jurnalistik.co.id – Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, yang mengarah ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) mengalami kemacetan parah pada sore ini.
Kepadatan itu dipantau terjadi mulai sekitar pukul 15.00 WIB, berdasarkan unggahan akun Instagram @jakarta.terkini.
Di salah satu ruas jalan protokol tersebut, volume kendaraan terlihat meningkat seiring pemberlakuan rekayasa di beberapa titik kawasan.
Dalam kondisi itu, mobilitas kendaraan kemudian menjadi tertahan karena adanya penyumbatan arus lalu lintas di area yang menjadi lintasan rombongan.
Meski berada dalam jaringan jalan yang padat, kondisi lalu lintas pada akhirnya dipengaruhi oleh penyesuaian arah dan pengaturan di titik-titik tertentu.
Rekayasa lalu lintas saat rombongan tamu negara melintas
Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, membenarkan adanya penutupan sementara arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Robby menjelaskan, beberapa ruas jalan memang harus ditutup sementara waktu ketika rombongan tamu negara, yakni Presiden Jerman, melintas.
Penutupan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari pengaturan agar iring-iringan kepresidenan dapat melintas dengan prioritas kelancaran serta keamanan.
Menurut Robby, penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan di sejumlah titik sehingga dampaknya terasa pada beberapa akses di sekitar Jalan Sudirman menuju Bundaran HI.
Dengan adanya penyumbatan, arus kendaraan yang semula mengalir bertahap kemudian harus dialihkan dan diatur ulang oleh petugas di lapangan.
Mahasiswa yang hendak unjuk rasa sempat tertahan
Imbas dari penutupan jalur ikut berdampak pada massa aksi dari kelompok mahasiswa yang hendak menuju lokasi unjuk rasa.
Robby mengatakan bahwa polisi menahan sementara massa aksi sampai rangkaian tamu negara melintas.
“Itu teman-teman mahasiswa yang mau melaksanakan aksi sementara kita tahan sebentar sampai rangkaian tamu negara melintas,” ujar Robby kepada Kompas.com, Senin (15/6/2026).
Menurut Robby, penahanan sementara dilakukan untuk memberi ruang pengaturan arus, sekaligus memastikan proses pelintasan berjalan tanpa mengganggu keamanan di area tersebut.
Selama masa penutupan, petugas juga mengarahkan pergerakan agar massa dan kendaraan dapat tetap berada pada koridor yang telah ditentukan.
Di saat yang sama, petugas terus melakukan penyesuaian alur kendaraan di titik-titik terdampak agar kemacetan tidak melebar terlalu jauh pada fase rombongan melintas.
Dalam pengaturan itu, personel di lapangan memprioritaskan respons cepat terhadap perubahan arus yang terjadi selama proses penutupan sementara.
Setelah rombongan selesai, jalur dibuka kembali
Robby menegaskan bahwa setelah rangkaian rombongan Presiden Jerman dipastikan selesai melintas, pihak kepolisian langsung bergerak untuk membuka kembali jalur.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang sempat terbentuk akibat penyumbatan di sejumlah titik.
“Setelah tamu negara melintas, ini sedang kita upayakan untuk dikawal oleh kepolisian menuju Merdeka Selatan untuk penyampaian pendapat,” kata Robby.
Ia menyebut proses pengawalan juga dilakukan agar kelompok mahasiswa tetap dapat melanjutkan rencana penyampaian pendapat setelah rangkaian tamu negara selesai lewat.
Robby tidak menampik bahwa penyekatan jalur dan penutupan sementara sempat menimbulkan dampak ekor kemacetan yang cukup panjang.
“Tadi memang ada imbas agak sedikit kepadatan sampai ke Semanggi. Tapi ini sudah kita upayakan, kita bantu kawal sampai Merdeka Selatan,” tutur dia.
Meski ada imbas kepadatan hingga area Semanggi, pihak kepolisian menyatakan tetap mengupayakan pemulihan kondisi jalan melalui pengaturan dan pengawalan di lapangan.
Fokus pengendalian kemudian diarahkan pada upaya mengurai kemacetan serta menjaga agar proses penyampaian pendapat berlangsung dengan tertib setelah rombongan tamu negara selesai melintas.
Dengan personel yang ditempatkan di lapangan, polisi terus berupaya memulihkan kondisi jalan hingga arus kembali dapat bergerak normal.












