jurnalistik.co.id – Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, diwarnai penembakan oleh orang tak dikenal pada Sabtu (8/8/2026). Insiden terjadi ketika wisatawan lokal maupun mancanegara tengah menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya.
Penembakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.45 WIT. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di area festival dan membuat situasi berubah menjadi tegang.
Kepanikan saat pertunjukan berlangsung
Menurut keterangan yang disampaikan, penembakan berlangsung saat pengunjung berada di lokasi acara dan menyaksikan kegiatan budaya. Kepanikan merembet dengan cepat, sehingga banyak orang berupaya mengamankan diri di sekitar area berlangsungnya festival.
Setelah insiden, aparat kemudian melakukan evakuasi terhadap seluruh wisatawan asing. Langkah itu diambil untuk memastikan keamanan para tamu selama kondisi di sekitar lokasi masih tidak kondusif.
Wisatawan mancanegara kemudian dievakuasi ke Kantor Bupati Jayawijaya. Di titik tersebut, pihak berwenang berupaya menertibkan dan memastikan seluruh rombongan dalam keadaan aman.
Pasca-peristiwa, rangkaian kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem dihentikan sementara. Penghentian dilakukan sebagai bagian dari pengamanan menyeluruh di area penyelenggaraan.
Korban yang terluka
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan adanya penembakan dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut penembakan diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) di sekitar pintu masuk kegiatan.
“Penembakan dilakukan oleh orang tak dikenal di pintu masuk kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem di Kota Wamena,” kata Kombes Pol Cahyo Sukarnito pada Sabtu sore.
Berita Terkait
Akibat penembakan, dua orang pengunjung dilaporkan terluka. Keduanya langsung mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Wamena.
“Akibat penembakan itu, ada dua orang warga terluka dan keduanya sudah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi kedua korban dalam keadaan sadar,” ungkapnya.
Kondisi korban yang disebutkan tetap dalam keadaan sadar menjadi informasi penting di tengah upaya aparat memastikan situasi tetap terkendali. Hingga saat ini, identitas korban tidak dipaparkan dalam pernyataan tersebut.
Respons aparat dan proses pengejaran
Usai insiden, personel Polres Jayawijaya bersama Satuan Brimob Batalyon B merespons dengan mengamankan lokasi. Aparat juga melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
“Merespons penembakan itu, anggota kami dari Polres Jayawijaya dan Brimob Batalyon B langsung mengamankan lokasi dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Anggota juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian,” tandasnya.
Selain pengamanan, proses pengumpulan bukti dilakukan di area kejadian untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut. Upaya ini dilakukan sembari menjaga keamanan agar tidak terjadi gangguan lanjutan selama proses penanganan berlangsung.
Sampai berita ini disampaikan, identitas pelaku maupun motif penembakan belum diketahui. Aparat keamanan masih melaksanakan penanganan dan pengamanan di sekitar lokasi festival.
Fokus saat ini berada pada penyelidikan terkait asal tembakan, peran pelaku, serta memastikan seluruh pihak yang berada di lokasi kegiatan—termasuk wisatawan—tetap berada dalam kondisi aman. Penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan rangkaian peristiwa sejak insiden terjadi hingga proses evakuasi dan penghentian sementara kegiatan berlangsung.
Setelah insiden penembakan, aparat terlihat fokus pada penanganan situasi lapangan agar tidak meluas. Proses amankan lokasi dilakukan sambil memastikan arus pergerakan pengunjung tetap terkendali, termasuk langkah penertiban yang menyertai pemindahan rombongan. Dengan situasi yang masih tegang saat itu, pengaturan ruang di sekitar area festival menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan semua pihak yang berada di lokasi.
Di sisi lain, penyelidikan tetap berjalan karena aparat belum mengetahui pelaku maupun motif di balik kejadian. Dari keterangan yang disampaikan, perhatian diarahkan pada upaya penelusuran asal tembakan serta keterkaitan pelaku yang diduga terlibat. Penghentian sementara rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem juga menjadi bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan pengamanan menyeluruh, sambil menunggu hasil proses penanganan yang sedang berlangsung.












