Teknologi

Panel Surya Terbukti Menekan Biaya Operasional Tambak hingga 50 Persen

×

Panel Surya Terbukti Menekan Biaya Operasional Tambak hingga 50 Persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Panel Surya Dinilai Mampu Tekan Biaya Operasional Tambak hingga 50 Persen

jurnalistik.co.id – Panel surya dipandang berpotensi membantu pelaku budidaya perikanan menekan biaya operasional, terutama lewat pengurangan ketergantungan pada listrik PLN. Teknologi energi terbarukan itu disebut dapat meningkatkan efisiensi usaha tambak.

Dari hasil sementara yang dibagikan dalam Pentahelix Dialogue bertema Mainstreaming Renewable Energy di Jakarta, pemanfaatan panel surya diklaim mampu mengurangi konsumsi listrik PLN hingga sekitar separuh. Dengan penurunan itu, beban produksi yang selama ini dipikul petambak diharapkan menjadi lebih ringan.

Researcher PT Sustainability & Resilience (su-re.co), Naafi Lathifah, menyampaikan angka penghematan tersebut dalam acara yang digelar Kamis, 30/7/2026. Ia menyatakan, “Hasil sementara menunjukkan penggunaan solar panel mampu menghemat konsumsi listrik PLN sekitar 42 hingga 50 persen,”.

Naafi menuturkan bahwa penerapan panel surya merupakan bagian dari inovasi yang dikembangkan melalui kemitraan P4G Crustea – su-re.co Aquaculture for Climate Resilience. Program ini diarahkan untuk mengarusutamakan penggunaan energi terbarukan pada sektor budidaya perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pelaku usaha terhadap dampak perubahan iklim.

Menurutnya, kerja sama dengan startup teknologi akuakultur Crustea tidak semata berkutat pada pengembangan teknologi. Kolaborasi tersebut juga mencakup penguatan kapasitas petambak melalui pelatihan, kajian, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan.

“Kemitraan ini tujuannya membantu startup melakukan market expansion , sementara dari sisi su-re.co kami mendukung pelatihan bagi petambak agar lebih tangguh terhadap perubahan iklim, melakukan kajian, hingga menyusun policy brief ,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa proses penyusunan policy brief itu juga dilakukan melalui forum Pentahelix Dialogue agar terbentuk ekosistem budidaya perikanan yang berkelanjutan. “Salah satu proses penyusunannya dilakukan melalui Pentahelix Dialogue ini agar tercipta ekosistem budidaya perikanan yang berkelanjutan,” lanjut Naafi.

Panel surya untuk aerasi tambak

Dalam implementasi yang dipaparkan, teknologi yang dipakai memanfaatkan panel surya untuk mengoperasikan sistem aerasi tambak. Sistem aerasi disebut menjadi salah satu perangkat yang membutuhkan konsumsi listrik cukup besar dalam kegiatan budidaya.

Pada proyek percontohan di Gianyar, Bali, panel surya mampu memasok kebutuhan listrik aerator selama sekitar 10 jam setiap hari. Artinya, pasokan untuk kebutuhan aerasi tidak hanya bersifat sesaat, tetapi direncanakan mengikuti kebutuhan harian dalam kegiatan budidaya.

Meskipun demikian, Naafi mengakui dampak terhadap peningkatan produksi belum terlihat signifikan. Ia menilai hal itu berkaitan dengan tahap awal yang baru menggunakan satu unit aerator.

“Pada pilot project pertama, dampak terhadap produksi memang belum terlalu terlihat karena baru satu aerator yang dipasang. Ke depan kami akan melakukan piloting di Nusa Tenggara Barat bersamaan dengan program pelatihan sehingga dampaknya dapat diukur secara lebih lengkap,” jelasnya.

Perluasan lokasi dan konfigurasi hybrid

Naafi menyampaikan bahwa saat ini program masih diterapkan pada satu lokasi percontohan. Selanjutnya, implementasi ditargetkan diperluas hingga mencapai 10 kawasan budidaya.

Untuk tahap pengembangan, program akan diperluas ke Nusa Tenggara Barat. Perluasan tersebut juga diiringi pelatihan bagi petambak agar hasil penerapan bisa dievaluasi secara lebih menyeluruh.

Dalam soal teknis, Naafi menjelaskan bahwa sistem yang digunakan mengadopsi konfigurasi hybrid. Panel surya tetap terhubung dengan jaringan listrik PLN sehingga pasokan energi lebih stabil ketika kebutuhan beroperasi dalam aktivitas budidaya.

Dengan pola hybrid, panel surya tidak sepenuhnya menggantikan listrik dari PLN, melainkan bekerja bersama untuk menjaga kontinuitas pasokan. Pendekatan ini dinilai penting agar sistem aerasi dapat tetap berjalan sesuai kebutuhan, sekaligus memberikan ruang penghematan dari sisi konsumsi listrik.

Secara keseluruhan, paparan dalam Pentahelix Dialogue menempatkan penghematan listrik sebagai salah satu titik tekan program. Pada saat yang sama, penguatan kapasitas petambak melalui pelatihan dan kajian kebijakan menjadi bagian yang tidak terpisah dari rencana implementasi ke depannya.