jurnalistik.co.id – Nicola Sturgeon mengatakan ia tidak lagi berkomunikasi dengan Peter Murrell sejak mantan suaminya dijatuhi hukuman penjara terkait penggelapan dana SNP. Dalam beberapa kesempatan, ia juga menyatakan keputusan untuk tidak menengok Murrell di lapas.
Sturgeon menyampaikan hal itu saat membahas situasi mereka setelah Murrell dipenjara atas tindak penggelapan uang partai. Ia menyebut hubungan mereka telah berjarak, dan keputusan itu muncul setelah proses hukum berjalan.
Di podcast, Sturgeon mengatakan ia tidak akan menjenguk Murrell. Ia menegaskan jawabannya secara tegas ketika ditanya soal rencana kunjungan.
“No. I’m not going to speak to him, I’m not going to visit him.”
Ia menambahkan bahwa perasaannya seperti “mug” karena tetap berusaha merawat seseorang yang, menurut pengakuannya, ternyata tidak terbuka sepenuhnya. Sturgeon menuturkan ia baru memahami detail kejahatan tersebut setelah perkembangan sidang.
Sturgeon juga menyatakan bahwa ia masih mempelajari apa yang telah dilakukan Murrell. Ia mengaitkan pengetahuan itu dengan momen ketika Murrell mengajukan pengakuan bersalah di Pengadilan Tinggi Edinburgh pada 25 Mei.
“Over the years, he never really levelled with me,” ujarnya. “The day he pled guilty, I was still learning about some of the detail of what he had done for the first time.”
Menurut laporan tersebut, Murrell dinyatakan bersalah karena menggunakan dana SNP untuk membeli berbagai barang, termasuk kendaraan dan barang-barang mewah. Ia juga membahas bahwa pengadilan menjatuhkan hukuman untuk periode yang berlangsung sejak 2010 hingga 2022.
Sturgeon mengatakan bahwa pada hari Murrell mengajukan pengakuan bersalah, ia merasa seperti baru mengetahui sisi lain dari kehidupan rumah tangganya. Ia menyebut proses penyesuaian itu sulit, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi keluarganya.
“I suddenly realised I had been living with somebody that I never really knew properly.”
Ia melanjutkan, “That’s something for me to come to terms with, and I don’t think I’m there yet, but also for my family to come to terms with. It’s a really difficult process.”
Murrell, yang berusia 61 tahun, sebelumnya bekerja sebagai chief executive SNP. Ia mengundurkan diri pada Maret 2023, jabatan yang dipegangnya sejak 1999.
Setelah pengunduran diri itu, rumah yang mereka tinggali di Glasgow disebut digeledah pada bulan berikutnya. Penggeledahan tersebut terkait dengan Operation Branchform.
Dalam pemberitaan tersebut, Murrell mengakui melakukan penggelapan total ÂŁ400,310.65. Penggelapan itu disebut terjadi antara 12 Agustus 2010 dan 19 Oktober 2022.
Pengeluaran terbesar yang disebut dalam proses hukum adalah pembelian motorhome mewah seharga ÂŁ124,550. Pembelian itu dilakukan pada 2020 dengan seluruh biaya berasal dari dana partai.
Motorhome tersebut kemudian disita oleh kepolisian tiga tahun setelah pembelian. Di saat penyitaan, kendaraan itu disebut hanya telah dikemudikan sejauh empat mil.
Sturgeon juga menyinggung informasi yang belakangan muncul terkait pembukuan partai. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa SNP menulis nilai biaya motorhome itu sebagai “written-off” setelah akun partai diterbitkan oleh Electoral Commission.
Selain motorhome, uang partai juga digunakan untuk membeli barang-barang bernilai tinggi lainnya. Di antaranya termasuk mesin kopi ÂŁ3,223, mesin pemotong rumput robot senilai ÂŁ3,000, serta tempat garam dan lada yang harganya disebut lebih dari ÂŁ2,600.
Sturgeon juga membahas kapan ia mengetahui bahwa Murrell akan mengajukan pengakuan bersalah. Ia menyatakan baru mengetahui informasi itu sekitar satu minggu sebelum kemunculan pertamanya di pengadilan.
