Hukum & Kriminal

Polisi menyebut tersangka pembakaran di Spokane menunggu cuaca panas-kering dan berangin untuk menyalakan api

×

Polisi menyebut tersangka pembakaran di Spokane menunggu cuaca panas-kering dan berangin untuk menyalakan api

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Spokane wildfire arson suspect waited for dry, windy day to start blaze, police say

jurnalistik.co.id – Polisi di Spokane, Washington, menyebut Aaron Farinacci menunggu kondisi cuaca yang mendukung sebelum menyalakan api yang kemudian menjadi kebakaran besar Old Trails Fire.

Dalam dokumen pengadilan yang baru dirilis, Farinacci—37 tahun—mengatakan kepada penyelidik bahwa ia menunggu hari yang panas, kering, dan berangin untuk memulai kebakaran.

Ia juga dituduh mengklaim tanggung jawab atas 25 kebakaran lain yang terjadi di area tersebut selama setahun terakhir. Farinacci muncul di pengadilan untuk kedua kalinya pada Kamis, setelah hakim setempat menaikkan besaran jaminan penahanannya menjadi 2 juta dolar AS (sekitar ÂŁ1,6 juta).

Pada sidang tersebut, tidak ada pengakuan atas dakwaan yang disampaikan. Hakim juga memerintahkan evaluasi kompetensi mental.

Old Trails Fire merupakan kebakaran terbesar dari tiga api yang menyala di sekitar kota Spokane, yang dikenal sebagai kota terbesar kedua di negara bagian Washington. Kebakaran ini memaksa lebih dari 60.000 orang untuk mengungsi dan menghancurkan lebih dari 700 bangunan.

Hampir seperempat populasi Spokane disebut terdampak dan harus meninggalkan rumah mereka ketika api menyebar ke pinggiran kota pada akhir pekan. Otoritas menyatakan belum ada kematian atau cedera yang telah dikonfirmasi sejauh ini.

Penegak hukum juga tengah berusaha menghubungi 14 orang yang belum bisa ditudungi lewat telepon seluler, namun mereka belum dinilai sebagai hilang.

Dalam affidavit yang dirilis pada Rabu, penyelidik menuliskan bahwa Farinacci mengakui dalam wawancara kepolisian telah merencanakan kebakaran tersebut—yang dikenal sebagai Old Trails Fire—dua minggu sebelumnya.

Dokumen itu menyebut Farinacci melakukan riset cuaca untuk menentukan waktu yang dinilai paling berisiko. “He researched his weather app to predict a day that would have ‘high winds, low humidity, sort of high heat,’” demikian bunyi uraian dalam affidavit.

Penyidik juga meyakini tersangka meneliti seorang tokoh terkenal dalam kasus pembakaran untuk membantu merancang “time-delay device” guna menyalakan api pada waktu tertentu.

Affidavit menambahkan bahwa sejak kelahiran putranya pada Mei 2025, Farinacci diketahui sedang bergumul. Dari sana, ia disebut mulai tertarik pada api dan pelaku pembakaran.

Menurut dakwaan yang tertuang, Farinacci mulai memasang api pada Juli 2025 dan berujung pada 25 kebakaran oleh bulan berikutnya. Dalam dokumen itu, ia juga dikatakan menyatakan perasaannya terhadap api, termasuk keyakinan bahwa api memiliki daya yang khusus.

Affidavit mencatat bahwa Farinacci beranggapan “He feels that fire is powerful, beautiful, and that things that go through fire experience a kind of rebirth,” sebelum menambahkan bahwa ia menyebut mengetahui kebakaran itu “was gonna get bad” tetapi tidak berniat api membesar sampai sejauh yang terjadi.

Ketika menjalani persidangan pada Kamis, tersangka terlihat emosional. Ia menunduk, menggosok mata, lalu dibawa kembali ke tahanan kepolisian setelah hakim menetapkan besaran jaminan.

Farinacci ditangkap pada Senin. Ketika penangkapan, kepala kantor sheriff Spokane County menyatakan bahwa tersangka diduga terlihat berlutut di dekat rumput pada lokasi kebakaran terbaru. Ia kemudian ditemukan bersama korek api dan pemantik (lighter).

Kasus ini juga membuat sejumlah warga merasa terkejut, terutama setelah terungkap bahwa Farinacci sebelumnya pernah dikaitkan dengan dua penyelidikan kebakaran lain pada tahun lalu.

Sejumlah orang yang diwawancarai menyampaikan bahwa mereka tidak lagi memiliki energi emosional untuk marah, dan lebih fokus pada pemulihan dari trauma psikologis yang mereka alami akibat kebakaran.

Namun, ada juga yang mengatakan mereka merasa mendapat “closure” setelah mengetahui bahwa kebakaran itu diduga disengaja, bukan sesuatu yang pada akhirnya bisa dijelaskan sebagai kecelakaan aneh atau pemicu alam setelah rangkaian penyelidikan yang panjang.

Salah satu korban yang rumahnya ikut terdampak, Matt Kincanon, menyatakan harapannya terkait proses hukum. “I hope that if it’s proven that he did do this, I hope the punishment will fit the crime,” kata Kincanon. Ia menambahkan bahwa tindakan yang diduga dilakukan Farinacci telah mengubah kehidupan banyak orang.

Di ruang sidang, Farinacci tidak menyampaikan pengakuan atas dakwaan. Dengan adanya perintah evaluasi kompetensi mental, proses berikutnya akan berupaya menentukan kemampuan tersangka untuk mengikuti jalannya persidangan.

Sementara itu, otoritas terus melacak dampak kebakaran Old Trails Fire dan menilai rangkaian peristiwa yang disebut terkait dengan pengakuan serta rencana yang tertuang dalam dokumen pengadilan.

Menurut uraian di affidavit, pola yang diduga muncul memperlihatkan bahwa tersangka tidak hanya bertindak saat ada kesempatan, tetapi juga berusaha memilih momen berdasarkan prakiraan cuaca, dengan mempertimbangkan kombinasi angin kencang, kelembapan yang rendah, serta panas yang tinggi.

Dengan besaran jaminan yang ditetapkan hingga 2 juta dolar AS dan status tersangka yang masih menunggu langkah evaluasi kompetensi mental, kasus ini kini menjadi sorotan publik karena menyangkut dampak besar api yang menghancurkan ratusan bangunan serta memicu gelombang pengungsian di Spokane.