Hukum & Kriminal

Arizona Menggugat L’Oreal: Produk Pelurus Rambut Diduga Menyembunyikan Risiko Kanker

×

Arizona Menggugat L’Oreal: Produk Pelurus Rambut Diduga Menyembunyikan Risiko Kanker

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: L'Oreal Digugat, Produk Pelurus Rambut Dituding Berisiko Kanker

jurnalistik.co.id – Negara Bagian Arizona menggugat L'Oreal SA beserta perusahaan terkaitnya di Amerika Serikat. Gugatan ini menuduh produsen produk pelurus rambut tidak menyampaikan informasi penting soal risiko kanker yang diduga terkait dengan pemakaian produknya.

Jaksa Agung Arizona, Kristin Mayes, menyatakan gugatan diajukan pada Kamis malam waktu setempat. Reuters melaporkan langkah tersebut membuat Arizona menjadi negara bagian pertama yang mengajukan gugatan terkait dugaan risiko kanker dari produk pelurus rambut.

Dalam gugatannya, otoritas Arizona menyebut L'Oreal melanggar undang-undang perlindungan konsumen negara bagian. Menurut pemerintah, perusahaan memasarkan produk pelurus rambut tanpa peringatan memadai mengenai dugaan risiko kanker ovarium dan kanker rahim.

Arizona juga menyoroti bahwa produk-produk tersebut, yang pemakaiannya banyak ditujukan kepada perempuan Afrika-Amerika, dipromosikan tanpa kewajiban pemberitahuan yang dianggap seharusnya ada. Negara bagian menilai kelalaian informasi ini menempatkan konsumen pada posisi yang merugikan.

Selain meminta penalti dan ganti rugi, Arizona juga mengajukan permohonan perintah pengadilan. Poin yang ditekankan adalah agar L'Oreal menghentikan penjualan produk tersebut kecuali perusahaan terlebih dulu memberikan peringatan yang memuat risiko kanker yang dituduhkan.

Arizona menambahkan dimensi lain dalam gugatannya. Perusahaan dinilai telah memanfaatkan tekanan sosial dan standar kecantikan yang dinilai diskriminatif, yang menurut negara bagian telah lama memengaruhi komunitas keturunan Afrika, dengan mengutamakan keuntungan ketimbang keselamatan konsumen.

Gugatan ini juga muncul di tengah gelombang tuntutan serupa yang sebelumnya telah diajukan. Tercatat terdapat lebih dari 12.000 gugatan lain dari wanita maupun keluarga mereka yang pada akhirnya dikonsolidasikan dalam proses litigasi multidistrik di pengadilan federal Chicago.

Respons L'Oreal dan rujukan studi NIH

Menanggapi gugatan, juru bicara L'Oreal USA menyampaikan bahwa perusahaan meyakini produknya aman. Pihak perusahaan menyatakan klaim yang diajukan tidak memiliki dasar hukum maupun dasar ilmiah, sehingga tidak sejalan dengan keyakinan mereka atas keamanan produk.

Produk yang dimaksud dipasarkan dengan nama seperti Dark and Lovely, Optimum, dan sejumlah merek lain. Produk-produk tersebut, berdasarkan uraian di laporan, dipromosikan dengan klaim pelurusan permanen untuk rambut bertekstur.

Di tingkat ilmiah, gugatan yang lebih luas mulai menguat setelah publikasi studi pada tahun 2022. Studi tersebut diterbitkan oleh National Institutes of Health (NIH) dan menemukan bahwa wanita yang menggunakan produk-produk tersebut beberapa kali dalam setahun memiliki risiko lebih dari dua kali lipat untuk menderita kanker rahim.

Juru bicara L'Oreal kemudian menegaskan pandangan berbeda. Perusahaan menyatakan studi 2022 tidak menemukan adanya hubungan sebab-akibat antara penggunaan produk-produk itu dan kondisi kesehatan apa pun yang didalilkan oleh para penggugat.

Gugatan-gugatan tersebut tidak hanya berbentuk tuntutan peringatan, tetapi juga memuat permintaan pemulihan atas kerugian yang disebut dialami para penggugat. Mereka menuntut ganti rugi untuk mengompensasi rasa sakit dan penderitaan, sekaligus ganti rugi ekonomi seperti biaya medis serta harga pembelian produk.

Kasus hukum ini juga disebut menyeret L'Oreal bersama Revlon dan beberapa produsen produk lainnya. Revlon, sebagaimana tercantum dalam catatan pemberitaan, turut membantah adanya kaitan antara kanker dan produk pelurus rambut yang menjadi objek sengketa.

Hingga saat ini, proses litigasi lintas wilayah masih berjalan sebagai bagian dari skema multidistrict litigation. Berdasarkan keterangan pengadilan, persidangan dapat dimulai pada tahun depan, sementara konsolidasi perkara terus dikelola untuk menangani tuntutan serupa yang tersebar di berbagai yurisdiksi.

Dalam gugatan itu, Arizona menilai perusahaan tidak hanya lalai menyertakan peringatan, tetapi juga tidak memenuhi kewajiban memberikan informasi risiko yang seharusnya dapat dipertimbangkan konsumen sebelum membeli dan memakai produk pelurus rambut.

Di sisi lain, L'Oreal menolak tuduhan tersebut dengan menekankan bahwa klaim penggugat tidak didukung dasar hukum maupun temuan ilmiah, seraya menyatakan hubungan sebab-akibat yang dituduhkan tidak terbukti pada studi 2022.

Proses konsolidasi di Chicago pun dipandang memudahkan pengadilan menangani berbagai pengaduan yang membawa kekhawatiran serupa, termasuk permintaan ganti rugi atas rasa sakit dan penderitaan serta biaya medis maupun harga pembelian produk.