jurnalistik.co.id – Seorang pria telah didakwa atas tuduhan menyebabkan kematian melalui kelalaian berkendara yang membahayakan terkait kecelakaan yang merenggut enam nyawa di A61, wilayah Barnsley. Peristiwa ini menewaskan dua anak sekaligus, bersama empat anggota satu keluarga lainnya.
Kecelakaan terjadi pada 21 Juli 2024, di jalan A61 yang menghubungkan Barnsley dan Wakefield. Pada laporan persidangan, lokasi tumbukan disebut berada sekitar pukul 15.50 BST, di antara Staincross dan Newmillerdam.
Dalam insiden itu, mobil keluarga bertabrakan dengan sepeda motor. Berdasarkan keterangan yang dipaparkan sebelumnya, kendaraan yang dikendarai Shane Roller, 33 tahun, bertabrakan secara frontal dengan sepeda motor BMW yang dikendarai Christopher Barton, 56 tahun.
Shane Roller mengemudikan Ford Focus berwarna perak, sedangkan Christopher Barton berada di atas sepeda motor BMW. Keterangan juga menyebutkan bahwa tabrakan terjadi ketika sepeda motor sedang menyalip kendaraan lain di ruas jalan satu jalur, dengan batas kecepatan 50 mph atau sekitar 80 km/jam.
Enam korban, termasuk dua anak
Setelah kecelakaan, dua dari korban adalah anak perempuan, yaitu Rubie yang berusia sembilan tahun dan Lillie yang berusia empat tahun. Keduanya meninggal dalam tabrakan bersama Shannen Morgan dan Shane Roller.
Selain dua anak tersebut, pasangan suami-istri Christopher dan Janine Barton juga menjadi korban. Keduanya, yang saat kejadian sedang berada di sepeda motor, meninggal dalam insiden yang sama.
Christopher Cockell, yang berusia 50 tahun, didakwa dengan enam dakwaan terpisah atas menyebabkan kematian dengan cara berbahaya melalui pengendaraan. Ia dijadwalkan muncul di Leeds Magistrates’ Court pada bulan Oktober.
Pada persidangan lain, West Yorkshire Police juga menyampaikan bahwa Cockell akan kembali menghadap pihak pengadilan pada 28 Oktober. Dalam keterangan tersebut, disebutkan bahwa ia sebelumnya sudah menghadapi dakwaan lain terkait kegagalan berhenti setelah terjadinya kecelakaan.
Dampak benturan dan penjelasan hasil pemeriksaan
Kesaksian dari pengadilan kematian juga mengarah pada gambaran kerasnya benturan. Seorang petugas dukungan di persidangan, Phil Marr, menyatakan bahwa karena benturan frontal, mobil berputar ke sisi jalan dan kemudian terbakar.
“As a result of a head-on impact, the car was spun to the side of the road, where it caught fire. It was not possible to release any of the occupants and all four were pronounced dead by paramedics at the scene.”
Berita Terkait
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa tidak ada penghuni kendaraan yang dapat dikeluarkan. Semua empat korban di dalam mobil dinyatakan meninggal dunia oleh paramedis di lokasi kejadian.
Berkaitan dengan penyebab kematian, Phil Marr mengatakan seorang ahli patologi menyimpulkan penyebab kematian sementara Christopher Barton berkaitan dengan cedera di kepala dan dada. Untuk Janine Barton, disebutkan ia “thrown onto the adjacent golf course”, dengan kematian dihubungkan pada cedera dada.
Anggota keluarga lain dan penghormatan yang muncul setelah tragedi
Shannen Morgan dan Shane Roller memiliki seorang putri lain yang berusia 11 tahun. Pada waktu kecelakaan terjadi, anak tersebut disebut tidak ikut bersama keluarga.
Setelah tragedi, seorang teman keluarga membuat halaman donasi daring yang mengumpulkan lebih dari ÂŁ400.000 untuk membantu kebutuhan anak tersebut. Di saat yang sama, ayah dari Shane Roller, Graham, juga menyampaikan penghormatan melalui unggahan di media sosial.
Dalam unggahan itu, Graham menulis: “Shane wasn’t just a son but an amazing father and he had a heart of gold,” serta menambahkan, “Shannen, our daughter-in-law, was funny and was also an amazing mum and they thought the world of their little family.”
Jejak duka juga datang dari lingkungan pendidikan. Kepala sekolah bersama Co-head teachers Athersley North Primary School, tempat Rubie dan Lillie bersekolah, menyampaikan bahwa kedua gadis tersebut adalah sosok yang menyenangkan untuk diajar.
Clare Storr dan Kirsty Wordsworth dalam pernyataan mereka mengatakan: “The girls were a delight to teach”. Mereka juga menegaskan bahwa kedua anak tersebut merupakan kebanggaan bagi orang tua mereka, yang dinilai selalu sangat mendukung dan akan sangat dirindukan.
Sementara itu, pasangan Christopher dan Janine Barton disebut pernah merayakan ulang tahun perkawinan ke-25 pada waktu yang tidak lama sebelum kecelakaan. Melalui West Yorkshire Police pada 2024, putra mereka menyampaikan penghormatan yang menggambarkan orang tuanya sebagai sosok yang penuh kasih dan perhatian.
Dalam rangkaian penghormatan tersebut, disebutkan putra mereka menggambarkan, “a loving, caring mum and dad who always put me before everything else”.
Proses penanganan oleh kepolisian
Menurut keterangan seorang juru bicara West Yorkshire Police, Cockell dipanggil setelah penyelidikan yang dilakukan oleh Major Collision Enquiry Team. Setelah proses tersebut selesai, ia kemudian dijadwalkan untuk menjalani persidangan di hadapan majelis hakim.
Dengan dakwaan yang diajukan, perkara ini akan menilai apakah Cockell terbukti melakukan tindakan yang masuk dalam kategori menyebabkan kematian akibat pengendaraan yang membahayakan, sesuai enam dakwaan yang menyasar seluruh korban. Tragedi di A61 tersebut meninggalkan dampak besar, mengingat nyawa yang hilang meliputi dua anak kecil dan dua orang dewasa yang berada di sepeda motor.












