jurnalistik.co.id – BANDUNG — Persib Bandung mengumumkan peminjaman Zulkifli Lukmansyah pada musim 2026-2027. Keputusan ini diumumkan pada Sabtu (27/6/2026), setelah sang pemain lebih sering berada di luar skema utama tim.
Manajemen Persib menyebut peminjaman dilakukan agar Zulkifli mendapatkan kesempatan bermain yang lebih luas. Dengan tambahan menit pertandingan, proses perkembangan, pengalaman bertanding, dan kematangan sebagai pemain profesional diharapkan berjalan lebih optimal.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari komitmen klub terhadap ruang bagi pemain muda. Menurutnya, masa peminjaman menjadi fase penting agar Zulkifli bisa terus belajar di lingkungan kompetitif.
“Komitmen kami tetap sama, memberikan ruang dan kesempatan terbaik bagi para pemain muda untuk terus berkembang,” kata Adhitia. Ia menambahkan, melalui masa peminjaman ini, Zulkifli diharapkan memperoleh menit bermain yang lebih banyak.
Harapan yang sempat memudar
Nama Zulkifli sempat menjadi sorotan di musim Super League 2025-2026, setelah penampilannya di fase pramusim Piala Presiden 2025 membuat bobotoh berekspektasi. Pada turnamen tersebut, ia dipandang punya karakter permainan yang cepat saat menyisir sektor sayap kiri.
Di Piala Presiden 2025, Zulkifli tampil saat Persib berhadapan dengan Port FC, dan berlanjut pada laga lain di kompetisi pramusim. Potongan momen ketika ia mendapat pelanggaran dari Cassio Scheid juga menunjukkan intensitas kontribusinya di area serang.
Selain kecepatan, ia dinilai mampu menutup pergerakan ke ruang-ruang berbahaya hingga berpotensi mengganggu pertahanan lawan. Ekspektasi itu juga terkait kebutuhan regulasi pemain muda U23 di Super League 2025-2026.
Namun, arah karier Zulkifli kemudian berubah ketika cedera engkel menghampirinya saat masa training camp Persib di Thailand. Cedera tersebut membuatnya harus menepi dalam waktu lama dan kesulitan menemukan kembali ritme performa terbaiknya.
Di saat yang sama, persaingan internal di tim menjadi semakin ketat. Posisi bek kanan yang menjadi area aslinya lebih banyak diisi Kakang Rudianto, yang menunjukkan konsistensi sepanjang musim.
Untuk slot bek kiri, Persib juga melakukan rotasi pada beberapa nama. Uilliam Barros, Berguinho, dan Beckham Putra bergantian mengisi peran tersebut, sehingga peluang Zulkifli untuk tampil dari skuad utama semakin menyempit.
Dalam periode berikutnya, Zulkifli justru lebih sering mendapatkan porsi pertandingan di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) 2025-2026 bersama Persib U20. Pola penampilan itu menjadikannya lebih banyak membangun performa dari level pengembangan, bukan dari menit reguler tim utama.
Terhadap status kontraknya, disebutkan bahwa masa kontrak Zulkifli menyisakan satu musim setengah. Ia mendapatkan kontrak profesional pertamanya pada 27 Desember 2024, setelah sebelumnya memperoleh arahan dari Bojan Hodak.
Manajemen juga menempatkan keputusan peminjaman ini dalam konteks pembaruan skuad pada era kepelatihan baru. Zulkifli termasuk salah satu pemain yang keluar di era Igor Tolic, setelah Persib lebih dulu mengumumkan kepergian sejumlah nama seperti Layvin Kurzawa, Federico Barba, Sergio Castel, Adam Przybek, Alfeandra Dewangga, dan Robi Darwis.
Adhitia menutup dengan harapan agar peminjaman benar-benar memberi nilai tambah bagi Zulkifli. “Kami percaya, pengalaman di lingkungan kompetitif akan memberikan banyak pelajaran berharga bagi Zulkifli. Selamat berproses dan terus berkembang. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga semangat, dan kembali lebih kuat,” pesan Adhitia.
Peminjaman ini diposisikan sebagai jalan agar Zulkifli tidak berhenti hanya pada rencana latihan, melainkan menjalani tahapan yang lebih nyata lewat pertandingan. Dengan aktivitas kompetitif yang berkesinambungan, ia dapat membiasakan diri pada ritme tempo pertandingan, membaca situasi lebih cepat, dan membangun kepercayaan diri sebagai pemain yang konsisten.
Di sisi lain, perjalanan Zulkifli sebelumnya memang sempat mengalami perubahan arah. Saat pramusim Piala Presiden 2025, ia mendapatkan perhatian karena karakter permainan yang cepat ketika mengisi ruang di sisi sayap kiri, termasuk dalam rangkaian laga pramusim ketika Persib berhadapan Port FC. Namun, cedera engkel yang datang ketika training camp di Thailand membuatnya harus menepi dan mengalami kesulitan untuk menemukan kembali performa terbaiknya, sehingga kesempatan di tim utama makin terbatas.
Karena itu, manajemen menempatkan fase peminjaman sebagai bagian dari pembacaan kondisi skuad dan kebutuhan pengembangan pemain muda di lingkungan kompetisi. Status kontraknya yang masih menyisakan satu musim setengah, serta konteks pembaruan era kepelatihan baru, turut menjadi pertimbangan. Dengan pengalaman yang diharapkan semakin matang, harapannya Zulkifli dapat kembali dengan nilai tambah ketika bersaing di komposisi tim utama.












