Daerah

“Saya Takut Tersandung, Ini Membahayakan” Lansia Protes Kabel Semrawut di Trotoar Flyover Bekasi

×

“Saya Takut Tersandung, Ini Membahayakan” Lansia Protes Kabel Semrawut di Trotoar Flyover Bekasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: “Saya Takut Tersandung, Ini Membahayakan" Lansia Keluhkan Kabel Semrawut di Trotoar Bekasi

jurnalistik.co.id – Warga Kota Bekasi mengeluhkan kondisi kabel utilitas yang semrawut di trotoar Flyover Caman Raya, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede. Mereka menilai kondisi tersebut membahayakan pejalan kaki, khususnya lansia yang setiap hari melintas kawasan itu.

Keluhan ini muncul karena kabel-kabel yang berada di sisi trotoar terlihat menjuntai dan memenuhi ruang pejalan kaki. Di lapangan, sebagian warga bahkan memilih turun ke badan jalan karena khawatir tersandung.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kabel utilitas milik operator telekomunikasi dan PLN memenuhi area trotoar Flyover Caman. Kondisi itu diperparah oleh permukaan trotoar yang rusak serta pecah di beberapa bagian.

Khawatir tersandung, lansia memilih jalan lain

Maruli (83), warga yang hampir setiap hari melintas di area tersebut, mengaku lebih sering memilih berjalan di badan jalan daripada menggunakan trotoar. Menurutnya, keberadaan kabel membuat langkahnya terasa tidak aman, terlebih karena usia yang sudah lanjut.

“Ya merasa terganggu karena banyak kabel. Saya takut tersandung, apalagi usia saya sudah tua. Ini kan membahayakan,” kata Maruli saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7/2026).

Namun, keputusan untuk berjalan di badan jalan juga tidak sepenuhnya menghilangkan risiko. Arus kendaraan yang melintas di bawah flyover dinilai cukup padat sehingga pejalan kaki tetap harus ekstra hati-hati.

“Tapi kan di bawah juga berbahaya karena banyak kendaraan yang melintas,” ujarnya.

Maruli berharap pihak terkait segera melakukan penataan agar trotoar dapat dipakai dengan lebih aman. Ia menilai perbaikan fisik dan penataan kabel perlu dilakukan secara bersamaan, bukan berjalan sendiri-sendiri.

“Trotoarnya juga sudah rusak dan banyak yang pecah. Pengennya bisa diperbaiki, terus kabelnya ditanam, dan trotoarnya ditinggikan. Jadi pejalan kaki juga nyaman,” kata dia.

Selain soal keselamatan, kondisi trotoar yang rusak dan kabel yang menjuntai turut membuat pejalan kaki merasa tidak leluasa bergerak. Bagi lansia, gangguan kecil seperti kerusakan permukaan atau lintasan kabel yang tidak tertata dapat menjadi sumber kekhawatiran yang terus berulang.

Pedagang juga terdampak saat membawa dagangan

Keluhan serupa disampaikan Frida Rusdiana (59), pedagang kopi keliling yang beraktivitas di sekitar Flyover Caman. Ia mengatakan keberadaan kabel di trotoar membuat aktivitasnya lebih sulit, terutama ketika harus membawa barang dagangan melintasi area tersebut.

Menurutnya, penataan kabel yang tidak rapi memengaruhi cara ia bergerak saat berjualan. Dengan trotoar yang sekaligus rusak, ruang langkah yang aman menjadi semakin terbatas.

Frida menyoroti bahwa persoalan ini tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga soal kelancaran aktivitas harian. Pedagang yang setiap hari melintas perlu jalur yang jelas dan aman, agar proses berdagang tidak terganggu oleh hambatan fisik di trotoar.

Tinjauan Pemkot Bekasi dan rencana penataan

Pada Selasa (14/7/2026), Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Ronald Achyar, bersama perwakilan operator utilitas meninjau kondisi kabel di trotoar Flyover Caman Raya. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan yang dinilai membahayakan warga.

Dari informasi yang disampaikan warga, prioritas perbaikan mencakup dua aspek. Pertama, trotoar perlu diperbaiki karena permukaannya rusak dan pecah. Kedua, kabel utilitas perlu ditata, termasuk agar tidak lagi menjuntai di area yang mengganggu pejalan kaki.

Warga menilai penataan yang menyeluruh akan membuat pejalan kaki dapat berjalan lebih aman. Bagi lansia, trotoar yang lebih layak dan kabel yang tidak berada di jalur berjalan dinilai dapat mengurangi risiko tersandung. Sementara bagi warga yang beraktivitas di sekitar lokasi, ruang yang lebih tertata akan membantu mereka bergerak tanpa terus menghadapi hambatan di sepanjang trotoar.

Dengan perbaikan trotoar dan penataan kabel, harapan warga adalah keselamatan di sekitar Flyover Caman Raya dapat meningkat. Mereka berharap tidak ada lagi pejalan kaki yang terpaksa turun ke badan jalan karena kondisi kabel dan kerusakan trotoar yang tidak tertata.