Hukum & Kriminal

Bentrokan Ulang Warga Narasaosina–Waiburak di Flores Timur, 2 Orang Tewas

×

Bentrokan Ulang Warga Narasaosina–Waiburak di Flores Timur, 2 Orang Tewas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Konflik Warga Dua Desa di Flores Timur Kembali Pecah, 2 Orang Tewas

jurnalistik.co.id – Sabtu (18/7/2026), bentrokan antarwarga kembali pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.

Dalam kejadian tersebut, dua orang dilaporkan tewas.

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, menyampaikan, “Korban meninggal dunia ada dua orang,” saat dihubungi pada Sabtu.

Antonio belum merinci identitas kedua korban. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, masing-masing korban berasal dari dua desa yang terlibat bentrok.

Di sisi layanan kesehatan, Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengatakan pihaknya menerima tiga korban dari Dusun Bele, Desa Waiburak, sekitar pukul 07.00 Wita.

Ketiga korban yang datang ke puskesmas adalah NI (21), BI (19), dan SS (63). Stefanus menyebut semuanya berasal dari Dusun Bele, Desa Waiburak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, SS mengalami luka akibat senjata tajam pada bagian paha belakang.

Sementara itu, BI mengalami luka tembak di bagian dada.

Dalam pemeriksaan lanjutan, NI dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.10 Wita.

“Korban meninggal akibat luka tembak di bagian jantung,” kata Stefanus.

Antonio juga menjelaskan adanya penguatan personel untuk membantu pengamanan di wilayah Adonara. Ia menyebut satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan.

Langkah tersebut, menurutnya, dilakukan untuk memperkuat upaya aparat dalam menjaga situasi tetap terkendali.

Di lapangan, Kepala Seksi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, mengatakan personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi bentrokan.

Eliezer menambahkan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab bentrokan yang melibatkan warga dari dua desa tersebut.

Ia menegaskan bahwa rincian yang lebih lengkap baru akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai. “Data pasti mengenai korban jiwa maupun kronologi kejadian baru akan dirilis setelah proses olah TKP selesai,” ujarnya.

Dengan demikian, baik jumlah korban maupun alur kejadian, termasuk kronologi detail, masih dalam tahap verifikasi oleh petugas.

Polisi juga memastikan upaya pengendalian terus dijalankan agar bentrokan tidak meluas ke wilayah lain. Eliezer menyatakan, “Kami sedang berupaya keras untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut,” katanya.

Selain pengamanan, koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat dilakukan untuk meredakan ketegangan yang muncul di antara warga.

Upaya tersebut diarahkan agar penyelesaian konflik dapat ditempuh secara damai, tanpa tindakan lanjutan yang berpotensi memperbesar kerugian.

Eliezer juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi maupun provokasi. Ia menilai respons yang terkendali menjadi kunci untuk menghentikan mata rantai pertikaian.

Hingga saat informasi ini dihimpun, aparat masih berfokus pada penataan lokasi kejadian dan pendalaman penyebab bentrokan.

Petugas menunggu hasil olah tempat kejadian perkara untuk merumuskan kronologi yang utuh serta memastikan data korban sesuai fakta di lapangan.

Sejak pagi, aparat dan layanan kesehatan berupaya menangani dampak bentrokan tersebut. Informasi yang diterima menyebutkan tiga korban sempat dibawa ke Puskesmas Ile Boleng sekitar pukul 07.00 Wita, sebelum proses pendalaman berikutnya dilakukan oleh petugas di lokasi.

Dalam pemeriksaan medis, SS dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam pada bagian paha belakang. BI mengalami luka tembak di bagian dada, sedangkan NI dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.10 Wita, dengan keterangan bahwa kematian disebabkan luka tembak di bagian jantung.

Di sisi lain, pengamanan terus diupayakan dengan penerjunan personel gabungan ke wilayah Adonara. Wadanyon AKP Antonio Cortareal menyebut adanya pengerahan satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere untuk membantu menjaga situasi agar tetap terkendali, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Polisi juga menekankan bahwa penyebab bentrokan masih menjadi fokus penyelidikan. Data yang lebih rinci mengenai korban dan kronologi akan disampaikan setelah rangkaian olah TKP selesai. Selain penanganan di lapangan, koordinasi dengan tokoh masyarakat dilakukan untuk meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi, termasuk imbauan agar warga tidak mudah terpancing provokasi.