Bisnis & Ekonomi

Iduladha, Harga Cabai dan Beras Sama-Sama Naik

0
×

Iduladha, Harga Cabai dan Beras Sama-Sama Naik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Iduladha, Harga Cabai hingga Beras Kompak Naik - Sektor Riil

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan pada Rabu (27/5/2026), yang bertepatan dengan hari raya Iduladha, bergerak naik pada sejumlah komoditas utama. Data per pukul 10.30 WIB menunjukkan cabai merah besar, cabai merah keriting, dan beras sama-sama mengalami kenaikan harga dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam pantauan tersebut, cabai merah besar tercatat dibanderol Rp77.700 per kilogram. Harga itu naik 39,87% dibandingkan dengan hari sebelumnya. Kenaikan pada komoditas ini menjadi salah satu catatan paling menonjol dalam pembaruan harga pangan hari itu, mengingat lonjakannya berada di atas tiga puluh persen.

Selain cabai merah besar, cabai merah keriting juga naik cukup tajam. PIHPS Nasional mencatat harganya berada di level Rp71.950 per kilogram atau menguat 34,49% dari hari sebelumnya. Kenaikan dua jenis cabai tersebut membuat kelompok cabai merah menjadi komoditas yang sama-sama terkerek pada momentum Iduladha.

Di sisi lain, tidak semua jenis cabai bergerak naik. Cabai rawit hijau justru mengalami penurunan harga menjadi Rp38.850 per kilogram, turun 27,79% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, cabai rawit merah juga melemah 9,98% dengan harga Rp65.400 per kilogram. Dengan demikian, pergerakan harga cabai pada hari itu terlihat tidak seragam, karena sebagian naik dan sebagian lain turun.

Untuk komoditas beras, PIHPS Nasional mencatat seluruh kualitas kompak mengalami kenaikan. Meski rincian tiap kualitas tidak disebutkan dalam data yang disampaikan, arah pergerakan harga beras pada hari tersebut sama-sama menguat. Catatan ini menempatkan beras dalam kelompok pangan yang ikut naik bersamaan dengan sejumlah komoditas cabai.

PIHPS Nasional sendiri merupakan sistem pemantauan harga pangan strategis yang dikelola Bank Indonesia. Data yang ditampilkan pada pukul 10.30 WIB itu memberi gambaran awal mengenai kondisi harga pangan pada hari raya Iduladha. Dalam pembaruan tersebut, pasar memperlihatkan dinamika berbeda antara komoditas satu dengan lainnya, meski cabai merah besar, cabai merah keriting, dan beras sama-sama bergerak naik.

Pergerakan harga pada hari itu memperlihatkan bahwa kenaikan tidak terjadi merata pada semua jenis cabai. Cabai merah besar dan cabai merah keriting naik dalam persentase yang tinggi, sedangkan cabai rawit hijau dan cabai rawit merah justru turun. Pada saat yang sama, seluruh kualitas beras yang dipantau tercatat menguat, sehingga kelompok pangan pokok dan bumbu dapur sama-sama menunjukkan kenaikan pada hari yang sama.

Dengan komposisi tersebut, pembaruan harga dari PIHPS Nasional pada Rabu pagi menegaskan bahwa Iduladha diikuti perubahan harga pada beberapa bahan pangan penting. Cabai merah besar berada di Rp77.700 per kilogram, cabai merah keriting di Rp71.950 per kilogram, cabai rawit hijau di Rp38.850 per kilogram, dan cabai rawit merah di Rp65.400 per kilogram. Sementara itu, beras pada seluruh kualitas yang dipantau turut tercatat naik.

Jika dilihat dari pola pergerakannya, data tersebut menunjukkan bahwa pasar pangan pada hari raya itu tengah berada dalam fase yang beragam. Kenaikan yang tajam pada cabai merah besar dan cabai merah keriting berdampingan dengan pelemahan pada cabai rawit hijau serta cabai rawit merah, sehingga arah harga di kelompok cabai tidak bergerak ke satu sisi yang sama. Di saat bersamaan, penguatan beras pada seluruh kualitas yang dipantau ikut menambah tekanan pada kelompok bahan pangan utama.

Kondisi seperti ini membuat pembaruan harga PIHPS Nasional pada Rabu pagi menjadi penting untuk dibaca sebagai gambaran awal situasi pasar, bukan sekadar angka harian. Dengan cabai merah besar, cabai merah keriting, dan beras sama-sama naik, sementara dua jenis cabai rawit justru turun, pergerakan harga hari itu memperlihatkan kombinasi antara penguatan dan koreksi yang berlangsung hampir bersamaan pada komoditas pangan strategis.