Entertainment

Tarzan Srimulat Berduka atas Temon, Dikenal Ceria, Tegas, dan Cerdas—Lulusan UI

×

Tarzan Srimulat Berduka atas Temon, Dikenal Ceria, Tegas, dan Cerdas—Lulusan UI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tarzan Srimulat Kenang Sosok Temon: Humoris, Tegas dan Pintar

jurnalistik.co.id – Pelawak Toto Muryadi yang dikenal sebagai Tarzan Srimulat menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya sesama komedian Simson Rarameha Ngadang, atau Temon.

Tarzan menyampaikan pengakuan itu saat ditemui di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026). Ia mengingat sosok Temon sebagai pribadi yang selama ini terlihat dekat, sekaligus menjadi bagian dari kebersamaan mereka.

Menurut Tarzan, Temon dikenal memiliki karakter yang menonjol: humoris, tegas, dan cerdas. Ia bahkan menyebut Temon sebagai pelawak yang berpendidikan.

“Ya orangnya humoris, tegas, dan pintar emang ya. Maklum dia lulusan UI,” tutur Tarzan di lokasi pemakaman.

Tarzan mengaku sempat sangat terkejut ketika mengetahui kabar Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026). Selama ini, ia tidak pernah mendapat informasi bahwa Temon sedang mengalami sakit.

“Jadi saya kaget juga itu, tadinya kan banyak bercanda. Ketemu kan sehat-sehat, saya tidak pernah mendengar dia sakit loh,” ungkapnya.

Dalam ingatannya, salah satu hal yang paling sulit ia lupakan dari Temon adalah kebiasaan bercanda setiap kali mereka bertemu. Bagi Tarzan, hal tersebut menjadi ciri yang melekat dari cara Temon menjalin suasana.

Tarzan juga menceritakan bahwa Temon kerap diminta bantuan saat dirinya harus menyusun materi atau makalah untuk berbagai undangan acara komedi. Ia menyampaikan bahwa kontribusi Temon bukan sebatas memberi masukan singkat, melainkan ikut mengembangkan isi dari bahan yang ia siapkan.

“Saya kadang-kadang membuat makalah, minta tolong Temon dulu. Saya memberi intinya, tapi pengembangannya itu Temon. Ini tidak bisa saya lupakan,” ujar Tarzan.

Terakhir bertemu dan harapan untuk Temon

Tarzan mengungkap bahwa pertemuan terakhir dengan Temon terjadi ketika ia menghadiri sebuah kegiatan di Balai Rakyat di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada tahun 2025. Saat itu, kondisi Temon terlihat sehat.

Ia menilai Temon sebagai sosok yang menyenangkan untuk diajak berbagi cerita dan tawa. Kenangan tentang respons dan suasana yang diciptakan Temon itu, menurut Tarzan, terus membekas meski kabar kepergiannya datang mendadak.

“Semoga ditempatkan di sisi Tuhan, kesalahannya dimaafkan. Itu saja harapannya,” kata Tarzan.

Temon meninggal dunia karena serangan jantung. Temon sempat dilarikan ke RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, sebelum akhirnya meninggal.

Jenazah Temon kemudian disemayamkan di rumah duka GPIB Effatha, Melawai, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/7/2026). Setelah itu, jenazah dijadwalkan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada siang hari ini, dengan liang lahat yang masih digali.

Bagi Tarzan, proses pemakaman yang berlangsung di lokasi itu menjadi momen untuk menutup rangkaian ingatan tentang Temon—tentang humor yang hadir di setiap pertemuan, ketegasan dalam karakter, serta kecerdasan yang membuat dirinya selalu dihormati di kalangan rekan-rekan sesama pelawak.

Di tengah suasana pemakaman yang terasa berat, Tarzan memilih bertahan pada ingatan yang selama ini ia simpan tentang Temon. Ia menggambarkan bagaimana kedekatan mereka selama pergaulan sebagai sesama komedian membuat setiap pertemuan tak pernah lepas dari candaan yang mencairkan suasana.

Tarzan juga menuturkan bahwa Temon kerap hadir bukan hanya sebagai teman yang mudah diajak bercanda, tetapi juga sebagai sosok yang bisa diandalkan ketika diminta menyusun materi komedi. Bahan yang Tarzan siapkan ia jadikan pijakan, lalu Temon mengembangkan hingga menjadi isi yang lebih rapi dan berbobot, sehingga gagasan awal benar-benar matang.

Dalam pandangannya, cara Temon menyampaikan sesuatu selalu punya arah: humor yang keluar tetap terukur, sekaligus disertai ketegasan dan kecerdasan yang membuat orang lain merasa dihargai. Karena itu, Tarzan merasa kenangan tersebut akan terus hidup, terutama saat kabar kepergian datang secara mendadak.

Tarzan turut mengingat rangkaian peristiwa sejak kabar serangan jantung itu sampai proses pemakaman digelar. Temon sempat dilarikan ke RSUD Mampang Prapatan, lalu disemayamkan di rumah duka GPIB Effatha sebelum akhirnya dijadwalkan dimakamkan di TPU Tanah Kusir siang ini, dengan liang lahat yang masih disiapkan.