jurnalistik.co.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membangun sekolah darurat sebagai pengganti SD Negeri Sarah Gala yang hancur akibat banjir pada 26 November 2025. Pembangunan pengganti itu terpaksa tertahan karena persoalan legalitas lahan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
SD Negeri Sarah Gala berada di Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Sejak bencana melanda, sekolah tersebut belum bisa dibangun kembali karena terkendala legalitas tanah.
Dalam masa penantian, proses belajar mengajar berlangsung di tenda-tenda. Namun, kondisi darurat yang dipakai selama ini kembali terganggu setelah tenda-tenda mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Untungnya, saat kondisi tersebut terjadi, para siswa sedang berada pada masa libur tahun ajaran baru. Situasi ini memberi ruang waktu untuk menyiapkan alternatif ruang belajar agar kegiatan sekolah bisa berjalan kembali.
Untuk menjaga kelangsungan pendidikan, Pemkab Aceh Timur menyiapkan pembangunan ruang kelas darurat. Targetnya, kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan sambil menunggu penyelesaian legalitas tanah dan realisasi pembangunan permanen.
Ruang kelas darurat yang akan dibangun terdiri dari beberapa titik lokasi di wilayah terdampak. Pemkab akan menyiapkan empat ruang di Dusun Rantau Panjang Rubek, lima ruang di Dusun Sarah Gala, serta satu unit rumah guru.
Langkah percepatan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky. Ia menyebut telah berkomunikasi dengan kepala desa terkait proses dokumen lahan agar tidak terlalu lama menghambat pembangunan.
“Saya sudah bicara langsung dengan kepala desa, ditargetkan satu pekan ini rampung soal sertifikat lahan. Dana pembangunan sekolah yang hancur itu bersumber dari program revitalisasi sekolah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dananya sudah tersedia,” ujar Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, Rabu (1/7/2026).
Menurut Bupati, setelah sertifikat lahan selesai, proses lanjutan pembangunan dapat segera berjalan. Harapannya, program pembangunan sekolah permanen dapat dimulai pada bulan depan untuk mengakhiri masa belajar darurat di lokasi pedalaman itu.
Selain menyiapkan sekolah darurat, Pemkab juga terus melakukan penataan agar proses revitalisasi tidak berhenti di satu titik. Pemkab mengupayakan agar dokumen dan persyaratan yang diperlukan dapat dipenuhi sehingga pembangunan permanen tidak terulang mengalami penundaan.
“Program revitalisasi sekolah ini konsepnya sebagian pembangunan dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh kepala sekolah sehingga proses pengerjaannya dapat berlangsung lebih cepat,” kata Bupati.
Pernyataan tersebut menggambarkan strategi yang digunakan dalam program revitalisasi. Mekanisme swakelola oleh kepala sekolah diharapkan membuat tahapan pelaksanaan menjadi lebih cepat, sehingga sekolah yang terdampak bencana bisa segera kembali menjalankan fungsi utamanya.
Bupati juga menegaskan target penyelesaian revitalisasi. Ia berharap proses revitalisasi sekolah berjalan lancar dan selesai tepat waktu pada awal Desember 2026.
Di sisi lain, perhatian tidak hanya diarahkan pada SD Negeri Sarah Gala. Untuk sekolah lain yang ikut rusak saat banjir, Pemkab menyampaikan bahwa telah mengajukan usulan dalam program revitalisasi sekolah kepada kementerian.
Dengan cara itu, sejumlah sekolah yang terdampak dapat diproses secara bertahap tanpa kehilangan arah kebijakan. Pemkab tetap menjaga keterkaitan antara kebutuhan darurat saat ini dan skema pembangunan yang lebih permanen dalam periode program berjalan.
Dalam penanganan masa transisi, Pemkab juga berfokus pada kenyamanan belajar. Bupati menyebut bahwa pekerjaan berikutnya adalah mendorong pengadaan perlengkapan dan sarana pendukung, termasuk mobiler.
“Pekerjaan rumah kita berikutnya yaitu mendorong pengadaan mobiler dan sarana pendukung lainnya agar anak-anak Aceh Timur dapat kembali belajar dengan nyaman seperti sediakala,” ucap Al Farlaky.
Dengan demikian, pembangunan ruang kelas darurat diposisikan sebagai jembatan. Sementara legalitas lahan diselesaikan dan pembangunan permanen menunggu tahap realisasi, pembelajaran di sekolah dapat tetap berlangsung dengan fasilitas yang lebih layak dibanding tenda darurat yang sebelumnya dipakai.
Pemkab Aceh Timur berharap rangkaian tahapan ini tidak memanjang terlalu lama. Jika sertifikat lahan sesuai target dapat selesai dalam satu pekan, maka progres pembangunan sekolah permanen diharapkan dapat segera dimulai pada bulan depan.









