Olahraga

Hasil T20 World Cup: Inggris kalahkan Skotlandia dan makin dekat semifinal setelah menang 38 run di Headingley

×

Hasil T20 World Cup: Inggris kalahkan Skotlandia dan makin dekat semifinal setelah menang 38 run di Headingley

Sebarkan artikel ini
Impressive England beat Scotland to close on semis
Ilustrasi: T20 World Cup results: England beat Scotland to close in on semi-final place

jurnalistik.co.id – Inggris mengokohkan langkah menuju semifinal T20 World Cup lewat kemenangan atas Skotlandia di Headingley, dengan margin 38 run. Setelah menargetkan tempat dua besar, tuan rumah tampil tajam sejak awal dan akhirnya mengunci kemenangan.

Di Grup 2, Inggris mencatatkan 200-5 dalam 20 overs. Sophia Dunkley menjadi penopang utama dengan 57 run dari 37 bola, sementara Alice Capsey mengemas 40 run dari 25 bola. Skotlandia merespons dengan menekan, namun tetap kesulitan mengejar total yang sudah terbentuk di papan skor.

Skotlandia kemudian dibatasi hingga 162-7 pada 20 overs. Dari kubu Skotlandia, S Bryce mencetak 34 run dari 24 bola. Inggris memastikan kemenangan lewat total selisih 38 run, setelah sepanjang pertandingan kerap menjaga jarak yang cukup aman.

Dunkley memastikan kabar cedera yang menimpa kapten Nat Sciver-Brunt tidak mengganggu ritme tim. Dunkley mencetak 57 run melalui penampilannya yang kembali ke susunan pemain, didukung oleh tiga tangkapan yang dilepas saat momen penting di lapangan. Kembalinya Dunkley juga terasa karena ia mampu mengubah momentum menjadi tambahan run yang konsisten.

Di tengah innings, Inggris menemukan percepatan signifikan lewat kemitraan yang nyaris tanpa putus antara Freya Kemp dan Dani Gibson. Keduanya membangun kemitraan tak terhenti sebesar 61 run hanya dari 21 bola. Dari 141-5 setelah 17 overs, Inggris melesat hingga 200-5 pada penutupan innings, dengan Kemp menyelesaikan 39* dari 16 bola dan Gibson 30* dari 11 bola.

Selain kekuatan pukulan di fase akhir, perlawanan yang ditemui Skotlandia juga dipengaruhi oleh kilatan saat situasi lapangan berubah. Meski berhadapan dengan pengaturan field yang membuat pemukul dituntut lebih selektif, Kemp dan Gibson tetap menyumbang sembilan fours dan dua sixes. Salah satu momen paling menonjol datang dari Gibson pada over ke-19, ketika ia melakukan pukulan bersih melewati kepala wasit dan melesat ke tier kedua—sebuah pukulan yang membuat sebanyak 21 run tercipta.

Kemampuan Inggris memukul ketika tekanan sebenarnya sudah terasa sempat membuat upaya Skotlandia jadi tidak cukup. Skotlandia sempat tetap berada dalam jangkauan, namun saat wickets jatuh secara berkala, mereka tidak pernah benar-benar berada di posisi yang diinginkan. Dengan empat wicket tersisa, Skotlandia membutuhkan 48 run pada over terakhir, tetapi laju mereka pada akhirnya kalah jauh.

Keberhasilan ini juga melanjutkan tren yang sebelumnya sudah terlihat dalam turnamen. Setelah pertandingan kedua yang sempat beriringan adu ketat saat mengejar melawan Irlandia, kemenangan di Headingley justru mengingatkan pada performa pembuka saat Inggris menumpuk 219-1 melawan Sri Lanka. Kali ini, pyrotechnics dari Kemp dan Gibson menjadi dorongan utama yang mendorong target melewati batas yang ingin dicapai Skotlandia.

Catatan turnamen lainnya berkaitan dengan kondisi tim. Inggris bermain tanpa Sciver-Brunt setelah ia mengalami cedera betis. Charlie Dean kemudian tampil sebagai skipper, dan sejauh ini tidak terlihat tanda-tanda permainan Inggris akan terpengaruh. Tantangan berikutnya akan datang lebih beragam, dengan laga melawan West Indies pada hari Rabu dan New Zealand pada hari Sabtu berikutnya, sebelum kemungkinan semifinal.

Bagi peluang finis dua besar, kemenangan atas Skotlandia memberi gambaran yang lebih jelas. Teks pertandingan menyebutkan bahwa kemenangan dalam salah satu dari dua laga terakhir Inggris—melawan West Indies atau New Zealand—kemungkinan besar akan cukup untuk memastikan posisi finis di peringkat atas. Sementara itu, Skotlandia yang memiliki satu kemenangan dan dua kekalahan dijadwalkan menghadapi New Zealand pada hari Selasa.

Dari sisi Dunkley, perjalanan tampil kali ini juga terhubung dengan perubahan susunan pemain. Dunkley sempat kehilangan tempat sebelum turnamen setelah gagal mencapai 30 run dalam enam inning melawan India dan New Zealand, dan pada rangkaian enam laga internasional ia hanya mencatat skor tertinggi 26. Dengan memilih Dunkley berada di posisi nomor tiga, Inggris tetap menjaga pilihan tanpa merombak urutan, dan Dunkley masuk untuk menghadapi bola kedua setelah Amy Jones memukul Kirstie Gordon untuk menutup jalan—sebelum ia kemudian menemukan ritme permainan.

Setelah awal yang terasa “scratchy”, Dunkley mulai melancarkan pukulan berbahaya. Ia menylog Kathryn Bryce lewat area mid-wicket untuk sebuah six pada over ketiga, lalu setelahnya menambah delapan fours yang tidak selalu rapi, tetapi tetap efektif. Namun, Skotlandia juga kehilangan beberapa peluang besar saat Dunkley berada dalam kisaran skor kunci.

Sejumlah miss lapangan membuat rebuild Inggris tidak terlalu sulit. Dunkley sempat berada di empat run ketika Priyanaz Chatterji menjatuhkan peluang di short fine leg. Peluang sulit lainnya juga dilewatkan ketika Katherine Fraser gagal menangkap bola di deep mid-wicket saat Dunkley sudah mengoleksi 43. Megan McColl juga tidak bisa menghindari kesalahan, ketika ia menjatuhkan stray cut Dunkley saat Inggris batter itu berada pada skor 45.

Dengan rangkaian peluang yang terlepas itu, pondasi Inggris semakin nyaman, dan ruang tersebut dimanfaatkan oleh kemitraan Kemp dan Gibson untuk memperbesar keunggulan hingga akhirnya menutup innings di 200-5. Skotlandia pada akhirnya harus menerima bahwa mereka tertinggal terlalu jauh sejak fase mengejar, sehingga kemenangan 38 run menjadi milik Inggris.