jurnalistik.co.id – JAKARTA — Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, serta pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kesepakatan itu diarahkan untuk meningkatkan perlindungan dan pelayanan bagi jemaah, terutama warga negara Indonesia.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (1/6/2026). Pertemuan itu menjadi ruang untuk membahas evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini sekaligus menyiapkan langkah yang lebih erat untuk menghadapi tantangan pada musim haji mendatang.
“Indonesia dan Arab Saudi sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, khususnya dalam mendukung pengamanan, perlindungan warga negara, pertukaran pengalaman, serta peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menilai pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci untuk mendukung tata kelola haji yang semakin kompleks. Pengalaman Arab Saudi dalam mengelola jutaan jemaah dari berbagai negara dengan dukungan teknologi modern disebut menjadi referensi yang berharga bagi peningkatan kualitas pengelolaan kegiatan berskala besar di masa mendatang.
Karena itu, Indonesia dan Arab Saudi sepakat meningkatkan koordinasi melalui pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, serta optimalisasi penggunaan teknologi untuk mendukung sistem pengamanan dan pelayanan jemaah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan jemaah Indonesia sejak proses keberangkatan, selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Indonesia.
Wakapolri dalam kesempatan itu juga mengapresiasi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan jajaran PSS atas dukungan, pelayanan, serta pengamanan yang diberikan selama musim haji tahun ini. Menurut Dedi, kerja sama yang baik antara kedua negara berkontribusi terhadap kelancaran pelaksanaan ibadah jemaah Indonesia.
Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat koordinasi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, serta seluruh kementerian dan lembaga terkait dalam mendukung penyelenggaraan haji yang aman dan tertib. Bagi Indonesia, kerja sama itu tidak hanya menyangkut pengamanan, tetapi juga kesinambungan layanan bagi jemaah di setiap tahap perjalanan ibadah.
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Internasional PSS Arab Saudi Brigjen Muhammad Al Qohtoni menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurut dia, Indonesia selama ini menunjukkan kerja sama yang baik dalam mendukung kelancaran pelayanan jemaah.
PSS Arab Saudi juga menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik berkat optimalisasi personel, penguatan koordinasi, dan pemanfaatan teknologi dalam sistem pengamanan maupun pelayanan. Penilaian itu sejalan dengan pembahasan antara kedua pihak yang menempatkan teknologi sebagai unsur penting dalam memperkuat sistem haji yang makin menuntut ketepatan dan kesiapan.
Isir mengatakan kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan jemaah pada musim haji berikutnya. “Penguatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi masyarakat, serta sinergi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, dan otoritas Kerajaan Arab Saudi menjadi kunci untuk memastikan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Arab Saudi diperlukan untuk mengantisipasi berbagai tantangan penyelenggaraan haji di masa depan. Dengan koordinasi yang lebih kuat, pertukaran informasi yang lebih cepat, dan dukungan teknologi yang lebih optimal, perlindungan bagi jemaah diharapkan dapat terus ditingkatkan dari awal keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.












