jurnalistik.co.id – Kemenangan 7-1 Jerman atas Curaçao pada Piala Dunia 2026 mengulang momen bersejarah ketika Die Mannschaft pernah melumat Brasil dengan skor serupa pada 2014. Hasil itu membuat Jerman kini tercatat sebagai tim tersubur sepanjang sejarah Piala Dunia, setelah melewati rekor gol Brasil.
Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 tersebut berlangsung di Stadion Houston pada Minggu (14/6/2026) atau Senin dini hari WIB. Curaçao, negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia, harus menerima kekalahan telak meski sempat menyamakan kedudukan melalui gol Livano Comenencia pada menit ke-21.
Skor, waktu gol, dan pencetak gol
Jerman memulai pesta golnya lewat Felix Nmecha pada menit ke-6, sebelum Nico Schlottebeck menambah keunggulan pada menit ke-38. Satu gol lain hadir sebelum turun minum, ketika Kai Havertz mencetak gol pada menit 45+5.
Setelah jeda, Jamal Musiala membawa Jerman menjauh pada menit ke-47. Denis Undav kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-78, sementara Nathaniel Brown menambah keunggulan pada menit ke-68.
Di akhir laga, Havertz kembali mencatatkan gol kedua pribadinya pada menit ke-88, sehingga memastikan skor akhir 7-1. Dengan demikian, Jerman mencatat tujuh gol melalui Felix Nmecha (6’), Nico Schlottebeck (38’), Kai Havertz (45+5’, 88’), Jamal Musiala (47’), Nathaniel Brown (68’), Denis Undav (78’), serta gol balasan Curaçao oleh Livano Comenencia (21’).
Jerman lampaui rekor Brasil
Skor 7-1 itu membawa Jerman menorehkan capaian gol yang belum pernah dicapai tim manapun di Piala Dunia. Total, Die Mannschaft telah mengemas 239 gol di sepanjang sejarah Piala Dunia, melewati rekor Brasil yang sebelumnya tercatat 238 gol.
Keberhasilan itu menegaskan pola hasil besar yang pernah menjadi ciri Jerman. Sebelumnya, Jerman juga pernah menang 7-1 dalam perjalanan menuju gelar Piala Dunia 2014, termasuk saat membabat Brasil 7-1 di semifinal yang berlangsung di Stadion Maracana.
Menurut statistik yang disajikan oleh FIFA, Jerman telah empat kali menang dengan mencetak tujuh gol atau lebih dalam ajang Piala Dunia. Selain melawan Curaçao dan Brasil, Jerman juga pernah mencatat kemenangan 7-2 atas Turkiye pada Piala Dunia 1954 dan kemenangan 8-0 atas Arab Saudi pada Piala Dunia 2002.
Rekor lain dari laga ini
Kemenangan ini juga menjadi momen penting bagi Jerman di fase pembuka turnamen. Die Mannschaft memenangkan pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014, saat mengalahkan Portugal 4-0.
Jerman juga menunjukkan konsistensi saat menghadapi tim-tim dari Concacaf. Dalam sepuluh pertandingan Piala Dunia terakhir melawan tim dari kawasan tersebut, Jerman hanya kalah satu kali, dengan catatan delapan kemenangan dan satu hasil seri (M8 S1), sementara satu kekalahan itu terjadi dari Meksiko dengan skor 0-1 pada fase grup 2018.
Selain itu, laga ini menjadi kali keempat Jerman mencetak tujuh gol atau lebih dalam satu pertandingan Piala Dunia. Jerman untuk kedua kalinya memiliki enam pencetak gol berbeda dalam satu pertandingan Piala Dunia, dan catatan sebelumnya terjadi saat mereka menang 8-0 atas Arab Saudi pada laga pembuka tahun 2002.
Kai Havertz juga menambah nilai pada statistik individu. Ia mencetak dua gol dalam dua pertandingan Piala Dunia berturut-turut, setelah sebelumnya juga mencetak dua gol ketika menghadapi Kosta Rika pada laga terakhir fase grup di edisi 2022.
Capaian catatan usia dan rekor penampilan
Di antara catatan pemain, Manuel Neuer menjadi sorotan karena usianya. Pada usia 40 tahun 79 hari, Neuer menjadi pemain Jerman tertua yang pernah tampil dalam pertandingan Piala Dunia, melampaui Fritz Walter yang berusia 37 tahun 236 hari saat menghadapi Swedia pada 24 Juni 1958.
Neuer juga mencapai plafon penampilan Piala Dunia yang mencerminkan konsistensi panjang. Ia mencapai 20 penampilan Piala Dunia, sebuah pencapaian yang sebelumnya juga telah diraih oleh lima pemain Jerman.
Rincian rekor penampilan terbanyak sepanjang masa Jerman di Piala Dunia menunjukkan siapa saja yang pernah menjadi bagian dari sejarah tersebut. Lothar Matthaeus tercatat 25 penampilan, Miroslav Klose 24, Uwe Seeler 21, serta Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, dan Manuel Neuer masing-masing 20.
Rekor pelatih dan debut gol Curaçao
Di kubu Curaçao, pelatih kepala Dick Advocaat mencatatkan rekor baru sebagai pelatih tertua dalam sejarah turnamen pada usia 78 tahun 260 hari. Sementara itu, Livano Comenencia menjadi pemain termuda dalam skuad Curaçao dengan usia 22 tahun 131 hari.
Gol Livano Comenencia pada menit ke-21 juga menjadi penanda penting bagi negaranya, karena itu merupakan gol pertama negaranya sepanjang sejarah di FIFA World Cup. Dengan kombinasi catatan Jerman yang dominan dan momen bersejarah bagi Curaçao, laga ini meninggalkan banyak statistik yang akan dikenang dalam perjalanan Piala Dunia 2026.












