Bisnis & Ekonomi

IHSG dan Bursa Asia Kompak Menghijau usai Kabar Gencatan Senjata AS-Iran

0
×

IHSG dan Bursa Asia Kompak Menghijau usai Kabar Gencatan Senjata AS-Iran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kabar Gembira dari Timur Tengah, IHSG & Bursa Asia Hijau Cerah - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan hingga tengah hari Jumat (29/5/2026), searah dengan bursa saham Asia yang sama-sama menguat. Sentimen positif datang dari tercapainya kesepakatan perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pada jeda perdagangan sesi I, IHSG ditutup di posisi 6.217. Indeks acuan bursa saham Indonesia itu menguat 1,43% dibanding penutupan hari sebelumnya, menunjukkan awal perdagangan yang cukup solid pada sesi terakhir pekan ini.

Penguatan juga terjadi pada indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan paling likuid. Hingga sesi I, LQ45 menguat 0,71% ke level 624,82. Pergerakan ini memperlihatkan minat beli yang ikut mengalir ke saham-saham unggulan di pasar modal domestik.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.230. Sementara itu, posisi terendah intraday tercatat di 6.111. Rentang pergerakan tersebut menggambarkan bahwa pasar bergerak aktif, tetapi tetap berada dalam jalur penguatan hingga penutupan sesi pertama.

Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan sudah melibatkan 22 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp16,06 triliun, sedangkan frekuensi transaksi tercatat 1,32 juta kali. Angka-angka itu menunjukkan pasar bergerak dalam skala yang besar sejak perdagangan dibuka, dengan likuiditas yang tetap terjaga pada sesi I.

Penguatan IHSG yang mengikuti bursa Asia menjadi sinyal bahwa sentimen regional ikut berperan dalam membentuk arah perdagangan hari ini. Kabar perpanjangan gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran tampak memberi ruang bagi pasar untuk merespons dengan nada yang lebih tenang, setidaknya pada awal sesi.

Di tengah pergerakan tersebut, pasar saham domestik tampil lebih percaya diri dibandingkan hari sebelumnya. Kombinasi penguatan IHSG, kenaikan LQ45, dan tingginya nilai transaksi menunjukkan bahwa pelaku pasar aktif menyesuaikan posisi mereka mengikuti sentimen global yang sedang membaik.

Meski demikian, arah perdagangan masih akan sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons perkembangan berikutnya pada sesi setelah jeda. Untuk sementara, data hingga tengah hari menunjukkan bahwa IHSG dan bursa Asia sama-sama bergerak hijau, dengan sentimen dari Timur Tengah menjadi pemicu utama yang memantik optimisme di pasar.

Pergerakan seperti ini biasanya mencerminkan adanya dorongan beli yang lebih luas, bukan hanya di satu atau dua saham tertentu. Ketika indeks utama dan indeks berisi saham unggulan sama-sama menguat, pasar cenderung membaca bahwa minat investor sedang cukup sehat dan tidak semata-mata ditopang oleh sentimen sesaat. Dalam kondisi demikian, pelaku pasar umumnya lebih berani masuk ke saham-saham dengan likuiditas tinggi yang relatif mudah diperdagangkan.

Di sisi lain, penguatan yang terjadi sejak awal sesi juga memberi gambaran bahwa investor masih memantau perkembangan eksternal dengan cukup cermat. Sentimen positif dari kawasan global memang dapat mendorong pergerakan indeks, tetapi pasar biasanya tetap menunggu kepastian arah berikutnya sebelum menganggap tren itu benar-benar berlanjut. Karena itu, kenaikan yang terlihat pada sesi I lebih tepat dibaca sebagai respons awal yang kuat ketimbang kesimpulan akhir atas arah pasar hari ini.

Aktivitas transaksi yang besar pada saat yang sama menandakan bahwa pasar tidak bergerak dalam suasana sepi. Volume dan nilai perdagangan yang tinggi memperlihatkan partisipasi investor yang aktif, baik dari sisi pembelian maupun penyesuaian portofolio. Situasi seperti ini sering membuat pergerakan indeks menjadi lebih dinamis, karena setiap perubahan sentimen dapat langsung tercermin ke harga saham dalam waktu relatif singkat.

Menjelang sesi berikutnya, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada apakah penguatan ini mampu dipertahankan atau justru mulai mereda setelah jeda. Jika sentimen positif tetap dominan, IHSG berpeluang menjaga posisinya di zona hijau. Namun bila pelaku pasar memilih mengambil untung, sebagian kenaikan bisa saja terkoreksi. Untuk saat ini, data perdagangan hingga tengah hari menunjukkan bahwa pasar domestik masih berada dalam mode optimistis, sejalan dengan penguatan bursa Asia dan kabar meredanya ketegangan geopolitik.