Teknologi

Investor Borong Saham Google, Taruhan AI Tembus Rp 1.500 Triliun

4
×

Investor Borong Saham Google, Taruhan AI Tembus Rp 1.500 Triliun

Sebarkan artikel ini
Investor Ramai-ramai Borong Saham Google, Taruhan AI Tembus Rp 1.500 Triliun Tekno 10 Juni 2026
Ilustrasi: Investor Ramai-ramai Borong Saham Google, Taruhan AI Tembus Rp 1.500 Triliun

jurnalistik.co.id – Demam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tampaknya belum mereda. Buktinya, investor global baru saja menggelontorkan dana dalam jumlah fantastis ke Google untuk mendukung ekspansi bisnis AI perusahaan tersebut.

Induk Google, Alphabet, berhasil menghimpun dana sekitar 85 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 1.545 triliun melalui penjualan saham. Nilai itu menjadikannya penawaran saham terbesar yang pernah dilakukan perusahaan mana pun di dunia.

Besarnya dana yang berhasil dihimpun menunjukkan tingginya keyakinan investor terhadap prospek AI di masa depan. Alphabet juga tidak berada dalam kondisi yang membutuhkan dana darurat untuk bertahan hidup.

Perusahaan justru masih mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat. Pada kuartal pertama 2026, Alphabet membukukan pendapatan sekitar 109,9 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 1.997 triliun, naik 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, bisnis cloud milik Google tumbuh hingga 63 persen menjadi sekitar 20 miliar dollar AS. Informasi ini dirangkum dari The Next Web.

CEO Google, Sundar Pichai, menyampaikan lewat posting di X bahwa pada awalnya Alphabet berencana menjual instrumen saham senilai 40 miliar dollar AS atau sekitar Rp 727,16 triliun pada tahap pertama. Namun, tingginya minat investor membuat penawaran tersebut kelebihan peminat (oversubscribed).

Menurut Pichai, karena kondisi itu, nilai penawaran kemudian ditingkatkan menjadi 45 miliar dollar AS atau sekitar Rp 818 triliun. Ia juga menyebut perusahaan akan menjual saham tambahan senilai 40 miliar dollar AS pada kuartal berikutnya.

“Kami berhasil menghimpun dana sekitar 45 miliar dollar AS, dengan tambahan 40 miliar dollar AS yang akan diperoleh melalui program "at the market" mulai kuartal III (sehingga totalnya mencapai sekitar 85 miliar dollar AS),” kata Pichai melalui akun pribadinya @sundarpichai.

Dalam unggahan yang sama, Pichai juga menuliskan: “On Monday we announced an equity offering for Alphabet – part of our multi-year investment strategy to meet the AI opportunity ahead and support the demand we’re seeing from enterprises and consumers. Pleased to share the offering was well over-subscribed. We raised a total of…”

Di antara investor yang ikut membeli saham tersebut adalah Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik Warren Buffett. Berkshire Hathaway disebut menggelontorkan dana sekitar 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 181,79 triliun untuk membeli saham Alphabet.

Dengan angka tersebut, dana yang dihimpun Alphabet melampaui rekor sebelumnya yang dipegang perusahaan minyak Brasil, Petroleo Brasileiro SA (Petrobras). Petrobras tercatat mengumpulkan dana 70 miliar dollar AS pada 2010.

Meski berkaitan dengan AI, dana yang dihimpun Alphabet tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengembangkan chatbot baru atau fitur AI generatif yang saat ini banyak dipakai masyarakat. Alphabet menempatkan penjualan saham ini sebagai bagian dari strategi investasi multi-tahap untuk memenuhi peluang AI.

Rangkaian informasi itu memperlihatkan bahwa pasar tetap memandang AI sebagai arah jangka panjang yang bernilai. Ketika penawaran saham diserap jauh di atas target awal dan kemudian ditingkatkan, sinyalnya adalah minat investor masih kuat—meski perusahaan tidak sedang berada dalam situasi darurat keuangan.

Berdasarkan kinerja pendapatan serta pertumbuhan bisnis cloud, Alphabet berada pada lintasan ekspansi yang masih berjalan. Di saat yang sama, dorongan investasi melalui penjualan saham terbesar tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi AI yang dipandang sebagai kebutuhan pasar di masa mendatang.

Dalam konteks persaingan industri teknologi, langkah Alphabet yang menghimpun dana hingga sekitar 85 miliar dollar AS juga menjadi penanda bahwa perhatian investor terus beralih ke ekosistem yang terkait dengan pengembangan AI. Dana yang dihimpun dari penjualan saham, termasuk kontribusi investor seperti Berkshire Hathaway, menegaskan bahwa strategi AI diposisikan sebagai prioritas.