Peristiwa

Keluarga Kenang Maria Bernadeth Latifah Oetama sebagai Sosok Sederhana

0
×

Keluarga Kenang Maria Bernadeth Latifah Oetama sebagai Sosok Sederhana

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Warisan Kesederhanaan Maria Bernadeth Latifah Oetama

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Kesederhanaan menjadi nilai hidup yang paling dikenang keluarga dari sosok Maria Bernadeth Latifah Oetama, istri pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, yang meninggal dunia pada usia 91 tahun, Selasa (26/5/2026).

Putra sulung Jakob Oetama, Irwan Oetama, mengenang sang ibu sebagai sosok pendidik di rumah yang membesarkan anak-anaknya dengan pola hidup sederhana dan mandiri. Baginya, warisan yang paling kuat bukan hanya kenangan, melainkan kebiasaan hidup yang ditanamkan sejak kecil di dalam keluarga.

“Ibu ini adalah pendidik kami di rumah. Dari kecil kami berlima tidak dibantu seperti teman-teman yang lain yang beruntung. Di rumah enggak ada asisten rumah tangga. Kami berlima bekerja bergotong royong urus rumah, pakaian, setrika sampai saya lulus SMA kelas 3,” ujar Irwan saat memberikan sambutan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 40, Jakarta Selatan.

Menurut Irwan, dirinya dan saudara-saudaranya sejak kecil dibiasakan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Kebiasaan itu, kata dia, menjadi bagian dari pendidikan sehari-hari yang terus melekat hingga dewasa.

Ia juga mengenang masa kecilnya yang dijalani dengan berjalan kaki ke sekolah dan menggunakan transportasi umum. Dalam pandangannya, pola hidup sederhana dan aktif yang diterapkan kedua orangtuanya menjadi salah satu alasan mereka dapat hidup panjang umur.

“Sekarang ini kami mengalami kenapa kok orangtua kami umur panjang. Karena segala sesuatunya dijalankan sendiri. Sementara teman kita lain naik motor, diantar naik mobil. Dari kita berjalan itu, itulah kita dikasih kesehatan, jadi sangat sederhana,” ucap dia.

Dididik Mandiri sejak Kecil

Irwan juga mengingat keseharian sang ibu yang selalu bangun pagi untuk menyiapkan kebutuhan keluarga sebelum anak-anaknya berangkat sekolah. Rutinitas itu, menurut dia, menjadi bagian dari cara Maria Bernadeth Latifah Oetama merawat keluarga dengan sederhana, tertib, dan penuh perhatian.

Ia turut mengungkapkan rasa syukur karena dapat hidup bersama kedua orangtuanya hingga usia yang tidak lagi muda. Maria Bernadeth Latifah Oetama dan Jakob Oetama, kata dia, meninggalkan jejak kehidupan keluarga yang panjang dan penuh kebersamaan.

“Jadi ibu kami ini mempunyai 5 anak, 7 cucu, dan 5 buyut. Kenapa kami mengucap syukur kepada orangtua kami. Adik kami paling kecil (Lilik Oetama) sekarang sudah umur 61, saya paling besar umur 68. Baru kemarin ini saya dibilang saya anak yatim piatu. Jadi coba bayangkan betapa lamanya kita bersama ayah dan ibu,” kata dia.

Irwan kemudian mengenang kepergian Jakob Oetama pada 2020. Ia meyakini kedua orangtuanya kini telah kembali bersama dan berada dalam keadaan yang damai.

“Jadi 2020 bapak meninggalkan ibu, dan enam tahun berpisah kembali lagi bersama. Dan kami yakin orangtua kami ini sudah bertemu dalam alam yang lain yang kekal bahagia, tidak ada drama lagi,” kata Irwan.

Jadwal misa tutup peti dan pemakaman

Rencananya, misa requiem atau misa arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama akan dilaksanakan di rumah duka pada Kamis (28/5/2026) pukul 18.30 WIB dan dilanjutkan prosesi tutup peti. Setelah itu, pada Jumat (29/5/2026) pukul 09.00 WIB akan dilakukan misa pelepasan sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Kepergian Maria Bernadeth Latifah Oetama meninggalkan duka bagi keluarga yang selama puluhan tahun hidup bersama dalam suasana sederhana. Di mata Irwan dan saudara-saudaranya, warisan terbesar sang ibu justru hadir dalam cara hidup yang tidak berlebihan, disiplin, dan mengutamakan kebersamaan.

Nilai itu, sebagaimana disampaikan Irwan, tidak dibangun lewat kata-kata besar, melainkan melalui kebiasaan sehari-hari yang terus dijalankan di rumah. Dari urusan pakaian, pekerjaan rumah, hingga cara berangkat sekolah, semuanya menjadi bagian dari pendidikan keluarga yang membentuk mereka sampai dewasa.

Bagi keluarga, Maria Bernadeth Latifah Oetama bukan hanya sosok istri dari pendiri Kompas Gramedia. Ia juga ibu yang menanamkan kemandirian, kesungguhan, dan kebiasaan hidup sederhana kepada anak-anaknya sejak kecil, dan itu yang kini paling diingat mereka.