Hukum & Kriminal

Inquest dibuka terkait kematian tersangka “Putney Pusher”

×

Inquest dibuka terkait kematian tersangka “Putney Pusher”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Inquest opens into 'Putney Pusher' suspect's death

jurnalistik.co.id – Penyidikan perihal kematian Nicholas Brandram yang diduga terlibat dalam insiden penyeretan seorang perempuan ke jalur bus di Putney Bridge mulai dibuka lewat sidang inquest, pekan ini. Dalam persidangan, pengadilan menyampaikan sejumlah fakta terkait penemuan jenazah dan proses hukum yang telah berjalan.

Brandram, pria berusia 44 tahun, ditemukan meninggal di kediamannya di Chiswick, London Barat. Temuan itu dilakukan pada malam 15 September setelah ia tidak menghadiri makan keluarga yang sebelumnya direncanakan.

Sidang inquest mendengar bahwa Brandram sebelumnya menjadi target penyelidikan kepolisian terkait peristiwa pada Mei 2017. Saat itu, seorang perempuan disebut didorong hingga berada di jalan, diduga dilakukan oleh seseorang yang berlari.

Nama Brandram muncul dalam pemberitaan sebagai tersangka dalam kasus yang kemudian dikenal publik sebagai “Putney Pusher”. Menurut keterangan pengadilan, ia sempat ditangkap pada bulan Juni dengan tuduhan melakukan upaya melukai berat yang berkaitan dengan kejadian Mei 2017 tersebut.

Coroner Pengadilan West London, Melanie Lee, menjelaskan bahwa inquest dibuka dan dilanjutkan dengan penundaan. Ia menyampaikan telah diberi informasi adanya rujukan ke Independent Office of Police Conduct, sehingga persidangan ditangguhkan menunggu hasil pemeriksaan lembaga tersebut.

Dalam persidangan, keluarga Brandram menegaskan bahwa ia bukanlah jogger yang disebut dalam pemberitaan saat insiden terjadi. Pihak keluarga juga menyatakan kematian Brandram berkaitan dengan cara penanganan perkara oleh Metropolitan Police.

Coroner Lee menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Brandram. Ia menyebut khususnya dua saudara perempuan Brandram, Sophie Voelcker dan Alexia Hicks, yang hadir dalam persidangan di Fulham.

Poin lain yang terungkap adalah bagaimana jenazah Brandram ditemukan. Keterangan sidang menyebut saudara iparnya menggunakan kunci cadangan yang disediakan oleh seorang tetangga, lalu menemukan Brandram di sebuah ruangan di lantai atas.

Petugas medis kemudian dikerahkan ke lokasi. Namun, meski upaya resusitasi dilakukan, Brandram dinyatakan meninggal dunia tepat sebelum pukul 21:00 waktu setempat.

Inquest juga mendengar penilaian polisi terkait kematian tersebut. Kepolisian menyatakan tidak ada keterlibatan pihak ketiga, dan kematian Brandram dinilai tidak mencurigakan.

Di sisi lain, keluarga Brandram menyampaikan pandangan mereka pada pekan lalu. Mereka menyebut Brandram “mengakhiri hidupnya sendiri” setelah berbulan-bulan menghadapi tekanan hebat akibat investigasi Metropolitan Police.

Pihak keluarga menambahkan bahwa tidak ada bukti forensik yang mengaitkan Brandram dengan insiden tersebut. Klaim ini menjadi bagian dari respons keluarga terhadap tuduhan yang pernah diarahkan kepada Brandram.

Metropolitan Police, menurut keterangan yang dibacakan dalam sidang, menyatakan pihaknya memahami bahwa seseorang yang sedang menjadi subjek penyelidikan polisi bisa mengalami tekanan. Pengadilan kemudian mencatat adanya pengakuan terkait potensi “strain” yang dapat muncul ketika seseorang berada dalam proses pemeriksaan aparat.

Dengan pembukaan inquest ini, proses penelusuran keterangan terus berjalan, termasuk terkait koordinasi antara persidangan kematian dan pemeriksaan independen yang dirujuk. Penundaan yang disebut coroner menunjukkan bahwa hasil inquiry yang ditunggu akan memengaruhi langkah lanjutan dalam sidang.

Dalam sidang tersebut, pengadilan menyoroti tahapan prosedural yang menyertai inquest. Penundaan yang terjadi setelah adanya rujukan ke Independent Office of Police Conduct menjadi penanda bahwa hasil pemeriksaan lembaga independen akan ikut menentukan arah pemeriksaan berikutnya.

Pihak kepolisian yang dimintai penilaian juga menekankan bahwa kematian Brandram tidak dikategorikan sebagai peristiwa mencurigakan. Dalam kerangka itu, pengadilan kemudian mencatat penegasan bahwa tidak ada keterlibatan pihak ketiga, sekaligus memperjelas posisi aparat terkait proses yang sedang berjalan pada saat itu.

Sementara itu, keterangan keluarga menggambarkan situasi yang mereka yakini turut membentuk kondisi Brandram. Keluarga menyatakan tidak ada temuan forensik yang mengaitkan Brandram dengan insiden Mei 2017, dan menilai tekanan akibat investigasi Metropolitan Police berdampak serius hingga pada kesimpulan bahwa Brandram mengakhiri hidupnya sendiri.