jurnalistik.co.id – Kepolisian Yunani sedang menyelidiki dugaan adanya “foul play” dalam kematian perempuan warga Skotlandia yang jasadnya ditemukan di sebuah koper.
Perempuan tersebut bernama Elisabeth-Jane Ross, 38 tahun. Otoritas setempat menyatakan Ross ditemukan di sebuah bangunan terbengkalai di distrik Kypseli, Athena, pada 18 Juli.
Menurut laporan, penemuan jasad dilakukan oleh seorang pria tunawisma. Polisi kemudian memproses temuan itu dengan menelusuri kronologi hingga menentukan penyebab kematian.
Ross diduga meninggal dunia antara lima hingga tujuh hari sebelum ditemukan. Penyidik juga meyakini Ross melakukan perjalanan ke Yunani dari Siprus sekitar dua minggu sebelum kematiannya.
Dalam perkembangan penyelidikan, juru bicara kepolisian Yunani menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan lanjutan masih menjadi kunci. Ia mengatakan: “We are awaiting the results of the toxicology tests to determine the cause of death and ascertain whether foul play was involved, as this was not clarified by the initial examination of the body.”
Pernyataan itu menegaskan, pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah belum cukup untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan atau tindakan lain di luar kematian yang tidak disengaja. Karena itu, polisi menunggu hasil uji toksikologi sebelum menarik kesimpulan.
Meski penyebab resmi belum diputuskan, kabar mengenai kasus ini mendapat perhatian otoritas di Skotlandia. First Minister John Swinney menyebut keluarga Ross akan didukung oleh pemerintah Skotlandia dan Foreign and Commonwealth Office.
Swinney menambahkan, “This is an absolutely appalling case that has been reported overnight.” Ia juga menyampaikan, “And obviously I’m deeply concerned that such a tragedy has taken place.”
Berita Terkait
Koordinator peliputan BBC di Athena, Helena Smith, menjelaskan bahwa jasad Ross ditemukan di bangunan yang sudah tidak terawat di bagian pusat kota Athena. Ia menggambarkan area tersebut sebagai wilayah yang sedang ramai, dengan banyak akomodasi bergaya sewa jangka pendek.
Menurut Smith, lokasi itu populer bagi orang-orang yang sedang bepergian melintasi Athena, serta bagi warga asing muda yang memilih menjadikan ibu kota Yunani sebagai tempat tinggal. Di tengah konteks lingkungan tersebut, keberadaan Ross sebelum menghilang menjadi bagian dari penelusuran.
Smith juga menyebut bahwa Ross memiliki keluarga di Edinburgh dan memiliki “connections” ke Yunani. Ross disebut sempat tinggal bersama seorang teman di Athena sebelum ia menghilang.
Dalam penjelasannya, Smith menambahkan adanya indikasi bahwa seseorang sempat mengendalikan telepon seluler Ross setelah kematiannya. Klaim tersebut terkait pesan-pesan yang dikirim untuk mengalihkan perhatian pihak berwenang serta membuat orang-orang dekat Ross sulit melacak keberadaannya.
Di tingkat hubungan luar negeri, Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) menyatakan pada Rabu bahwa mereka memberikan dukungan konsuler serta berkomunikasi dengan otoritas Yunani. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan keluarga memperoleh pendampingan yang diperlukan.
Sementara itu, juru bicara Police Scotland menyatakan pihaknya telah mengetahui kematian perempuan asal Skotlandia tersebut dan melakukan koordinasi dengan otoritas Yunani. Ia menyebut petugas memberikan dukungan kepada keluarga Ross di Skotlandia.
Di sisi lain, Interpol menyatakan pihaknya tidak dapat memberikan komentar terhadap kasus per kasus. Pernyataan tersebut memperlihatkan batas ruang informasi yang bisa dibagikan lembaga internasional dalam tahap investigasi.
Penyelidikan saat ini berfokus pada penentuan penyebab kematian secara pasti dan pemeriksaan apakah ada foul play. Dengan menunggu hasil toxicology tests, polisi berusaha menyusun jawaban atas pertanyaan utama: apa yang terjadi pada Ross, bagaimana ia berakhir di koper, dan apakah rangkaian peristiwa sebelum ditemukan dapat dipetakan secara lengkap.
Meski sejumlah informasi awal telah diketahui—mulai dari waktu penemuan, lokasi di Kypseli, hingga perkiraan rentang waktu kematian—kesimpulan akhir tetap bergantung pada pemeriksaan medis lanjutan. Bagi keluarga Ross, proses ini menjadi fase yang menentukan, terutama karena berbagai dugaan terkait pergerakan sebelum kematian dan pesan-pesan yang muncul setelahnya ikut memengaruhi arah penyelidikan.












