Internasional

Trump Mengancam Bom Oman, sekutu AS, bila “gets in the way” terkait isu Iran

×

Trump Mengancam Bom Oman, sekutu AS, bila “gets in the way” terkait isu Iran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump threatens to bomb US ally Oman if it 'gets in the way' over Iran deal

jurnalistik.co.id – Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman kepada Oman, sekutu Amerika Serikat, terkait perannya dalam upaya membahas isu Iran. Menurut Fox News, Trump mengatakan ia akan “membom habis” Oman bila negara itu “menghalangi”.

Ancaman tersebut disampaikan Trump saat wawancara telepon dengan Fox News, yang oleh laporan tersebut disebut disertai kata-kata kasar. Fox News juga menyebut Trump menilai bahwa keputusan Oman bisa berdampak pada jalannya pembicaraan yang dilakukan Washington.

Di sisi lain, AS dan Oman disebut sedang bernegosiasi secara terpisah dengan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur perairan itu merupakan salah satu rute pelayaran minyak terpenting bagi perekonomian global, dan selama hampir enam bulan terakhir dilaporkan nyaris tidak dapat dilalui selama eskalasi perang AS–Iran.

Sejumlah pejabat Iran, pada hari yang sama, menyatakan mereka berada dekat dengan penyelesaian kesepakatan dengan Oman. Iran kemudian merinci bahwa kesepakatan tersebut terkait peta rute transit kapal, sembari menunggu rincian akhir sebelum dikeluarkan pernyataan bersama.

Namun, masa depan perundingan antara AS dan Iran masih belum jelas karena Memorandum of Understanding (MoU) berdurasi 60 hari yang disepakati kedua pihak akan segera berakhir. Ketidakpastian ini muncul di tengah situasi di mana Teheran, sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari, dilaporkan terus menghalangi jalur Selat Hormuz.

Dalam laporan yang sama disebutkan, Selat Hormuz biasanya menjadi tempat lewat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Karena itu, pembukaan kembali jalur tersebut menjadi topik kunci dalam pembahasan terkait upaya meredakan ketegangan.

Oman sendiri berbatasan dengan bagian selatan Selat Hormuz dan kerap menempatkan diri sebagai negara netral dalam konflik ini. Meski demikian, Oman disebut mengalami sejumlah serangan dari Iran dan kini berperan penting dalam proses negosiasi dengan Teheran agar jalur air tersebut kembali dibuka.

Washington juga disebut menjalankan upaya sendiri untuk membantu memastikan jalur itu dapat kembali berfungsi. Dalam wawancara itu, Fox melaporkan Trey Yingst mengutip Trump yang mengatakan: “If Oman gets in the way, we’ll bomb the shit out of them.”

Selain ancaman tersebut, Trump juga menyatakan AS memiliki jalur komunikasi langsung dengan kelompok IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps). Juru bicara IRGC kemudian membantah klaim Trump, dengan menyampaikan kepada Tasnim News bahwa tidak ada pembicaraan antara pejabat IRGC dan pihak Amerika, dan bahwa tuduhan Trump dianggap sekadar khayalan yang muncul dari “kekalahan” dan “keputusasaan” yang dialami dalam perang.

Ancaman Trump disebut muncul beberapa jam setelah Iran menyatakan kedua negara telah mencapai kesepakatan agar kapal dapat berlayar melalui Selat Hormuz. Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan adanya “an understanding has been reached regarding the map of the transit route”, dan menambahkan bahwa kedua pihak akan menyelesaikan rincian sebelum merilis pernyataan bersama.

Oman, menurut laporan, sebelumnya menggambarkan pembicaraan itu sebagai langkah yang positif. Pada bulan berjalan, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga disebut menyatakan bahwa pembukaan penuh bergantung pada penerimaan kompensasi dari AS atas pelanggaran terhadap MoU menurut penilaian Teheran.

Reuters, mengutip seorang pejabat Iran, juga melaporkan bahwa Iran berupaya meminta biaya sekitar 5% hingga 7% dari harga muatan kapal bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di tengah berbagai syarat tersebut, pembahasan mengenai bagaimana transit berjalan menjadi salah satu titik yang menentukan apakah jalur akan benar-benar kembali dibuka.

Ketika MoU AS–Iran yang ditandatangani pada 18 Juni mulai mendekati akhir masa berlakunya, Trump tetap menegaskan target nuklir Iran. Ia menulis di Truth Social bahwa “The number one goal is, and always will be, that Iran cannot have, in any way, shape, or form, a nuclear weapon.”

MoU tersebut pada awalnya dirancang untuk membawa jeda permusuhan dan setidaknya membuka sebagian Selat Hormuz. Namun, kesepakatan itu disebut runtuh tak lama kemudian ketika kedua pihak kembali melancarkan serangan.

Pada 8 Juli, Trump dilaporkan menyatakan gencatan senjata “over” dan menyerang kepemimpinan Iran dengan menyebut “scum” dan “cuckoo” setelah terjadi pertukaran tembakan baru. Meski situasi meruncing, Trump juga dikutip mengatakan ia tidak terburu-buru mengakhiri perang, termasuk pernyataan: “They’re good poker players, but they’re dying,” serta “I have no time schedule. I’m not in a hurry.”