Hukum & Kriminal

Raheem Sterling Mengaku Mengemudi Berbahaya setelah Kecelakaan Lamborghini di Tol M3

×

Raheem Sterling Mengaku Mengemudi Berbahaya setelah Kecelakaan Lamborghini di Tol M3

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Raheem Sterling admits dangerous driving after M3 motorway crash

jurnalistik.co.id – Raheem Sterling mengaku telah mengemudi dengan cara berbahaya setelah insiden kecelakaan yang melibatkan Lamborghini di jalan tol M3 pada Mei lalu. Pengakuan itu disampaikan dalam proses hukum yang ia jalani di Basingstoke.

Pria berusia 31 tahun, berasal dari Berkshire, juga mengakui kepemilikan nitrous oxide untuk inhalasi yang dinilai melanggar ketentuan, serta mengakui tidak menyerahkan spesimen untuk dianalisis. Sterling kemudian tampil di Pengadilan Magistrat Basingstoke pada Selasa sore.

Menurut pemberitaan, ia ditangkap setelah terjadi kecelakaan di M3, wilayah Hampshire, pada pagi hari 28 Mei. Kasus ini berawal dari tabrakan yang ia alami sendiri dengan pembatas jalan tol, dan pihak kepolisian menyatakan tidak ada kendaraan lain yang terlibat.

Pengakuan Sterling mencakup juga pengakuan bersalah atas tindak mengemudi berbahaya yang dilakukan menggunakan Lamborghini Urus. Ia menyatakan bersalah atas perilaku mengemudi tersebut di M25, M3, A327, serta Minley Road, sebelum akhirnya insiden terjadi.

Dalam berkas perkara, Sterling disebut memiliki enam tabung nitrous oxide. Zat tersebut dikategorikan sebagai obat golongan C, sementara pengakuan terkait “wrongful inhalation” masuk ke dalam rangkaian tuduhan yang dihadapinya.

Pihak Kepolisian Hampshire sebelumnya menyampaikan bahwa kecelakaan yang terjadi di M3 arah selatan terjadi dekat persimpangan Minley. Mereka menegaskan tidak ada cedera yang dilaporkan akibat insiden tersebut, dan kecelakaan digambarkan sebagai tabrakan satu kendaraan.

Jejak karier dan catatan caps Timnas

Raheem Sterling merupakan mantan pemain internasional Inggris yang mengoleksi total 82 caps. Penampilan terakhirnya bersama tim nasional dicatat terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dalam karier klub, Sterling terakhir kali bermain untuk Feyenoord di kasta tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie. Ia meninggalkan Chelsea pada Januari, namun musim bersama Feyenoord hanya menghasilkan delapan penampilan.

Sebelum itu, Sterling menghabiskan empat tahun di Chelsea. Selama periode tersebut—termasuk masa pinjaman ke Arsenal—ia mencatat 59 penampilan di kompetisi liga.

Ketika berada di Manchester City, Sterling memenangkan empat gelar juara Premier League. Sebelumnya, ia memulai karier senior bersama Liverpool sebelum kemudian pindah ke Manchester City pada tahun 2015.

Hingga saat berita ini disampaikan, Sterling disebut masih berstatus tanpa klub. Di luar kiprah lapangan, ia juga pernah menerima penghargaan MBE pada gelar kehormatan Queen’s Birthday Honours 2021, dengan pengakuan atas kontribusinya terhadap kesetaraan ras dalam olahraga.

Proses hukum pascakecelakaan

Pengakuan Sterling di pengadilan berkaitan dengan rangkaian peristiwa yang berujung pada kecelakaan Lamborghini di ruas M3. Selain mengakui mengemudi berbahaya, ia juga mengakui aspek lain yang menjadi bagian dari proses hukum, termasuk kegagalan menyediakan spesimen untuk analisis dan pengakuan terkait nitrous oxide.

Dengan rincian bahwa insiden melibatkan satu kendaraan dan tidak ada korban luka yang dilaporkan, fokus perkara kemudian berpindah pada pertanggungjawaban Sterling atas tindakan mengemudi berbahaya serta unsur pelanggaran terkait zat terlarang yang ditemukannya. Kasus ini kembali menegaskan dampak serius dari keputusan berkendara yang membahayakan pengguna jalan lainnya.

Dalam sidang di Basingstoke, pengakuan Sterling juga menempatkan kegiatannya dalam bingkai pelanggaran yang dinilai tidak sesuai ketentuan, termasuk keterkaitan dengan nitrous oxide. Selain soal zat yang dimiliki, ia juga mengakui bahwa ia tidak menyerahkan spesimen untuk pemeriksaan, yang menjadi bagian dari titik berat proses hukum.

Kronologi yang disampaikan berkisar pada insiden di M3 saat pagi 28 Mei, yang menurut penjelasan pihak kepolisian terjadi dekat persimpangan Minley dan hanya melibatkan satu kendaraan. Dengan dasar itu, perhatian perkara kemudian mengarah pada pertanggungjawaban Sterling atas tindakan mengemudi berbahaya menggunakan Lamborghini Urus serta pengakuan terkait perilaku “wrongful inhalation”.

Keputusan di pengadilan tersebut sekaligus menyoroti kontras perjalanan karier Sterling. Ia pernah menjadi figur internasional Inggris dengan 82 caps, terakhir tampil pada Piala Dunia 2022 di Qatar, serta pernah meraih gelar kehormatan MBE pada Queen’s Birthday Honours 2021 berkat kontribusi terhadap kesetaraan ras dalam olahraga. Saat berita ini disampaikan, ia juga disebut masih berstatus tanpa klub.