Bisnis & Ekonomi

IHSG Merosot 1,3 Persen Pagi Ini, Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS

1
×

IHSG Merosot 1,3 Persen Pagi Ini, Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS

Sebarkan artikel ini
IHSG Anjlok 1,3 Persen Pagi Ini, Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dollar AS Money 4 Juni 2026
Ilustrasi: IHSG Anjlok 1,3 Persen Pagi Ini, Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dollar AS

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sejak awal perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi ini. Penurunan terjadi seiring tekanan di hampir seluruh sektor serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.919,57 atau turun 21,50 poin setara 0,36 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.941,07. Pada perdagangan pagi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.924,51 dan level terendah 5.836,42.

Tekanan jual kemudian terus meningkat. Hingga pukul 09.08 WIB, IHSG melemah 77,03 poin atau 1,30 persen ke level 5.864,04.

Aktivitas perdagangan saham pada sesi pagi terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 4,036 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,544 triliun, sementara frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 303.100 kali.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 110 saham menguat, 499 saham melemah, dan 350 saham lainnya stagnan. Kondisi ini menggambarkan dominasi emiten yang mengalami tekanan harga pada jam-jam awal perdagangan.

Secara ukuran pasar, kapitalisasi Bursa juga tercatat sebesar Rp 10,28 kuadriliun. Pada saat yang sama, sebagian besar indikator saham utama bergerak negatif mengikuti pelemahan IHSG.

Pergerakan Indeks Saham Utama

Sejalan dengan penurunan IHSG, sejumlah indeks saham utama di BEI juga bergerak negatif pada perdagangan pagi. Indeks LQ45 turun 6,31 poin atau 1,07 persen ke level 582,68, sementara indeks IDX30 melemah 3,03 poin atau 0,91 persen ke posisi 330,81.

Adapun indeks KOMPAS100 terkoreksi 12,15 poin atau 1,55 persen ke level 773,25. Penurunan ketiga indeks tersebut menunjukkan bahwa pergerakan melebar tidak hanya pada kelompok tertentu, melainkan ikut terbawa pelemahan yang terjadi di pasar.

Indeks saham berbasis syariah turut mencatat penurunan. Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,45 poin atau 1,26 persen ke posisi 349,99, indeks ISSI melemah 2,96 poin atau 1,44 persen ke level 203,04, dan indeks JII70 terkoreksi 2,17 poin atau 1,55 persen menjadi 138,02.

Seluruh Sektor Kompak Melemah

Tekanan terhadap IHSG terjadi merata di seluruh sektor. Pelemahan terdalam dicatatkan oleh sektor barang baku yang turun 2,57 persen, disusul sektor infrastruktur yang melemah 2,69 persen.

Sektor perindustrian juga turun 2,07 persen pada perdagangan pagi ini. Dari kelompok lain, sektor properti dan real estat terkoreksi 1,95 persen, sementara sektor kesehatan turun 1,90 persen.

Penurunan berlanjut pada sektor energi yang melemah 1,27 persen. Sektor keuangan turun 1,37 persen, dan sektor barang konsumen non-primer terkoreksi 1,45 persen.

Di bagian sektor yang bergerak lebih landai, sektor transportasi dan logistik turun 0,63 persen. Sektor teknologi melemah 0,88 persen, sedangkan sektor barang konsumen primer terkoreksi tipis 0,01 persen.

Dengan penyebaran pelemahan yang menjangkau berbagai sektor tersebut, pergerakan pasar pada pagi hari ini mencerminkan tekanan yang terjadi secara luas. Kondisi ini turut selaras dengan pernyataan bahwa IHSG melemah seiring tekanan di hampir seluruh sektor dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Hingga pukul 09.08 WIB, IHSG berada di level 5.864,04 setelah melemah 77,03 poin atau 1,30 persen. Pada saat yang sama, aktivitas perdagangan tetap berlangsung dengan volume 4,036 miliar saham, nilai transaksi Rp 2,544 triliun, serta frekuensi 303.100 kali transaksi.

Secara keseluruhan, pergerakan di pasar pagi Kamis (4/6/2026) memperlihatkan konsistensi penurunan pada indeks saham utama dan pelemahan sektor yang kompak. Mayoritas saham juga bergerak turun, dengan 499 saham melemah dibanding 110 saham yang menguat dan 350 saham yang stagnan.