jurnalistik.co.id – Kamis (18/6/2026), seorang pria mengamuk dengan membawa senjata tajam di Jalan Raya Makrampai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Peristiwa itu bermula dari keributan di sebuah bengkel di tepi jalan, sebelum akhirnya pria tersebut turun ke badan jalan dan membuat pengendara panik.
Warga setempat menyebut pria itu diduga mengalami gangguan kejiwaan. Ia kemudian bergerak sambil menenteng parang dan berhadapan dengan situasi di sekitar lokasi, hingga akhirnya polisi bersama warga berhasil mengamankan yang bersangkutan setelah sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Keributan di bengkel sebelum ke jalan raya
Sebelum mengamuk di jalan raya, pria tersebut diketahui terlebih dahulu membuat keributan di bengkel yang berada di sekitar Jalan Raya Makrampai. Warga Kecamatan Tebas, Agus, mengatakan pria itu menendang dan menjatuhkan sejumlah barang di bengkel sebelum kemudian bergerak menuju jalan raya.
Agus juga menjelaskan bahwa status gangguan yang dialami pria tersebut belum dapat dipastikan. Ia mengatakan, “Belum diketahui apakah memang mengalami gangguan jiwa atau tidak. Yang jelas banyak warga sekitar tidak mengenal orang tersebut,” ujar Agus, dikutip dari Tribun Pontianak, Kamis.
Menurut Agus, kekhawatiran warga meningkat ketika pria itu keluar dari area bengkel sambil membawa parang. Agus menceritakan pengalamannya saat melintas, “Saya hanya kebetulan lewat. Saat melihat dia membawa parang dan mengamuk di tengah jalan, tentu kami merasa takut. Sebelumnya dia juga sempat membuat keributan di bengkel pinggir jalan dan menjatuhkan drum yang ada di sana,” sambungnya.
Beraksi di Jalan Raya Makrampai
Setelah berada di Jalan Raya Makrampai, pria itu terlihat berjalan sambil menenteng parang. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ia juga sempat memukul beberapa kendaraan yang melintas sehingga pengguna jalan memilih menjauh dari lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi pada jam aktivitas pagi, saat banyak warga sedang berangkat bekerja maupun menjalankan kegiatan sehari-hari. Salah seorang saksi, Ari, mengaku terkejut karena pada saat yang sama ia sedang menuju tempat kerjanya.
Dalam kesaksiannya, Ari menyampaikan, “Saya kebetulan sedang berangkat kerja. Di tengah perjalanan saya melihat ada seorang pria mengamuk sambil membawa parang. Informasinya warga dari daerah Sepinggan, tetapi saya juga tidak tahu pasti,” kata Ari.
Upaya penenangan dan laporan kepolisian
Sejumlah warga sempat mencoba menenangkan pria tersebut agar berhenti mengamuk. Namun upaya itu tidak berhasil karena yang bersangkutan justru semakin agresif.
Secara terpisah, Polsek Tebas mengungkapkan bahwa laporan mengenai pria yang membawa parang diterima sekitar pukul 07.20 WIB. Setelah menerima laporan, polisi bersama warga kemudian melakukan tindakan pengamanan di lokasi.
Proses pengamanan tidak langsung berjalan mulus karena pria tersebut sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan. Meski begitu, akhirnya pihak berwenang berhasil mengamankan yang bersangkutan dan menghentikan kejadian di Jalan Raya Makrampai.
Kejadian tersebut membuat aktivitas di sekitar Jalan Raya Makrampai sempat terganggu karena warga dan pengguna jalan memilih menepi. Wajah kepanikan tampak saat pelaku bergerak dari satu titik ke titik lain, sementara orang-orang di sekitar berusaha menjaga jarak agar tidak terkena dampak amukan.
Beberapa saksi menuturkan bahwa pria itu tidak menunjukkan respon yang menenangkan ketika berada di keramaian. Upaya warga untuk mengalihkan perhatian dan meminta pelaku berhenti juga tidak membuahkan hasil, bahkan situasi justru berubah menjadi lebih sulit dikendalikan menjelang proses pengamanan.
Setelah laporan masuk dan petugas tiba di lokasi, polisi lantas berkoordinasi dengan warga untuk menertibkan area. Meskipun pengamanan sempat diwarnai perlawanan saat hendak dilakukan penangkapan, tindakan itu akhirnya berhasil menghentikan aksi dan memastikan kejadian tidak berlanjut lebih jauh di ruas jalan tersebut.












