Hukum & Kriminal

Pendiri Raise the Colours, Ryan Bridge, didakwa atas 14 dakwaan

×

Pendiri Raise the Colours, Ryan Bridge, didakwa atas 14 dakwaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Raise the Colours founder Ryan Bridge charged with 14 offences

jurnalistik.co.id – Ryan Bridge, pendiri kelompok aktivis Raise the Colours, didakwa menghadapi 14 dakwaan. Dakwaan tersebut meliputi pelecehan yang diperberat motif ras, perilaku mengancam, hingga penyerangan.

Bridge, 45 tahun, berasal dari Blackwell, Bromsgrove, Worcestershire. Ia telah memasang bendera Union Jack dan lambang St George’s Cross pada tiang lampu sejak musim panas tahun lalu, dengan aktivitas yang dilakukan di wilayah Midlands serta bagian selatan Inggris.

Menurut Thames Valley Police, Bridge didakwa atas 14 dakwaan yang terjadi dalam rentang dua bulan di Oxfordshire pada awal tahun ini. Polisi menyatakan bahwa proses penetapan dakwaan dilakukan terkait rangkaian tindakan yang dinilai menimbulkan gangguan dan ketakutan pada periode tersebut.

Bridge dijadwalkan untuk menghadap di Oxford Magistrates’ Court pada 3 November. Sidang tersebut menjadi tahap awal dari proses hukum atas serangkaian dakwaan yang ia hadapi.

Dari 14 dakwaan yang dikenakan, tujuh di antaranya berkaitan dengan penggunaan kata-kata atau perilaku yang bersifat mengancam. Dakwaan ini ditujukan untuk menimbulkan pelecehan, kekhawatiran, atau tekanan (alarm atau distress) pada pihak lain.

Tiga dakwaan lainnya berfokus pada penggunaan kata-kata atau perilaku mengancam, kasar, atau menghina dengan maksud tertentu. Polisi menilai tindakan itu dilakukan dengan tujuan menimbulkan rasa takut atau memancing kekerasan yang melanggar hukum.

Selain kategori-kategori tersebut, ada pula dakwaan yang menempatkan motif ras sebagai unsur pemberat. Bridge didakwa dengan dua dakwaan terkait pelecehan dengan unsur ras yang dilakukan secara sengaja, yang dinilai memicu alarm atau distress.

Ia juga menghadapi satu dakwaan mengenai rasa takut akan kekerasan yang diperberat oleh motif ras. Rangkaian dakwaan ini dilengkapi dengan satu dakwaan lain atas common assault atau penyerangan.

Di sisi lain, persoalan pemasangan bendera tersebut juga telah memunculkan langkah hukum di tingkat peradilan. Pada bulan Juli, Oxfordshire County Council memperoleh keputusan High Court berupa injungsi untuk menghentikan orang-orang memasang bendera di dekat jalan raya.

Langkah injungsi itu didasarkan pada kekhawatiran terkait keselamatan, pelanggaran wilayah (trespass), serta gangguan (obstruction). Keputusan tersebut menargetkan praktik penempatan bendera di area yang dinilai menimbulkan risiko dan mengganggu kelancaran.

Upaya serupa kemudian juga diajukan. Birmingham City Council telah mengajukan permohonan injungsi yang sejenis, dan permohonan itu dijadwalkan akan disidangkan di High Court pada Selasa.

Dengan demikian, perkara yang kini bergulir tidak hanya berpusat pada proses pendakwaan terhadap Bridge, tetapi juga bersinggungan dengan upaya pembatasan aktivitas pemasangan bendera yang dinilai menimbulkan masalah keselamatan dan gangguan di ruang publik.

Seluruh dakwaan yang dikenakan pada Bridge menempatkan isu ancaman, pelecehan, hingga unsur ras dan kekerasan sebagai fokus utama. Bridge kini menghadapi proses hukum yang akan menentukan kelanjutan perkara, termasuk penilaian atas dakwaan yang ia hadapi.

Rentang waktu dugaan perbuatan Bridge disebut berlangsung selama dua bulan di Oxfordshire pada awal tahun ini. Dalam dakwaan tersebut, polisi menilai adanya serangkaian tindakan yang melibatkan ucapan atau perilaku mengancam, dengan dampak yang dimaksudkan memicu gangguan psikologis seperti rasa takut, kekhawatiran, hingga tekanan (alarm atau distress) pada pihak lain. Sejumlah dakwaan juga menempatkan motif ras sebagai faktor pemberat, termasuk untuk tuduhan pelecehan yang disebut dilakukan secara sengaja, serta kasus yang memperberat unsur rasa takut terhadap kekerasan dengan muatan motif ras.

Sementara itu, aktivitas pemasangan bendera juga menjadi bagian dari kronologi yang ikut memunculkan langkah hukum. Bridge disebut memasang bendera Union Jack dan lambang St George’s Cross pada tiang lampu sejak musim panas tahun lalu, dilakukan di wilayah Midlands dan bagian selatan Inggris. Pada Juli, Oxfordshire County Council memperoleh keputusan High Court berupa injungsi untuk menghentikan praktik pemasangan bendera di dekat jalan raya, dengan dasar kekhawatiran keselamatan, pelanggaran wilayah (trespass), serta gangguan (obstruction). Permohonan serupa kemudian diajukan oleh Birmingham City Council dan dijadwalkan disidangkan di High Court pada Selasa.

Dengan jadwal menghadap di Oxford Magistrates’ Court pada 3 November, proses pidana terhadap Bridge diposisikan sebagai tahap awal dari rangkaian perkara yang ia hadapi. Pada saat yang sama, upaya pembatasan terhadap pemasangan bendera yang dinilai menimbulkan masalah keselamatan dan gangguan di ruang publik tetap berjalan melalui jalur peradilan lainnya. Kombinasi keduanya membuat perhatian tidak hanya tertuju pada proses dakwaan, tetapi juga pada upaya pencegahan agar praktik serupa tidak berlanjut di area yang ditengarai menimbulkan risiko.