Ia mengatakan bahwa proses negosiasi pengakuan bersalah ternyata berlangsung selama berbulan-bulan. Menurutnya, kabar itu membuatnya terkejut.
“hit me like a tonne of bricks.”
Berita Terkait
Ia juga menilai bahwa Murrell terus menyembunyikan banyak hal hingga tepat sebelum pengakuan bersalah disampaikan. Sturgeon menyampaikan hal itu dengan kalimat yang menekankan bahwa kebohongan itu berlangsung hingga hari terakhir.
“He was still lying to me right up until the day he pled guilty.”
Dalam penuturannya, Sturgeon menggambarkan periode tersebut sebagai masa ketika Murrell semakin tertutup. Ia mengatakan Murrell jarang meninggalkan rumah dan tidak banyak berkomunikasi.
“He was very isolated over that period, he very rarely left the house, he wasn’t communicative, I was a bit worried about his well-being and his mental health.”
Ia kemudian mempertanyakan alasan kekhawatirannya, karena yang terjadi jauh dari apa yang ia pahami selama ini. Ia juga menilai bahwa Murrell tidak menunjukkan kepedulian yang sama terhadap dirinya.
“And then, now I think: ‘What a mug, why were you worried about him?’ He didn’t worry about me. He didn’t worry at all about what he was doing.”
Sturgeon menambahkan bahwa apa yang dialami dirinya berada di luar batas pemahamannya. Ia menyebut ia tidak mengerti mengapa Murrell melakukan tindakan tersebut.
“What he has subjected me to is beyond anything I could ever have comprehended.”
Ia melanjutkan, “I don’t understand why he did it, he had no need to do it, I don’t think I will ever understand his motivations.”
Ia menyatakan bahwa, apa pun motivasi yang ada, Murrell tetap seharusnya bisa mempertimbangkan dampaknya terhadap dirinya. Namun Sturgeon merasa tidak terjadi hal itu.
“But whatever that motivation was, he could not have stopped and ever thought about me.”
Ia menutup pengakuannya dengan mengatakan bahwa bahkan sampai baru-baru ini, ia masih menaruh perhatian terhadap Murrell. Namun kini ia memaknai ulang kekhawatiran tersebut.
“But I was, until recently, still worrying about him.”
Di sisi lain, pemberitaan tersebut juga menyebut Sturgeon pernah berada dalam investigasi. Ia disebut ditangkap pada Juni 2023, tetapi kemudian diberi tahu bahwa ia tidak lagi menjadi subjek penyelidikan.
Sturgeon juga menyampaikan bahwa ia telah berpisah dengan Murrell tahun lalu. Ia sebelumnya juga mengundurkan diri sebagai first minister pada Maret 2023.
Dalam penampilannya di Edinburgh Festival Fringe, Sturgeon juga menanggapi polemik lain terkait JK Rowling. Ia disebut bereaksi terhadap unggahan di media sosial yang menggambarkan Rowling mengkritik Sturgeon, termasuk tuduhan “world-class misogynist” dan tuduhan “profoundly disloyal” kepada partainya.
Ketika ditanya apakah ia menginginkan semacam langkah damai (“amnesty”) dengan Rowling, Sturgeon menjawab ia tidak berada dalam situasi perang.
“She seems to be at war with me,” katanya. “I was not at war.”
Sturgeon menambahkan bahwa perbedaan pandangan di antara mereka tidak hanya bersifat personal. Ia menegaskan ada sejumlah pertentangan prinsip.
“We disagree on more than one thing – we disagree about independence, we clearly disagree on trans rights. My god, that woman is obsessed with me.”
Dalam berbagai pernyataan yang ia sampaikan, Sturgeon menunjukkan bahwa urusan dengan Murrell dan konsekuensi dari kasus tersebut masih terus ia proses, baik dari sisi emosional maupun pemahamannya tentang apa yang terjadi sebelum pengakuan bersalah. Ia menggambarkan periode itu sebagai proses yang kompleks dan belum selesai sepenuhnya.












