jurnalistik.co.id – Kebakaran hutan yang melanda bagian utara Yunani, tidak jauh dari Thessaloniki, menewaskan dua orang dan memaksa warga di sekitar lokasi untuk mengungsi. Api yang masih sulit dikendalikan membuat petugas terus berupaya meski kondisi di lapangan dilaporkan makin menantang.
Jenazah seorang pria ditemukan di area yang hangus dekat Liti, sekitar 15 kilometer arah barat laut Kota Thessaloniki. Temuan itu muncul setelah kebakaran meluas dan membakar wilayah hutan di sekitarnya.
Sejumlah waktu kemudian, petugas menemukan satu lagi jenazah di sebuah rumah yang berada di area berhutan dekat desa tersebut. Hingga laporan ini dibuat, identitas korban kedua belum dipublikasikan.
Seorang perempuan yang berhasil diselamatkan dari dekat lokasi rumah tersebut juga mengalami luka bakar. Perkembangan terbaru menyebutkan kondisinya stabil di rumah sakit.
Di tengah proses penanganan, seorang anak berusia 12 tahun dilaporkan hilang. Pihak berwenang menyebut anak tersebut diduga adalah putra korban pria yang ditemukan lebih awal, sekaligus anak dari perempuan yang terluka.
Petugas menghadapi kobaran yang memanjang dan cepat
Operasi pemadaman melibatkan lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran. Puluhan unit mobil pemadam dan setidaknya tujuh pesawat juga dikerahkan untuk menahan laju api.
Upaya di lapangan dilaporkan berhadapan dengan “dinding” nyala yang diperkirakan membentang sekitar 5 kilometer. Api masih menyebar, sehingga strategi pemadaman harus disesuaikan dengan perubahan arah dan intensitas kobaran.
Kebakaran mulai sekitar pukul 14.30 waktu setempat pada Selasa. Api kemudian cepat menjalar ke hutan di area terdekat dan mendorong otoritas mengeluarkan peringatan kepada warga untuk segera menjauh dari permukiman yang berpotensi terdampak.
Penyebab pasti kebakaran sampai saat ini belum ditentukan. Namun, wilayah tersebut sebelumnya berada dalam status peringatan risiko kebakaran hutan yang tinggi, dengan kondisi kering dan angin kencang yang memperbesar peluang api kembali menyala.
Kombinasi cuaca tersebut juga disebut memicu flare-up atau kemunculan kembali kobaran di beberapa titik selama proses pemadaman. Kondisi seperti itu membuat petugas tidak hanya memadamkan titik api, tetapi juga harus mengantisipasi lonjakan baru yang muncul setelah upaya dijalankan.
Warga Liti dan arah penyebaran menuju Melissochori
Di desa Liti, warga didorong untuk meninggalkan rumah mereka saat kebakaran berlangsung. Laporan penyiar publik Yunani, ERT, menyebutkan sejumlah properti mengalami kerusakan akibat api.
Pada Selasa malam, api dilaporkan bergerak mengarah ke desa Melissochori. Perkembangan tersebut menambah urgensi operasi pemadaman karena wilayah tujuan penyebaran berada di dekat lokasi yang sudah terbakar.
Dua korban jiwa yang ditemukan menunjukkan betapa cepatnya kebakaran mengubah situasi di lapangan. Penemuan korban pria terjadi di area hangus dekat Liti, sedangkan korban kedua ditemukan di sebuah rumah pada area berhutan di sekitar desa tersebut.
Di luar jumlah korban dan laporan anak yang hilang, situasi juga memperlihatkan keterbatasan kontrol ketika api meluas dengan skala yang besar. Petugas harus menjaga jarak keselamatan sekaligus memusatkan sumber daya pada titik yang paling berbahaya agar tidak terjadi perluasan lebih luas.
Bagian dari rangkaian kebakaran pada musim panas
Kebakaran ini disebut sebagai kejadian kebakaran hutan terbaru yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Yunani. Kondisi itu datang ketika negara bersiap memasuki puncak musim wisata, sehingga dampak terhadap lingkungan dan aktivitas lokal berpotensi menjadi lebih terasa.
Wildfire di Yunani telah menjadi peristiwa yang sering muncul setiap musim panas, khususnya pada periode ketika negara menghadapi kekeringan berkepanjangan dan gelombang panas. Situasi cuaca seperti itu meningkatkan kerentanan wilayah hutan terhadap penyalaan dan membuat api lebih mudah meluas.
Hingga kini, pihak berwenang terus melanjutkan upaya pemadaman dan pencarian. Fokus tetap pada upaya menahan garis api, memeriksa area terdampak di sekitar Liti dan rumah di wilayah hutan, serta mencari anak berusia 12 tahun yang dilaporkan hilang.
Sementara penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih berjalan, laporan yang menyebutkan jarak, arah penyebaran, serta keterlibatan banyak armada menunjukkan operasi ini berlangsung dalam skala besar. Dengan kondisi berisiko tinggi, petugas tetap harus menghadapi kemungkinan kobaran kembali muncul dari titik-titik yang belum sepenuhnya dipadamkan.










