Internasional

Andy Burnham bertukar pesan dengan penyamar yang mengaku kepala staf Donald Trump, Susie Wiles

×

Andy Burnham bertukar pesan dengan penyamar yang mengaku kepala staf Donald Trump, Susie Wiles

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Burnham exchanged messages with person posing as Trump's chief of staff

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Andy Burnham dilaporkan bertukar pesan dengan seseorang yang menyamar sebagai kepala staf Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Susie Wiles. Menurut laporan awal, Downing Street juga menolak memberikan komentar terkait kebocoran keamanan yang pertama kali diungkap oleh Politico.

Dalam pemberitaan Politico yang kemudian dibahas lebih lanjut, pejabat menyebut Burnham berkomunikasi dengan pihak yang mengaku sebagai Susie Wiles sebelum akhirnya muncul kecurigaan bahwa kontak tersebut tidak sah. Situs tersebut melaporkan hanya ada “few messages” yang dipertukarkan.

Downing Street mengatakan tidak akan menanggapi urusan keamanan nasional. Juru bicara pemerintah menyatakan: “We do not comment on national security matters.”

BBC melaporkan bahwa komunikasi Burnham dan pihak yang menyamar sebagai Wiles berupa pesan tertulis, dan tidak ada percakapan langsung di antara keduanya. Sumber menyebut tidak ada “messages of significance” yang dikirim, serta pesan-pesan tersebut “quickly reported to the appropriate authorities” setelah dinilai mencurigakan.

Pihak Downing Street tidak merinci kapan pertukaran pesan itu terjadi, berapa jumlahnya, maupun apakah komunikasi dilakukan melalui WhatsApp atau sistem lain. Selain itu, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada BBC pada Senin bahwa insiden terbaru tersebut “had nothing to do” dengan dugaan Wiles yang diretas lewat teleponnya.

BBC sebelumnya telah melaporkan adanya penyelidikan FBI terkait peretasan telepon Susie Wiles pada bulan Mei tahun lalu. Pada saat itu, Wiles menyatakan bahwa ponselnya dibobol setelah seorang penyamar—atau beberapa penyamar—menggunakan berkas kontak untuk menghubungi pejabat tinggi AS lainnya.

Wiles menegaskan bahwa penargetan dilakukan pada telepon pribadinya, bukan perangkat pemerintahan. Namun, penerima pesan di antaranya mencakup senator AS, gubernur, serta eksekutif bisnis papan atas.

Susie Wiles, yang merupakan sekutu kunci Trump, juga disebut menjadi sasaran operasi spionase siber yang terkait unit cyber espionage milik Iran’s Revolutionary Guards pada 2024. Dalam konteks tersebut, insiden terkait penyamaran dan upaya penipuan digital mendapat perhatian karena menargetkan individu-individu yang memiliki akses dan pengaruh.

Di Inggris, pemerintah juga sedang menghapus nomor ponsel pribadi tiga menteri kabinet dari situs web tempat nomor tersebut sebelumnya dipublikasikan. Menteri Pertahanan Wes Streeting, Menteri Kehakiman Alex Norris, serta Menteri untuk Irlandia Utara Chris Bryant disebut pernah memiliki nomor yang tersedia secara publik.

Juru bicara pemerintah menyatakan bahwa pihaknya memiliki “robust procedures in place to ensure the security of sensitive information.” Pernyataan tersebut disampaikan ketika kebijakan pengelolaan data kontak pejabat dinilai perlu diperbarui untuk meminimalkan risiko penipuan.

Pada 2024, Kementerian Luar Negeri Inggris (FCDO) juga mengonfirmasi bahwa saat menjabat, mantan menteri luar negeri saat itu, David Cameron, menjadi korban hoaks panggilan. Hoaks tersebut menggunakan penyamaran sebagai mantan presiden Ukraina, Petro Poroshenko.

Menurut informasi FCDO, Lord Cameron juga bertukar beberapa pesan teks dengan penyamar yang mengaku sebagai Poroshenko, yang menjadi presiden Ukraina pada periode 2014 hingga 2019. FCDO menyebut merilis rincian pertukaran itu secara terbuka karena ada kekhawatiran bahwa informasi tersebut bisa “manipulated”.

Selain kasus Cameron, dua menteri pemerintahan lain diberitakan menjadi target pada 2022. Pelaku penyamaran disebut mengaku sebagai perdana menteri Ukraina antara 2020 hingga 2025, Denys Shmyhal.

Menteri Pertahanan Ben Wallace menyalahkan “dirty tricks” dari Rusia atas panggilan telepon tersebut. Panggilan dilakukan melalui Microsoft Teams, dan Menteri Dalam Negeri Priti Patel juga mengonfirmasi bahwa ia menerima panggilan serupa.

Saat itu, seorang sumber dari Kementerian Pertahanan mengatakan panggilan video tersebut “fairly sophisticated” dan berasal dari “another government department”, yang menurut sumber menambah kredibilitas upaya penipuan. Gambaran ini memperlihatkan bagaimana serangan sosial dan rekayasa identitas dapat memanfaatkan elemen yang tampak resmi.

BBC menuliskan bahwa Andy Burnham bertukar pesan dengan pihak yang menyamar sebagai kepala staf Trump dalam artikel yang diterbitkan pada 17 Agustus 2026 pukul 09:24 BST dan kemudian diperbarui sepuluh menit setelahnya. Downing Street, dalam merespons isu tersebut, tidak memberikan detail tambahan mengenai aspek teknis komunikasi maupun waktu pertukaran pesan.