Bisnis & Ekonomi

IHSG Bergerak Naik-Turun, Investor Asing Catat Jual Bersih Rp 339 Miliar

×

IHSG Bergerak Naik-Turun, Investor Asing Catat Jual Bersih Rp 339 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Bergerak Fluktuatif, Investor Asing Catat Jual Bersih Rp 339 Miliar

jurnalistik.co.id – Pada sesi pertama perdagangan Kamis (6/8/2026), pasar mencatat aktivitas transaksi yang mencolok dari investor asing, dengan posisi jual bersih sebesar Rp 339,05 miliar.

Di waktu yang sama, nilai transaksi asing yang tercatat menunjukkan arus jual lebih dominan dibanding pembelian.

Nilai penjualan investor asing mencapai Rp 2,70 triliun, sementara nilai pembelian tercatat Rp 2,36 triliun.

Selisih tersebut membuat investor asing kembali berada dalam kondisi net foreign sell pada hari ini.

Penekan utama berasal dari saham perbankan dan tambang

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas, dengan nilai jual bersih Rp 86,58 miliar.

Setelah BBCA, investor asing juga mencatat penjualan bersih pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp 64,15 miliar.

Berikutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat net foreign sell Rp 62,19 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 60,57 miliar.

Langkah jual investor asing juga menyasar sejumlah saham lain di sektor tambang dan komoditas.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tercatat mengalami net foreign sell Rp 58,38 miliar, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melepas bersih Rp 54,03 miliar.

Investor asing juga menjual bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 44,65 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 42,11 miliar.

Adapun PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mencatat net foreign sell Rp 34,56 miliar, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar Rp 27,86 miliar.

Di luar kelompok tersebut, tekanan jual masih terlihat pada beberapa emiten besar lainnya.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat net foreign sell Rp 20,25 miliar, sementara PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp 18,86 miliar.

PT United Tractors Tbk (UNTR) dilepas bersih Rp 18,48 miliar, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar Rp 14,86 miliar.

Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tercatat mengalami net foreign sell Rp 11,77 miliar dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp 10,65 miliar.

Beberapa saham lain juga masuk daftar jual bersih investor asing pada sesi pertama.

PT Indika Energy Tbk (INDY) tercatat melepas bersih Rp 10,36 miliar, disusul PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar Rp 10 miliar.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat net foreign sell Rp 9,51 miliar, sedangkan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar Rp 8,90 miliar.

Di sisi lain, PTRO memimpin aksi beli bersih

Meski investor asing secara keseluruhan mencatat net foreign sell, terdapat saham yang justru menjadi sasaran akumulasi.

PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi yang paling banyak dikoleksi dengan nilai beli bersih Rp 82,12 miliar.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul dengan net foreign buy Rp 72,70 miliar, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 58,21 miliar.

Investor asing juga melakukan pembelian bersih pada beberapa emiten perbankan dan konsumsi.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tercatat net foreign buy Rp 32,92 miliar, lalu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebesar Rp 24,16 miliar.

Berikutnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net foreign buy Rp 18,66 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 15,10 miliar.

Aktivitas beli bersih juga terlihat pada saham-saham lain yang ikut masuk daftar akumulasi.

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) tercatat net foreign buy Rp 14,84 miliar, diikuti PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebesar Rp 14,08 miliar.

PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) juga dibeli bersih Rp 14,06 miliar pada sesi tersebut.

Daftar saham yang ikut mencatat net foreign buy masih berlanjut.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) tercatat Rp 13,40 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebesar Rp 12,50 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 10,86 miliar.

Selanjutnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebesar Rp 7,63 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 6,97 miliar, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 6,95 miliar.

Selain itu, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat net foreign buy Rp 6,32 miliar, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) sebesar Rp 5,06 miliar, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp 4,96 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 4,19 miliar.

Secara keseluruhan, pola transaksi investor asing pada sesi pertama memperlihatkan kombinasi tekanan jual yang lebih besar dibanding pembelian, meski ada sejumlah saham yang justru mengalami akumulasi melalui net buy.

Dengan nilai jual bersih Rp 339,05 miliar pada perdagangan hari ini, pergerakan arus modal asing tersebut menjadi salah satu perhatian dalam dinamika pasar yang fluktuatif.