunan duduk di barisan depan itu menunjukkan bahwa Wakil Presiden mengikuti rangkaian ibadah bersama para tokoh yang juga hadir di Masjid Istiqlal pada pagi hari yang sama.
Pelaksanaan shalat Idul Adha dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Sejak awal, jamaah yang datang ke masjid nasional tersebut mengikuti ibadah dengan tertib, sementara sejumlah pejabat negara dan tamu undangan juga menempati saf yang telah disiapkan.
Selain Gibran, sejumlah pejabat turut menunaikan shalat di Masjid Istiqlal. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Hukum Supratman, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, hingga sejumlah duta besar negara sahabat yang hadir dalam momentum ibadah tersebut.
Kehadiran para pejabat itu membuat pelaksanaan ibadah di Istiqlal berlangsung dalam suasana yang khidmat. Meski masing-masing hadir dengan agenda kenegaraan yang berbeda, mereka tetap berada dalam satu barisan untuk melaksanakan shalat Idul Adha bersama jamaah lainnya.
Dilihat dari siaran pers Masjid Istiqlal, khatib shalat Idul Adha pada pagi itu adalah Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. H. Hamdan Juhannis. Sementara itu, imam shalat Idul Adha di Istiqlal adalah Ahmad Anshoruddin Ibrahim.
Tema khotbah yang disampaikan dalam shalat pagi itu adalah “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”. Tema tersebut menjadi penegasan arah pesan ibadah yang tidak hanya berkaitan dengan aspek ritual, tetapi juga membawa semangat kepedulian yang lebih luas.
Dengan hadir bersama Jan Ethes dan duduk di saf barisan pertama, Gibran menjadi salah satu sosok yang paling terlihat dalam pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Kehadirannya bersamaan dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan sejumlah pejabat lain menandai ibadah yang berlangsung serentak bersama para tokoh negara serta jamaah umum.
Rangkaian ibadah di Masjid Istiqlal pagi itu pun berjalan dengan tertib sejak awal hingga khotbah selesai. Pada momen tersebut, perhatian jamaah tertuju pada pelaksanaan salat yang dipimpin imam Ahmad Anshoruddin Ibrahim dan disampaikan khatib Prof. H. Hamdan Juhannis, sementara tema yang diangkat menekankan pentingnya menjaga spirit qurban, alam, dan kemanusiaan.
Di tengah suasana masjid yang dipenuhi jamaah, kehadiran Wakil Presiden bersama putranya menambah sorotan terhadap pelaksanaan ibadah di masjid kebanggaan nasional itu. Namun pada saat yang sama, seluruh rangkaian tetap berlangsung sebagai ibadah bersama yang diikuti para pejabat, duta besar negara sahabat, dan masyarakat yang hadir sejak pagi.
Suasana ibadah yang berlangsung rapi sejak awal juga memperlihatkan bahwa agenda kenegaraan tidak mengurangi kekhusyukan jamaah. Para tokoh yang hadir tetap mengikuti rangkaian salat Idul Adha sebagaimana jamaah lainnya, sehingga momentum pagi itu terasa menyatu dalam satu suasana ibadah yang tenang dan tertib.
Di sisi lain, tema khotbah yang menyoroti qurban, alam, dan kemanusiaan memberi penekanan bahwa peringatan Idul Adha tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah semata. Pesan yang disampaikan pagi itu memperluas makna perayaan, sekaligus mengajak jamaah untuk melihat nilai qurban dalam konteks yang lebih luas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.








