jurnalistik.co.id – Bidkeu Polda Gorontalo menuntaskan rekonsiliasi keuangan Semester I Tahun 2026 yang digelar di Hotel Yulia, Kota Gorontalo. Kegiatan tersebut resmi ditutup pada Kamis, 16 Juli 2026.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kasubbid Dal Verif Bidkeu Polda Gorontalo, Pembina Tk. I Simon Tangke, S.E. Ia hadir mewakili Kabidkeu Polda Gorontalo, Kombes Pol A’an Hardiyansyah, S.H., M.H.
Rekonsiliasi untuk konsistensi pengelolaan anggaran
Simon Tangke menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dari jajaran Satker dan Satwil yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai keterlibatan para peserta menjadi bagian penting dari upaya memastikan proses berjalan sesuai kebutuhan pembuktian dan pencocokan data.
Dalam sambutannya, Simon menekankan bahwa rekonsiliasi bukan sekadar agenda rutin. Menurutnya, kegiatan ini menjadi instrumen yang mendukung standar tata kelola keuangan Polri agar berjalan transparan dan akuntabel.
Ia juga menyatakan bahwa hasil rekonsiliasi merupakan cerminan integritas dalam mengelola anggaran negara. Pernyataan itu ditekankan sebagai penguat arah kerja bagi seluruh satuan kerja yang terlibat dalam pengelolaan administrasi keuangan.
Instruksi percepatan penyelesaian kendala teknis dan data
Simon Tangke kemudian menyampaikan arahan agar seluruh satuan kerja tidak menunda penyelesaian kendala teknis maupun temuan data. Penekanan ini diarahkan agar penyusunan laporan keuangan Semester I Tahun 2026 dapat berlangsung secara akurat dan tepat waktu.
Ia menegaskan pentingnya ketepatan pada setiap tahap pelaporan, terutama pada momen penyandingan informasi yang menjadi dasar penyusunan laporan. Dengan demikian, proses yang sudah dilakukan melalui rekonsiliasi dapat benar-benar bermuara pada kualitas laporan yang diharapkan.
Lebih lanjut, Simon menggarisbawahi bahwa disiplin dalam penyusunan laporan keuangan memiliki peran vital. Disiplin tersebut disebutnya sebagai penopang untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih Polri.
Berita Terkait
- 58 Gerai KDKMP Terlanjur Berdiri di Lahan Sawah Dilindungi, Sadewo Tri Lastiono Akui Bingung
- Pemkot Magelang Bongkar Lapak Pedagang TKL Ecopark, Parkir Diproyeksikan di Show Room Mudalrejo
- Lamongan Masih Punya 108 Ribu Ekor Sapi, Dinas Peternakan Jelaskan Harga Daging Mahal Dipicu Stok Siap Potong Menipis
Dalam konteks tersebut, penutupan kegiatan rekonsiliasi diposisikan sebagai langkah lanjutan setelah pencocokan selesai dilakukan. Proses berikutnya, menurut arah yang disampaikan, menuntut ketertiban kerja agar tidak ada hambatan yang mengganggu kesinambungan penyusunan dokumen.
Koordinasi Bidkeu dan Satker untuk meminimalisir perbedaan data
Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat koordinasi antara Bidkeu Polda Gorontalo dengan seluruh satuan kerja yang terkait. Sinergi yang dibangun diharapkan membuat alur pencatatan dan pelaporan semakin solid.
Simon mengaitkan harapan tersebut dengan kebutuhan untuk meminimalisir celah perbedaan data. Menurutnya, perbedaan yang tidak segera ditangani akan berpotensi memengaruhi kualitas pengelolaan anggaran di berbagai tahapan berikutnya.
Dengan rekonsiliasi yang sudah diselesaikan, proses pengelolaan anggaran di lingkungan Polda Gorontalo diarahkan agar terus meningkat. Hal itu disampaikan sebagai upaya agar seluruh jajaran tetap berjalan selaras dengan ketentuan yang berlaku.
Penutupan pada 16 Juli 2026 menjadi penanda selesainya rangkaian kegiatan rekonsiliasi Semester I Tahun 2026. Di akhir acara, fokus diarahkan pada tindak lanjut yang menuntut ketuntasan temuan teknis dan validasi data hingga laporan dapat disusun dengan akurat serta tepat waktu.
Melalui penegasan tersebut, peserta memperoleh pesan yang sama tentang pentingnya konsistensi kerja, ketepatan penyusunan laporan, serta koordinasi antarsatuan. Dengan demikian, hasil rekonsiliasi diharapkan benar-benar memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pada periode berjalan.
Setelah rangkaian kegiatan dinyatakan berakhir, Simon Tangke mengarahkan agar hasil pencocokan yang sudah dilakukan tidak berhenti pada tahap koordinasi, melainkan diteruskan ke pekerjaan administratif berikutnya. Pesan utama yang ditekankan adalah memastikan setiap temuan teknis tercatat dengan rapi dan setiap data yang telah disandingkan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penyusunan laporan.
Ia juga menegaskan bahwa ketertiban kerja di periode setelah rekonsiliasi akan menentukan kelancaran tahap pelaporan Semester I Tahun 2026. Dengan memastikan penyandingan informasi berjalan pada koridor yang benar, seluruh satuan kerja diharapkan menjaga kesinambungan alur kerja sehingga kualitas dokumen keuangan tetap sesuai standar yang ditargetkan, termasuk upaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Pada penutup kegiatan, penekanan kembali diberikan pada sinergi Bidkeu Polda Gorontalo dengan Satker dan Satwil terkait. Koordinasi yang solid diharapkan mampu meminimalisir potensi selisih data yang dapat muncul ketika pencatatan tidak seragam atau kendala teknis dibiarkan berlarut-larut, sehingga tindak lanjut berupa validasi akhir dan penyelesaian temuan dapat dilakukan secara tuntas dan tepat waktu.












