jurnalistik.co.id – Yoo Jae-hoon memberikan ucapan kepada kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, setelah catatan clean sheet Teja melewati rekor yang sebelumnya ia pegang. Ucapan itu sekaligus berisi harapan agar Teja terus menjaga performa serta menatap pencapaian berikutnya.
Teja resmi memegang rekor clean sheet terbanyak dalam satu musim kompetisi Liga Indonesia dengan 18 clean sheet. Rekor tersebut dicatatkan Teja pada Super League 2025-2026.
Pencapaian Teja melampaui rekor Yoo Jae-hoon pada musim Liga Super Indonesia 2013. Saat itu, Yoo Jae-hoon membukukan 17 clean sheet, sebelum akhirnya terlampaui oleh Teja.
Yoo Jae-hoon menyampaikan selamat atas torehan Teja. “Saya mengucapkan selamat kepada Teja Paku Alam yang telah melampaui rekor clean sheet saya, semoga sukses terus,” ucapnya.
Lebih dari sekadar mengucapkan selamat, Yoo juga menekankan tujuan jangka panjangnya dalam membina penjaga gawang. “Namun, tujuan saya adalah membantu dan melatih penjaga gawang yang saya bimbing agar melampaui rekor tersebut lagi di masa depan,” begitu tulis Yoo Jae-hoon dalam Instagram pribadinya.
Bagi Yoo, membimbing kiper agar mampu memecahkan rekor bukan pekerjaan yang mudah. Ia menyebut prosesnya menuntut latihan, kerja keras, koordinasi lini pertahanan, serta konsistensi dalam menjalankan setiap sesi dan strategi.
“Untuk mencapai tujuan itu, saya akan terus bekerja keras dan terus melangkah maju,” tuturnya.
Yoo Jae-hoon sendiri kini aktif sebagai pelatih penjaga gawang di Persijap Jepara. Ia juga pernah bekerja di lingkungan kepelatihan tim nasional Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong.
Sementara itu, Teja menorehkan rekor 18 clean sheet melalui performa yang berjalan meyakinkan sepanjang musim. Ia melakoni 31 laga dan kemasukan 19 kali, yang menjadi bagian dari perjalanan Teja hingga akhirnya menjadi kiper utama.
Keberhasilan Teja pada Super League 2025-2026 juga disebut berada di luar dugaan. Performa itu membuatnya bisa menjadi kiper utama sekaligus menyisihkan kiper terbaik Liga Wales, Adam Przybek.
Teja juga menyadari bahwa rekor clean sheet tidak datang sendirian. Ia menilai pencapaian tersebut terbentuk karena bantuan rekan-rekan setim dan juga pelatih kepala Mario Jozic.
“Alhamdulillah bisa mendapat rekor itu, semua yang Teja dapat karena bantuan dari teman-teman,” ucap Teja.
Di sisi lain, Teja mengungkapkan keinginannya untuk memecahkan pencapaian personalnya sendiri. Ketika ditautkan pada tekad untuk menumbuhkan kiper-kiper tangguh, Teja pun menyatakan harapannya agar rekor itu dapat terus diperbaiki.
“Semoga bisa bertahan, clean sheet lagi dan bisa dipecahkan lagi sama diri sendiri,” harapnya.
Dengan demikian, ucapan Yoo Jae-hoon kepada Teja tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas rekor yang telah dilewati, tetapi juga menegaskan fokusnya pada pembinaan. Di saat yang sama, Teja membawa tekad untuk mempertahankan performa dan membuka peluang agar catatan clean sheet yang sudah terukir bisa kembali dipertajam pada masa depan.
Ucapan selamat Yoo Jae-hoon kepada Teja Paku Alam juga bisa dibaca sebagai penguatan motivasi bagi seluruh proses panjang yang telah dijalani. Bagi Yoo, clean sheet bukan sekadar hasil sesaat, melainkan cerminan bagaimana penjaga gawang menjaga ritme, membaca situasi, serta menjaga komunikasi dengan barisan pertahanan sejak awal hingga akhir pertandingan.
Di sisi lain, penjelasan Teja mengenai rekor 18 clean sheet menegaskan bahwa pencapaian tersebut lahir dari kerja kolektif. Teja mengaitkannya dengan dukungan rekan-rekan setim dan arahan pelatih kepala Mario Jozic, sehingga keberhasilan di bawah mistar turut menjadi hasil penyelarasan strategi tim secara keseluruhan.
Dengan rekor yang sudah terlewati, baik Yoo maupun Teja sama-sama menempatkan fokus pada langkah berikutnya. Yoo terus menekankan pentingnya latihan yang terarah, kerja keras, serta konsistensi dalam menjalankan sesi dan strategi, sedangkan Teja berharap catatan yang sudah terukir dapat dipertahankan dan kembali diperbaiki lewat performa berikutnya.









