Hukum & Kriminal

Sorotan koran: ‘Israel’s 9/11 stopped’ dan ‘That was a great life’—dari upaya mencegah pembajakan hingga duka Esther Rantzen

×

Sorotan koran: ‘Israel’s 9/11 stopped’ dan ‘That was a great life’—dari upaya mencegah pembajakan hingga duka Esther Rantzen

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Deretan berita utama sejumlah koran hari ini menyoroti dua peristiwa yang sama-sama menyita perhatian publik. Di satu sisi, upaya mencegah kemungkinan pembajakan di pesawat rute Israel menjadi sorotan. Di sisi lain, duka menyusul wafatnya presenter senior Inggris, Dame Esther Rantzen, pada usia 86 tahun.

Fokus pertama datang dari insiden penerbangan Flydubai yang membawa penumpang dari Dubai menuju Tel Aviv. Menurut pemberitaan yang dirujuk koran, pesawat sempat mengalami penurunan setelah pilot menerima tusukan dari co-pilot pada ketinggian 34.000 ft.

Koran Daily Telegraph menyebut para penumpang kemudian berhasil merebut kendali dari kokpit dan menundukkan tersangka pembajak. Dalam laporan tersebut, sumber keamanan juga mengaitkan dugaan rencana “mencelakakan” pesawat ke sebuah kota di Israel, sehingga insiden ini dipandang sebagai ancaman serius, bukan sekadar keributan di dalam kabin.

Kisah kepahlawanan penumpang juga muncul dalam headline i Paper yang menyatakan, “Hero passengers storm cockpit to save Israel flight from disaster.” Dalam pemberitaan itu, disebut Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai “attempted jihadist terror attack.”

Times menempatkan foto-foto dari penerbangan Flydubai sebagai pusat halaman depan. Koran itu menuliskan nama pilot yang ditikam sebagai Captain Smit Machchhar, yang disebut sebagai warga negara India. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga disebut mengapresiasi campur tangan penumpang dengan menyebut mereka “lions”, sekaligus menyatakan Machchhar sebagai “true hero” dari “extraordinary bravery”.

Selain itu, Netanyahu disebut telah memerintahkan otoritas untuk “ramp up security” pada penerbangan menuju Israel, baik yang dioperasikan oleh maskapai Israel maupun non-Israel. Langkah peningkatan keamanan ini tercermin dalam cara sejumlah koran mengemas insiden sebagai kejadian yang berpotensi mengubah kebijakan penerbangan.

Koran Metro memusatkan perhatian pada momen penangkapan, dengan frasa “We got him!” di samping foto yang diklaim media tersebut sebagai pria yang “took down” sang tersangka. Metro juga melaporkan bahwa pesawat “plummeted 17,000 ft in two minutes” ketika kru dan penumpang berupaya menahan pelaku penusukan. Disebutkan pula dua pilot yang sedang tidak bertugas—termasuk satu pilot yang menurut Metro adalah warga Inggris—kemudian mengambil alih kendali dan membantu pendaratan yang aman.

Sementara itu, laporan dari Guardian, yang mengutip pejabat Israel tanpa disebut namanya, menyatakan penilaian sementara atas insiden tersebut adalah “terror attack.” Guardian juga menulis bahwa tersangka penusuk dikatakan berasal dari Oman. Hingga artikel itu disusun, tidak ada komentar dari Oman maupun dari Uni Emirat Arab, tempat penerbangan itu mulai naik penumpang.

Dalam headline lain, Sun menampilkan ungkapan yang merujuk pada karya televisi Esther Rantzen, “That was a great life, Esther”. Koran tersebut melaporkan bahwa presenter yang dicintai itu meninggal pada Rabu setelah menjalani pertarungan selama tiga tahun melawan kanker paru-paru.

Daily Star turut memberi ruang pada kabar duka Esther Rantzen, dengan menyebut pendiri Childline itu akan dikenang sebagai “our sunshine.” Daily Express, di halaman depannya, menyorot pernyataan tiga anak Esther yang menggambarkan ibu mereka memiliki “endless capacity for love and joy”. Koran itu juga menulis bahwa selama tahun-tahun terakhir, Esther Rantzen dikenal sebagai “indefatigable campaigner” yang menjadi “vociferous advocate of assisted dying”.

Daily Mirror menampilkan kata-kata Esther sendiri dalam headline, setelah catatan yang ia tinggalkan bagi keluarga yang berduka dibagikan ke publik. Judul tersebut berbunyi, “Esther: See you on the other side”.

Di halaman lain, Financial Times menyinggung komentar Andy Burnham terkait kejadian di RAF Fairford. Dalam pemberitaan itu, disebut bahwa Perdana Menteri menyatakan ada “strong indications” bahwa Iran terlibat. Koran itu juga mencatat bahwa Teheran “categorically” menolak dan keras mengutuk “malicious speculations”, namun menambahkan bahwa sifat pasti peristiwa di dekat Fairford “remains unclear”.

Masih dari halaman depan koran, Daily Mail menyoroti langkah politik dari pemimpin Konservatif Kemi Badenoch. Disebutkan Badenoch menyiapkan usulan yang mengharuskan lulusan sekolah menjalani bimbingan kerja intensif, alih-alih langsung bisa mendaftar Universal Credit. Daily Mail mengemasnya sebagai upaya “bid to stop young lives being wasted”.

Secara keseluruhan, kombinasi sorotan atas insiden penerbangan menuju Israel dan berita wafatnya Dame Esther Rantzen menunjukkan bagaimana halaman utama koran hari ini memadukan isu keselamatan publik dengan duka mendalam, sekaligus memotret beragam cara media merangkai makna dari peristiwa yang tengah berlangsung.