Daerah

Gibran Sumbang Dua Sapi 850 Kilogram untuk Penyintas Banjir di Aceh

0
×

Gibran Sumbang Dua Sapi 850 Kilogram untuk Penyintas Banjir di Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wapres Gibran Sumbang 2 Sapi Seberat 850 Kilogram untuk Penyintas Banjir Aceh

jurnalistik.co.id – LHOKSUKON — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyerahkan dua sapi masing-masing berbobot 850 kilogram untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut menjadi dukungan menjelang tradisi meugang, yang di sejumlah wilayah Aceh biasanya sangat dinantikan warga, terlebih oleh masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah terdampak banjir.

Di Aceh Timur, bantuan itu telah diterima di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, lalu diserahkan kepada pengurus Masjid Syuhada Simpang Jernih. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan bantuan hewan kurban itu sudah sampai ke tangan masyarakat dan pengurus masjid setempat.

“Bantuan hewan qurban itu telah diterima langsung oleh masyarakat dan pengurus Masjid Syuhada Simpang Jernih Aceh Timur. Kami berterima kasih atas perhatian Wapres untuk masyarakat pedalaman Aceh Timur,’ ujar Al-Farlaky.

Ia menyebutkan, bantuan tersebut didistribusikan langsung oleh Pemerintah Provinsi Aceh. Dengan begitu, penyaluran dilakukan melalui jalur yang melibatkan pemerintah daerah, sebelum akhirnya diterima oleh warga yang berhak di lokasi tujuan.

Sementara itu, untuk wilayah Aceh Utara, sapi jenis limosin itu diserahkan ke Desa Alue Dua, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Camat Langkahan, T Reza Ichwan, mengatakan bantuan untuk penyintas banjir itu juga disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Aceh dan telah tiba di desa tersebut.

“Bantuan Wapres untuk meugang penyintas banjir diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Aceh. Tadi sudah tiba dan diserahkan ke aparat Desa Alue Dua. Di desa itu sekitar 270 kepala keluarga (KK) penduduknya,” ujar T Reza.

Menurut dia, bantuan itu diperkirakan cukup untuk dikonsumsi seluruh warga desa tersebut. Keterangan itu menunjukkan bahwa distribusi sapi tidak hanya dimaknai sebagai bantuan simbolik, tetapi juga diproyeksikan bisa menjangkau kebutuhan warga dalam jumlah yang cukup luas di desa itu.

Sapi-sapi tersebut dibeli dari peternakan sapi di Kabupaten Aceh Besar, lalu dibawa ke Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur. Dengan demikian, hewan yang disalurkan untuk warga terdampak tetap berasal dari Aceh dan kemudian dibagikan ke wilayah yang membutuhkan.

“Peternakannya di Aceh Besar. Jadi tetap sapi asal Aceh yang didistribusikan. Kami berterima kasih atas dukungan Wapres untuk masyarakat penyintas banjir,” katanya.

Baik Desa Simpang Jernih di Kabupaten Aceh Timur maupun Desa Alue Dua di Kabupaten Aceh Utara berada di pedalaman dan di pinggir kawasan hutan. Kedua desa itu disebut sebagai wilayah yang paling parah hancur saat banjir melanda Aceh pada 26 November 2026 lalu, sehingga bantuan apa pun yang masuk ke daerah tersebut menjadi perhatian besar warga setempat.

Dalam foto yang menyertai laporan itu tampak sapi kurban dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Senin (25/6/2026). Penyaluran hewan kurban tersebut sekaligus menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap penyintas banjir di wilayah pedalaman Aceh, yang hingga kini masih merasakan dampak dari bencana besar itu.

Di tengah kondisi pascabanjir, bantuan hewan kurban itu juga memberi makna sosial yang lebih luas bagi warga. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi kebutuhan meugang, tetapi ikut menghadirkan rasa diperhatikan di tengah situasi sulit yang masih dirasakan masyarakat pedalaman. Bagi warga yang terdampak, penyaluran seperti ini menjadi penanda bahwa pemulihan tidak hanya soal perbaikan fisik, melainkan juga soal menjaga semangat kebersamaan.

Karena disalurkan melalui perangkat daerah hingga sampai ke desa tujuan, bantuan tersebut memperlihatkan adanya alur distribusi yang tertib sebelum diterima langsung oleh masyarakat. Cara penyaluran itu membuat hewan kurban dapat menjangkau warga yang memang membutuhkan, sekaligus memastikan bantuan tidak berhenti pada seremoni semata. Di dua desa yang disebut paling terdampak, dukungan itu diharapkan dapat membantu warga merasakan kembali suasana meugang dengan lebih layak.