Olahraga

Kakang Rudianto Sedih Bojan Hodak Tak Lagi Jadi Pelatih Persib, Tapi Tetap Profesional

0
×

Kakang Rudianto Sedih Bojan Hodak Tak Lagi Jadi Pelatih Persib, Tapi Tetap Profesional

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pelatih Persib Mundur, Kakang Sedih tapi Harus Tetap Profesional

jurnalistik.co.id – CIANJUR — Pemain Persib Bandung, Kakang Rudianto, tidak menutupi rasa sedihnya setelah Bojan Hodak dipastikan tidak lagi menangani tim pada musim depan. Menurut Kakang, pelatih asal Kroasia itu adalah sosok juru taktik terbaik, terlebih karena berhasil mengantar Maung Bandung meraih tiga gelar juara secara beruntun atau hattrick juara Indonesia Super League (ISL).

Meski merasa kehilangan, Kakang menegaskan bahwa dirinya tetap harus bersikap profesional. Ia menilai, sebagai pemain bola, ia tidak bisa larut terlalu lama dalam kesedihan hanya karena ada perubahan di kursi pelatih.

“Saya sangat sedih dia keluar. Tapi saya harus profesional karena saya pemain bola,” ujar Kakang di hadapan ribuan bobotoh di halaman Mako Polres Cianjur, Selasa (26/5/2026).

Bagi Kakang, pergantian pelatih bukan sesuatu yang asing dalam dunia sepak bola. Ia menilai, sejak awal musim kompetisi pun dirinya sudah harus membangun chemistry dengan sejumlah pemain baru di skuat Persib Bandung. Situasi itu, menurut dia, justru membuat para pemain terbiasa beradaptasi dengan rekan satu tim maupun sistem kerja yang berbeda.

“Saya merasakan sendiri yang awalnya tidak kenal sama sekali dengan pemain baru, tapi saya harus bisa bekerja sama. Alhamdulilah, saya bisa juara lagi yang ketiga kalinya,” kata dia.

Kakang berharap tradisi juara yang sudah dibangun Persib bisa terus dipertahankan pada musim depan. Ia ingin Maung Bandung tetap berada di jalur yang sama dan kembali bersaing untuk gelar juara, meski nanti akan bekerja di bawah sosok pelatih yang berbeda.

“Semoga tahun depan Persib Bandung bisa kembali juara,” ujar Kakang.

Target juara tetap sama

Rekan setim Kakang, Robi Darwis, juga menegaskan bahwa gelar juara yang diraih Persib pada musim ini memang sudah menjadi target sejak awal kompetisi. Karena itu, menurut dia, seluruh pemain dituntut untuk tampil konsisten dan maksimal pada setiap pertandingan tanpa terkecuali.

“Di setiap musim tidak ada target lain selain juara. Pokoknya setiap tahun setiap musim target Persib itu harus juara,” ucap Robi.

Kakang dan Robi sendiri mendapat sambutan meriah dari ribuan bobotoh saat pulang ke kampung halaman mereka di Cianjur. Keduanya diarak dalam konvoi bersama Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, dan Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alecander Yurikho Hadi, melintasi sejumlah ruas jalan protokol di Cianjur sebelum iring-iringan berakhir di Mako Polres Cianjur.

Momen itu menjadi bagian dari euforia warga yang ikut merayakan keberhasilan Persib. Kehadiran Kakang dan Robi di tengah bobotoh membuat suasana semakin semarak, sekaligus menunjukkan kuatnya ikatan antara pemain, tim, dan pendukung setia Persib Bandung.

Sebelumnya, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, menyampaikan bahwa Bojan Hodak memutuskan tidak melanjutkan perannya sebagai pelatih kepala. Posisi itu kemudian diubah menjadi technical advisor atau penasihat tim Persib.

Selanjutnya, tongkat estafet kepemimpinan pelatih Bojan Hodak akan diteruskan kepada asistennya, Igor Tolic. Sosok yang juga berasal dari Kroasia itu selama ini dikenal sebagai tangan kanan Bojan dalam membawa Persib meraih kesuksesan dua musim berturut-turut.

Perubahan tersebut tentu menandai babak baru bagi Persib Bandung. Namun dari suara para pemainnya, semangat untuk tetap bersaing di level tertinggi tampak tidak berubah. Bagi Kakang maupun Robi, yang terpenting adalah menjaga profesionalisme, mempertahankan kekompakan, dan terus mengejar target yang sama: juara.

Kakang juga melihat perubahan di kursi pelatih sebagai bagian dari proses yang harus dijalani sebuah tim besar. Menurut dia, yang paling penting adalah bagaimana para pemain tetap kompak, menjaga hubungan kerja yang sudah terbangun, dan tidak kehilangan fokus meski ada penyesuaian di dalam skuat.

Hal serupa juga tercermin dari sikap Robi yang menempatkan juara sebagai ukuran utama dalam setiap musim. Dari pandangan keduanya, Persib tetap harus bergerak dengan standar tinggi, karena semangat bersaing dan ambisi meraih hasil terbaik adalah hal yang tidak boleh ikut berubah.