Olahraga

Gowes Bareng Pesepeda Asal Iran, Pegiat Sepeda: Perdamaian Dunia Membuat Hidup Lebih Tenang

0
×

Gowes Bareng Pesepeda Asal Iran, Pegiat Sepeda: Perdamaian Dunia Membuat Hidup Lebih Tenang

Sebarkan artikel ini
Gowes Bareng Pesepeda Iran, Pegiat Sepeda: Perdamaian Dunia Bikin Hidup Lebih Tenang News 14 Juni 2026
Ilustrasi: Gowes Bareng Pesepeda Iran, Pegiat Sepeda: Perdamaian Dunia Bikin Hidup Lebih Tenang

jurnalistik.co.id – Komunitas pegiat sepeda di Jakarta menggelar gowes bersama pesepeda asal Iran, Arezoo Eskandari (35), di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan dimulai sejak pagi hari dan berlangsung dengan suasana pertemanan antara peserta lokal dan tamu dari luar negeri.

Sejak pukul 07.20 WIB, sekitar 35 pesepeda sudah berkumpul di titik awal kawasan Epiwalk, Kuningan. Di lokasi, mereka saling menyapa, mengecek perlengkapan masing-masing, sekaligus menunggu kedatangan Arezoo yang telah dinantikan sejak awal.

Pantauan di lapangan menunjukkan peserta tampak menyiapkan perlengkapan bersepeda sebelum rombongan mulai bergerak. Mereka juga terlihat berdiskusi mengenai kesiapan perjalanan serta memastikan alat dan perlengkapan pendukung dalam kondisi siap digunakan.

Arezoo tiba sekitar pukul 07.33 WIB. Saat ia datang, perhatian segera tertuju pada sepeda yang digunakannya dan kelengkapan yang terpasang di rangka maupun bagian depan.

Pesepeda perempuan berusia 35 tahun itu mengayuh sepeda bertangkai besi berwarna hitam. Ia tampil menonjol dengan jersey berwarna hijau, putih, dan merah yang menyerupai warna bendera negaranya.

Arezoo juga mengenakan helm putih serta celana panjang bersepeda berwarna hitam. Penampilannya dibuat rapi dan fungsional, selaras dengan perlengkapan yang menunjukkan bahwa ia menempuh perjalanan dalam jarak panjang lintas negara.

Sepeda Arezoo terlihat penuh perlengkapan, terutama pada tas-tas yang terpasang di sisi kanan dan kiri. Di kedua sisi, terdapat tas besar berwarna hitam yang menambah kesan bahwa sepeda tersebut siap untuk mengangkut kebutuhan selama perjalanan.

Selain tas besar, terlihat pula adanya tas tambahan dan perangkat navigasi di bagian depan setang. Susunan perlengkapan tersebut membuat sepedanya tampak seperti “rumah berjalan” yang bisa menopang aktivitas selama menempuh rute.

Total beban yang dibawanya diperkirakan mencapai sekitar 60 kilogram. Dengan jumlah muatan sebesar itu, perhatian peserta ikut terfokus pada bagaimana Arezoo membawa perlengkapan sekaligus menjaga keseimbangan dan kenyamanan saat bersepeda.

Lebih dari itu, terdapat enam bendera kecil yang terpasang di sepeda. Enam bendera tersebut menandai negara-negara yang telah ia lewati selama perjalanan, yakni China, Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Di bagian belakang sepeda, bendera Iran tetap terpasang sebagai identitas asal Arezoo. Kehadiran bendera-bendera tersebut membuat perjalanan yang ia tempuh terlihat memiliki jejak lintas wilayah yang jelas.

Sepanjang momen setelah kedatangannya, Arezoo beberapa kali menyapa pesepeda lain dan warga yang ditemui selama kegiatan. Senyum yang terus tampak di wajahnya menjadi bagian yang menonjol dalam interaksi dengan peserta yang berada di sekitar jalur gowes.

Ketika kesempatan muncul, Arezoo juga melayani permintaan foto dari peserta. Proses tersebut berlangsung bergantian, sehingga suasana tetap terasa santai meski kegiatan dimulai dari titik kumpul yang sudah disiapkan sejak pagi.

Keberadaan Arezoo di antara komunitas pegiat sepeda Jakarta membuat acara tersebut terasa sebagai pertemuan lintas negara. Peserta lokal mendapatkan kesempatan menyaksikan langsung tampilan sepeda yang sarat perlengkapan sekaligus mendengar suasana perjalanan dari penyajiannya.

Gowes bersama ini tidak hanya menampilkan kegiatan bersepeda, tetapi juga memperlihatkan cara Arezoo membawa pesan perdamaian melalui rangkaian perjalanan yang telah ditempuh. Di setiap rincian yang tampak di sepeda—mulai dari warna jersey, helm, muatan, hingga bendera-bendera kecil—terlihat bahwa perjalanan yang ia jalani memiliki tujuan dan makna yang melekat.

Di tengah kesiapan peserta yang berkumpul lebih awal, kedatangan Arezoo sekitar pukul 07.33 WIB menjadi penanda dimulainya momen utama pertemuan. Setelah itu, interaksi yang hangat terus terjadi melalui sapaan dan kesempatan berfoto, sembari pesepeda dari komunitas setempat mengamati perlengkapan yang dibawa tamu dari Iran.

Dengan seluruh pengaturan sepeda yang terlihat lengkap serta rangkaian bendera yang menandai negara yang telah dilalui, Arezoo membawa gambaran perjalanan lintas batas ke dalam kegiatan yang digelar di Kuningan. Acara ini akhirnya menjadi satu pertemuan yang mempertemukan kebiasaan gowes komunitas lokal dengan kisah perjalanan Arezoo yang telah menempuh rute dari beberapa negara hingga tiba di Jakarta.